Google (GOOGL) resmi memperkenalkan Gemini 4 Argon, model artificial intelligence (AI) frontier terbarunya yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks mulai dari software engineering dan cybersecurity hingga tugas profesional di bidang keuangan dan hukum.
Peluncuran tersebut menjadi langkah terbaru Alphabet dalam persaingan model AI dengan OpenAI dan Anthropic. Berbeda dari peluncuran model konsumen secara luas, Google memilih membawa Argon terlebih dahulu kepada kelompok mitra cybersecurity tepercaya sebelum memperluas akses kepada perusahaan dan pelanggan lainnya.
Strategi itu mencerminkan dua sisi dari Gemini 4 Argon. Google ingin menunjukkan peningkatan performa model untuk pekerjaan dunia nyata, tetapi kemampuan cybersecurity yang semakin kuat juga membutuhkan pengujian lebih ketat sebelum akses diperluas.
Gemini 4 Argon Fokus Coding hingga Cybersecurity
Google memosisikan Gemini 4 Argon sebagai model frontier untuk pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi dan alur kerja panjang. Area utamanya mencakup real-world software engineering, enterprise knowledge work, dan cyber defense.
Menurut Google, model tersebut mencatat peningkatan besar pada coding, cybersecurity, serta pekerjaan profesional kompleks. Perusahaan juga menyebut Argon mampu menjalankan tugas panjang dan multi-step, karakteristik yang semakin penting ketika model AI mulai digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa tahapan interaksi manusia.
Dalam cybersecurity, Google mengatakan Argon meningkatkan kemampuan menemukan kerentanan dibandingkan model Flash Cyber 3.8 yang dirilis sebelumnya. Berdasarkan benchmark yang disampaikan perusahaan dalam sumber, Argon mencatat performa sebanding dengan GPT-6 Astra dan Grok 4.7 pada benchmark cybersecurity tertentu, sekaligus berada di atas GPT-6 Astra dan model Anthropic terbaru dalam Vals Index.
Namun, hasil benchmark tetap perlu dibedakan dari performa dalam penggunaan nyata. Reuters melaporkan Google menggambarkan Argon sebagai model dengan performa tertingginya untuk pekerjaan kompleks dan menilai kemampuannya kompetitif dengan Astra milik OpenAI dan Opus milik Anthropic pada benchmark coding serta cyber tertentu.
Argon juga sudah digunakan di internal Google. Salah satu penerapannya adalah mengoptimalkan penggunaan memori di pusat data Google hingga membebaskan ratusan terabyte kapasitas tanpa membeli hardware tambahan. Model tersebut juga telah digunakan oleh peneliti quantum computing.
Dalam jangka lebih panjang, Google berencana menjadikan Gemini 4 sebagai fondasi bagi berbagai layanannya, mengikuti strategi integrasi Gemini generasi sebelumnya ke produk seperti Search dan YouTube. Yahoo Finance mencatat Google akan memperluas Argon secara bertahap sebelum membuatnya tersedia bagi perusahaan dan pelanggan yang lebih luas.
Google Ikut Perang Harga Model AI
Performa bukan satu-satunya area persaingan. Google juga membawa Gemini 4 Argon ke perang harga AI yang semakin ketat.
Perusahaan menetapkan harga perkenalan sebesar US$2 per 1 juta input token dan US$10 per 1 juta output token. Token menjadi satuan yang digunakan untuk menghitung penggunaan model berdasarkan jumlah teks yang diproses dan dihasilkan.
Harga tersebut menempatkan Argon tepat di level GPT-6.1 Sol milik OpenAI, yang menurut sumber juga ditawarkan US$2 per 1 juta input token dan US$10 per 1 juta output token.
Sebagai perbandingan, flagship GPT-6 Astra dari OpenAI dibanderol US$10 per 1 juta input token dan US$50 per 1 juta output token. Anthropic menawarkan Fable 5.1 pada level yang sama, sementara Opus 5.5 berada di US$4 untuk input dan US$20 untuk output per 1 juta token.
Dengan struktur tersebut, persaingan frontier AI tidak lagi hanya mengenai siapa yang menghasilkan model dengan benchmark tertinggi. Biaya menjalankan model menjadi semakin relevan ketika perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke coding, analisis data, cybersecurity, dan workflow profesional dalam volume besar.
Harga Argon memberi Google kesempatan untuk bersaing tidak hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga biaya penggunaan. Posisi tersebut semakin penting karena Google memiliki ekosistem sendiri melalui Search, Cloud, Workspace, YouTube, dan berbagai produk lain yang dapat menjadi jalur distribusi Gemini.
Saham Alphabet (GOOG) relatif stabil setelah pengumuman tersebut. Yahoo Finance mencatat saham kelas C Alphabet ditutup di US$340,74, naik sekitar 1%, sebelum bergerak lebih tinggi dalam perdagangan overnight.
Google Pilih Rollout Bertahap karena Risiko Cyber
Meski Argon telah diperkenalkan, Google belum langsung membuka akses secara luas.
Tahap pertama diberikan kepada anggota tepercaya Fairwind Program, program yang diluncurkan Google untuk memberikan kemampuan cyber defense canggih kepada kelompok Google Cloud customers, lembaga pemerintah, dan mitra cybersecurity yang telah dipilih.
Melalui program tersebut, Argon dapat digunakan untuk menemukan kerentanan perangkat lunak dan membantu memperbaikinya. Google pada saat yang sama berupaya memperkuat pengamanan pada beberapa area cybersecurity sebelum model tersedia secara publik, termasuk risiko penyalahgunaan dan prompt injection.
Google juga berpartisipasi dalam program sukarela pemerintah AS untuk evaluasi model frontier sebelum dirilis, sehingga kemampuan model dapat diperiksa sebelum distribusinya diperluas.
Peluncuran tersebut berlangsung hanya sehari setelah CEO Alphabet Sundar Pichai bersama sejumlah pemimpin perusahaan AI menandatangani kesepakatan sukarela mengenai standar keselamatan AI di Gedung Putih. Kesepakatan itu mencakup penggunaan kontrol internal, evaluasi risiko, dan auditor eksternal, tetapi tidak bersifat mengikat secara hukum.
Bagi Google, tahap berikutnya adalah membuktikan apakah kemampuan Argon pada benchmark dapat diterjemahkan menjadi performa konsisten ketika model mulai digunakan lebih luas. Bloomberg sebelumnya melaporkan adanya pandangan berbeda di internal Google mengenai performa Gemini 4 dalam pekerjaan nyata, terutama coding. Google membantah karakterisasi bahwa model tersebut tertinggal dan mengatakan terdapat dukungan internal yang luas bahwa Gemini 4 berada di level frontier.
Dengan rollout yang masih bertahap, fokus selanjutnya akan berada pada kinerja Argon di penggunaan nyata, perluasan akses enterprise, serta bagaimana harga agresif Google memengaruhi persaingan dengan OpenAI dan Anthropic.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Google di halaman ini.
Perang AI Makin Ketat, Pantau GOOGL
Gemini 4 Argon membawa Google kembali ke persaingan frontier AI dengan fokus pada performa, cybersecurity, dan harga. Pantau GOOGL dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Google: Gemini 4 Argon: our next era of frontier intelligence
- Yahoo Finance: Google debuts Gemini 4 Argon, its latest frontier model
- CNBC: Google rolls out Gemini 4 Argon, its most advanced AI model
- Reuters: Google announces Gemini 4 flagship AI model after months of delays






