Saham Micron Technology (MU) menjadi sorotan Wall Street setelah lonjakan permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan (AI) mendorong kinerja keuangan perusahaan ke level tertinggi. Jim Cramer, pembawa acara Mad Money di CNBC, melihat peluang pertumbuhan Micron yang dinilai berbeda dari siklus industri semikonduktor sebelumnya.
Dalam pembahasannya pada 8 Oktober 2026, Cramer menyoroti potensi Micron di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI dan kemungkinan perusahaan mengembalikan lebih banyak modal kepada pemegang saham. Sejumlah analis bahkan memperkirakan harga saham MU berpeluang mencapai US2.000 hingga US2.200, meskipun target tersebut tetap merupakan proyeksi, bukan jaminan.
Jim Cramer Melihat Perubahan Bisnis Micron
Selama bertahun-tahun, industri chip memori dikenal memiliki siklus naik-turun yang tajam. Ketika permintaan meningkat, harga dan keuntungan produsen ikut naik. Namun, ketika kapasitas produksi berlebihan dan pasokan melampaui permintaan, harga chip dapat turun dan menekan margin perusahaan.
Cramer menilai Micron mulai menunjukkan karakter yang berbeda. Pertumbuhan AI menciptakan kebutuhan memori yang lebih struktural, terutama untuk data center yang menjalankan model AI berskala besar.
Dalam kesempatan tersebut, Cramer juga menyoroti kemungkinan program pembelian kembali saham atau share buyback Micron. Menurutnya, perusahaan berpotensi menjalankan buyback dalam skala besar seiring kemampuan menghasilkan kas yang meningkat.
Namun, realisasi dan besaran buyback tetap bergantung pada keputusan resmi perusahaan. Micron juga perlu menyeimbangkan pengembalian modal kepada investor dengan kebutuhan investasi untuk memperluas kapasitas produksi.
Target Saham Micron Berpotensi Mencapai US$2.200
Optimisme terhadap Micron juga datang dari Ben Reitzes, analis Melius Research, yang menetapkan target harga saham sebesar US$2.200 per saham.
Salah satu dasar pandangan tersebut adalah valuasi Micron. Berdasarkan artikel Yahoo Finance, saham perusahaan diperdagangkan pada rasio forward price-to-earnings (P/E) sekitar 7 kali. Angka ini relatif rendah dibandingkan perusahaan teknologi yang memperoleh valuasi lebih tinggi karena pertumbuhan jangka panjang.
Reitzes menilai valuasi Micron berpotensi meningkat apabila investor mulai melihat perusahaan sebagai bisnis dengan pertumbuhan struktural, bukan semata-mata produsen chip yang bergantung pada siklus harga.
Meski demikian, target US$2.200 bukan berarti harga saham pasti mencapai level tersebut. Perubahan valuasi akan bergantung pada pertumbuhan laba, keberlanjutan permintaan AI, dan kemampuan Micron mempertahankan profitabilitasnya.
Pendapatan Melonjak Berkat Permintaan AI
Kinerja keuangan terbaru menjadi salah satu alasan utama dibalik optimisme tersebut. Pada kuartal fiskal keempat 2026, Micron mencatat pendapatan sebesar US$54,23 miliar, meningkat tajam dibandingkan US$11,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba per saham non-GAAP mencapai US33,41, dibandingkan US3,03 setahun sebelumnya. Margin kotor juga melonjak hingga sekitar 87%, mencerminkan tingginya permintaan dan kondisi pasar chip memori yang ketat.
Bisnis DRAM, yang menyumbang sekitar 73% dari total pendapatan, tumbuh 343% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan NAND meningkat 526% menjadi sekitar US$14,10 miliar.
Permintaan tersebut berasal dari meningkatnya kebutuhan memori untuk server, data center, dan sistem komputasi AI. Micron juga menyatakan kapasitas produksi chip memori HBM4 untuk 2026 telah habis dipesan. Selain itu, perusahaan mengantongi komitmen pasokan senilai US32 miliar pada kuartal tersebut, sementara backlog meningkat menjadi US150 miliar dari US$100 miliar pada kuartal sebelumnya.
Ekspansi Besar dan Persaingan Tetap Menjadi Risiko
Di balik prospek yang menjanjikan, Micron menghadapi tantangan besar untuk memenuhi permintaan pelanggan. Perusahaan mengalokasikan sekitar US$200 miliar untuk belanja modal guna memperluas kapasitas produksi dan memperkuat posisinya di pasar memori.
Investasi tersebut menjadi pedang bermata dua. Jika permintaan AI terus meningkat, tambahan kapasitas dapat membantu Micron memenuhi pesanan dan memperbesar pendapatan. Sebaliknya, jika perusahaan-perusahaan teknologi mengurangi belanja AI atau pasokan chip tumbuh terlalu cepat, industri berisiko kembali mengalami kelebihan kapasitas.
Persaingan dari SK Hynix dan Samsung juga perlu diperhatikan. SK Hynix memiliki posisi kuat di pasar DRAM dan memori ber bandwidth tinggi, sementara Samsung terus mengembangkan teknologi untuk generasi HBM berikutnya.
Karena itu, investor perlu mencermati pertumbuhan pendapatan, margin kotor, backlog, belanja modal, serta perkembangan harga chip. Lonjakan kinerja Micron memang memperkuat optimisme terhadap AI, tetapi keberlanjutan pertumbuhannya tetap menjadi faktor penentu valuasi saham ke depan.
Micron Dibidik US$2.200, Seberapa Jauh AI Bisa Mendorongnya?
Lonjakan permintaan chip memori AI mengangkat kinerja Micron dan ekspektasi Wall Street. Pantau saham MU dan perusahaan semikonduktor AS lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan earnings, valuasi, dan tren pasar teknologi.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.






