XRP kembali berada di area harga penting setelah terkoreksi sekitar 5% dalam sepekan. Token tersebut diperdagangkan di kisaran US$1,49-US$1,51, sementara rumor mengenai kemungkinan BlackRock (BLK) memasuki pasar ETF XRP spot kembali menjadi perhatian.
Namun, dua perkembangan tersebut perlu dipisahkan. Permintaan terhadap ETF XRP memang sudah dapat diukur dari dana yang saat ini beredar di AS, tetapi BlackRock sendiri belum mengonfirmasi rencana mengajukan ETF XRP. Dengan demikian, pergerakan harga XRP saat ini masih lebih banyak memberikan data konkret dibanding spekulasi mengenai produk baru dari manajer aset terbesar dunia tersebut.
XRP Uji Area US$1,50 setelah Turun 5%
Tekanan harga membawa XRP kembali menguji area US$1,50, setelah sebelumnya berada di sekitar US$1,57 pada 25 September dan kemudian ditutup di US$1,49 pada 29 September berdasarkan data historis CoinGecko yang dikutip sumber.
Dalam kerangka jangka pendek yang digunakan laporan tersebut, US$1,45 menjadi level bawah yang perlu diperhatikan, sementara area US$1,55-US$1,56 menjadi resistance terdekat. Bertahan di sekitar US$1,50 akan menjaga area support saat ini, sedangkan pergerakan kembali melewati US$1,55-US$1,56 akan menunjukkan struktur harga jangka pendek yang lebih kuat.
Posisi tersebut juga menunjukkan seberapa jauh XRP masih berada dari puncaknya. Berdasarkan sumber, harga XRP masih sekitar 59% di bawah level tertinggi US$3,65 yang tercatat pada Juli 2025.
Meski XRP pernah mencatat beberapa kenaikan tajam sejak 2018, sumber kedua menekankan bahwa riwayat konsolidasi panjang pada aset kripto lain seperti Zcash (ZEC) dan Quant (QNT) tidak otomatis dapat digunakan untuk memprediksi XRP. Kapitalisasi pasar, circulating supply, likuiditas, dan katalis masing-masing aset berbeda sehingga kebutuhan modal untuk menggerakkan harganya juga tidak sama.
ETF XRP Sudah Kelola US$1,77 Miliar
Di tengah pergerakan harga tersebut, permintaan institusional melalui ETF menjadi salah satu data yang dapat diamati.
Tujuh ETF XRP spot AS yang sudah tersedia secara kolektif memegang aset sekitar US$1,77 miliar, terdiri dari sekitar 1,18 miliar XRP atau 1,9% dari circulating supply. Dana-dana tersebut telah menarik investasi bersih sekitar US$1,79 miliar, sementara kontribusi bertambah sekitar US$76 juta pada pekan sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ETF telah menciptakan jalur permintaan baru bagi XRP. Namun, keberadaan ETF tidak berarti seluruh modal yang tersedia otomatis digunakan untuk membeli token. ETF spot memperoleh XRP ketika investor memasukkan modal ke produk tersebut, sehingga arus masuk aktual menjadi indikator yang lebih relevan dibanding sekadar jumlah produk yang tersedia.
Hal yang sama berlaku ketika menghubungkan ETF dengan harga XRP. Agar permintaan melalui ETF dapat memberikan dampak harga yang berkelanjutan, arus masuk tersebut perlu cukup besar untuk mengimbangi tekanan jual di pasar spot. Karena itu, pertumbuhan assets under management dan net inflow menjadi data yang perlu dipantau untuk melihat seberapa besar kontribusi ETF terhadap permintaan XRP.
Skala pasar ETF XRP saat ini juga memberikan konteks terhadap kemungkinan pemain baru. Dengan asumsi biaya tahunan sekitar 0,25%, aset gabungan senilai US$1,77 miliar hanya menghasilkan sekitar US$4,4 juta pendapatan biaya tahunan untuk seluruh tujuh penerbit, sebelum dibagi di antara masing-masing pengelola.
Rumor ETF BlackRock Belum Punya Konfirmasi
Rumor BlackRock kembali mencuat setelah CEO Canary Capital Steven McClurg pada Januari 2026 berspekulasi bahwa manajer aset tersebut mungkin mengajukan ETF XRP pada akhir 2026 atau awal 2027.
Namun, sampai laporan sumber diterbitkan, BlackRock belum mengonfirmasi rencana ataupun jadwal tersebut dan belum ada pengajuan ETF XRP yang dikonfirmasi. Artinya, kemungkinan BlackRock masuk masih bersifat spekulatif.
BlackRock sebelumnya memang memiliki hubungan dengan ekosistem Ripple. Perusahaan menerima stablecoin RLUSD milik Ripple sebagai collateral untuk BUIDL, produk Treasury yang ditokenisasi milik BlackRock. Namun, RLUSD merupakan aset berbeda dari XRP dan kerja sama tersebut tidak menjadi bukti bahwa BlackRock sedang mempersiapkan ETF XRP spot.
Pertimbangan BlackRock untuk meluncurkan ETF kripto juga lebih luas daripada sekadar popularitas aset. Kepala aset digital BlackRock, Robbie Mitchnick, sebelumnya menyebut permintaan klien, kapitalisasi pasar, likuiditas, kematangan aset, dan kesesuaian dalam portofolio sebagai sejumlah faktor yang dipertimbangkan, dengan permintaan klien menjadi kriteria utama.
Karena itu, perkembangan berikutnya yang lebih konkret untuk XRP adalah apakah BlackRock benar-benar mengajukan produk ETF, bagaimana arus dana ke tujuh ETF yang sudah tersedia berkembang, serta apakah XRP mampu keluar dari kisaran US$1,45-US$1,56. Sampai salah satunya terjadi, data harga dan arus ETF memberikan indikator yang lebih terukur dibanding rumor pasar.
XRP Uji US$1,50, Pantau Pergerakannya
XRP menguji area harga penting saat permintaan ETF dan rumor BlackRock kembali menjadi sorotan. Pantau XRP dan berbagai aset kripto lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Cryptonews: XRP Price Battling Resistances as BlackRock Rumors Pop
- Cryptonews: XRP News: Price Ceiling Versus ZEC and QNT Playbook






