Regulasi kripto di Amerika Serikat mulai bergerak melalui jalur regulator setelah upaya Kongres mengesahkan kerangka struktur pasar melalui Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY) gagal.
Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada Senin, 5 Oktober 2026, mengumumkan langkah awal untuk membentuk kerangka regulasi baru bagi transaksi dan platform kripto tertentu. Proposal tersebut akan menggunakan kewenangan yang sudah dimiliki CFTC untuk menciptakan jalur pengawasan federal bagi perusahaan yang menawarkan perdagangan aset kripto dengan margin, leverage, atau pembiayaan kepada pelanggan ritel.
Langkah CFTC datang setelah Securities and Exchange Commission (SEC) pada Agustus juga mengusulkan Regulation Crypto Assets, kerangka khusus bagi sejumlah investment contract yang melibatkan aset kripto. Kedua proposal menunjukkan regulator AS mulai menggunakan kewenangan yang sudah tersedia sambil menunggu kemungkinan kerangka legislatif yang lebih permanen dari Kongres.
CFTC Siapkan Dua Kerangka Baru: CTX dan CAM
Proposal CFTC terdiri dari Regulation Crypto Asset Transactions (Regulation CTX) dan Regulation Crypto Asset Markets (Regulation CAM).
CTX ditujukan untuk transaksi aset kripto yang memungkinkan pelanggan ritel menggunakan margin, leverage, atau pembiayaan. Platform yang menawarkan jenis transaksi tersebut sudah diwajibkan berada di bawah pengawasan CFTC berdasarkan kewenangan yang ada, tetapi regulator kini ingin membentuk aturan yang lebih spesifik untuk karakteristik pasar kripto.
Sementara itu, CAM akan menjadi subkategori baru dari Designated Contract Market (DCM). Perusahaan yang hanya menawarkan CTX dapat memilih mendaftar sebagai DCM biasa atau sebagai CAM dengan aturan yang disesuaikan untuk transaksi aset kripto. Platform yang menawarkan futures, options, atau swaps tetap berada dalam kerangka DCM yang berlaku saat ini.
Kerangka CAM juga mempertimbangkan sejumlah ketentuan khusus kripto, mulai dari pengawasan pasar, integritas keuangan dan perlindungan dana pelanggan hingga potensi kewajiban proof of reserves bagi bursa yang menyimpan aset pelanggan dalam akun omnibus.
CFTC juga mempertimbangkan penggunaan Futures Commission Merchant (FCM) sebagai perantara dalam CTX. FCM akan menangani rekening dan dana pelanggan dengan kewajiban terkait modal, pengungkapan, pemisahan aset pelanggan, serta sejumlah ketentuan anti-pencucian uang.
Bursa Spot Kripto Tidak Otomatis Masuk CFTC
Meski menawarkan kerangka federal baru, proposal tersebut tidak berarti seluruh bursa kripto AS akan diwajibkan mendaftar ke CFTC.
Bursa yang hanya menawarkan perdagangan spot biasa umumnya tetap berada di bawah aturan money transmission negara bagian. CFTC memiliki kewenangan anti-penipuan dan anti-manipulasi terhadap pasar tersebut, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan seluruh bursa spot kripto mendaftar hanya melalui proposal ini.
Sebaliknya, kewajiban pendaftaran berlaku bagi platform yang menawarkan perdagangan dengan margin, leverage, atau pembiayaan kepada pelanggan ritel. Platform yang juga menyediakan perpetual contracts dan derivatif lainnya berada pada kategori pengawasan CFTC yang lebih luas.
Artinya, kerangka yang sedang disiapkan CFTC lebih tepat dilihat sebagai opsi dan jalur regulasi federal untuk aktivitas kripto tertentu, bukan pengambilalihan seluruh pengawasan pasar spot dari regulator negara bagian.
CFTC membuka proses konsultasi publik terhadap proposal tersebut. Komentar tertulis akan diterima selama 60 hari setelah pemberitahuan diterbitkan di Federal Register, sebelum regulator bergerak lebih lanjut dalam proses penyusunan aturan.
CFTC dan SEC Bergerak setelah CLARITY Gagal
Langkah CFTC menjadi bagian dari perubahan regulasi yang lebih luas setelah CLARITY Act gagal maju di Kongres. RUU tersebut sebelumnya dirancang untuk memperjelas pembagian pengawasan pasar aset digital dan memberikan landasan hukum yang lebih permanen bagi struktur regulasi kripto AS.
Tanpa legislasi tersebut, CFTC memilih menggunakan kewenangan yang sudah tersedia dalam Commodity Exchange Act untuk menyusun aturan CTX dan CAM. Ketua CFTC Michael Selig mengakui bahwa hanya Kongres yang dapat mewajibkan seluruh bursa aset kripto mendaftar ke lembaganya.
SEC juga telah mengambil jalur serupa. Pada Agustus, regulator sekuritas tersebut mengusulkan Regulation Crypto Assets, yang menyediakan kerangka penawaran khusus untuk investment contract tertentu yang melibatkan aset kripto.
Proposal SEC mencakup dua pengecualian dari kewajiban registrasi Securities Act, masing-masing untuk penawaran hingga US$5 juta dalam empat tahun dan hingga US$75 juta dalam setiap periode 12 bulan, disertai persyaratan pengungkapan dan perlindungan investor tertentu.
Namun, aturan yang dibuat regulator memiliki karakter berbeda dari undang-undang yang disahkan Kongres. Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya menyatakan legislasi tetap penting untuk menghasilkan aturan yang lebih tahan terhadap perubahan kebijakan regulator di pemerintahan berikutnya.
Bagi pasar kripto, perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil konsultasi CFTC, perkembangan proposal SEC, serta apakah Kongres kembali mencoba mengesahkan kerangka struktur pasar yang lebih permanen. Untuk sementara, arah regulasi AS mulai terbentuk melalui aturan yang dikembangkan langsung oleh kedua regulator.
Aturan Kripto AS Mulai Memasuki Babak Baru
CFTC dan SEC mulai mendorong kerangka baru di tengah belum adanya legislasi struktur pasar dari Kongres. Pantau Bitcoin dan perkembangan pasar kripto melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CFTC: CFTC Seeks Public Comment on Advanced Notice of Proposed Rulemaking Relating to Regulation Crypto Asset Transactions and Regulation Crypto Asset Markets
- CFTC: Remarks at the Fordham Law Blockchain Regulatory Symposium
- CoinTelegraph: CFTC joins SEC in proposing crypto framework after failed CLARITY vote
- Quartz: CFTC is proposing rules that would require leveraged crypto exchanges to register






