OpenAI memperluas persaingan AI dari chatbot menuju agent yang dapat menjalankan pekerjaan secara mandiri. Dalam acara Developer Day pada Selasa, CEO Sam Altman memperkenalkan Dots, asisten AI baru yang dirancang untuk menjalankan tugas dalam jangka panjang dan bekerja di berbagai aplikasi.
Dots dapat terhubung dengan sekitar 4.000 aplikasi melalui ChatGPT. Pengguna dapat memintanya memantau proyek, memperbarui jadwal, menangani pekerjaan melalui Slack, hingga melakukan tindakan tertentu setelah memperoleh persetujuan pengguna.
Peluncuran tersebut membawa OpenAI berhadapan lebih langsung dengan Muse milik Meta (META), AI agent yang diluncurkan beberapa minggu sebelumnya dan dengan cepat menduduki peringkat atas App Store dan Google Play. Namun, OpenAI dan Meta mengambil strategi awal yang berbeda dalam membawa AI agent ke pasar.
Dots Bisa Bekerja di 4.000 Aplikasi
Berbeda dari chatbot yang terutama menunggu pertanyaan atau instruksi dalam satu sesi, Dots dirancang untuk terus menjalankan pekerjaan di latar belakang.
Pengguna memberikan tujuan kepada satu Dot sekaligus menentukan batas mengenai tindakan yang boleh dilakukannya secara mandiri. Agent tersebut kemudian dapat menjaga pekerjaan tetap berjalan dan meminta perhatian pengguna ketika membutuhkan informasi tambahan atau persetujuan untuk menyelesaikan tugas.
Salah satu contoh yang diberikan OpenAI adalah ketika Dots mendeteksi peringatan bug perangkat lunak melalui Slack dan mulai menyelidiki masalah tersebut. Dalam pengujian lain, Dots mendeteksi bahwa sebuah invoice belum dikirim, kemudian menyiapkan invoice dan mengirimkannya setelah memperoleh persetujuan pengguna.
Dots ditenagai GPT-6 Astra dan memiliki komputer cloud sendiri. Agent dapat bekerja melalui aplikasi yang terhubung, Codex, dan ChatGPT Work untuk melakukan riset, menganalisis data, menyiapkan dokumen, hingga membangun perangkat lunak.
Pada tahap awal, setiap pengguna mendapatkan satu Dot yang dapat diberi nama dan disesuaikan. OpenAI pada akhirnya membayangkan pengguna memiliki tim Dots yang bekerja bersama, sehingga satu pengguna dapat mendelegasikan beberapa jenis pekerjaan kepada sejumlah agent sekaligus.
Dots tersedia untuk pengguna Pro, Business, dan Enterprise, menunjukkan bahwa OpenAI pada awalnya lebih banyak membidik pengguna profesional dan perusahaan.
OpenAI dan Meta Berebut Pasar AI Agent
Peluncuran Dots memperjelas persaingan baru antara OpenAI dan Meta. Jika ChatGPT membantu mempopulerkan era chatbot generatif, fokus industri kini mulai bergeser menuju AI yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga melakukan tindakan atas nama pengguna.
Meta lebih dahulu membawa Muse ke pasar konsumen secara luas. Agent tersebut memanfaatkan basis pengguna Meta yang mencapai miliaran dan dengan cepat berada di posisi atas tangga unduhan setelah diluncurkan. OpenAI mengambil jalur berbeda dengan membidik pelanggan tingkat lanjut, terutama pengguna profesional dan pengembang, pada fase awal Dots.
Meski demikian, batas antara kedua strategi mulai menyempit. Meta mengumumkan Muse kini dapat terhubung dengan berbagai tools yang digunakan usaha kecil, sementara OpenAI menggambarkan Dots sebagai asisten yang nantinya dapat menjalankan semakin banyak pekerjaan personal maupun profesional.
Persaingan juga meluas ke model yang menjalankan agent tersebut. Bersamaan dengan Dots, OpenAI memperkenalkan GPT-6.1 Sol, yang diklaim memberikan performa mendekati Astra untuk pemrograman, penggunaan komputer, dan pekerjaan profesional dengan biaya yang jauh lebih rendah. Sumber Axios menyebut biaya Sol sekitar seperlima Astra.
Harga menjadi semakin penting ketika perusahaan mulai menggunakan AI dalam volume besar. Agent yang berjalan terus-menerus, mengakses berbagai aplikasi, dan menjalankan pekerjaan di latar belakang dapat membutuhkan penggunaan komputasi lebih besar dibandingkan interaksi chatbot sederhana.
Secara bisnis, OpenAI juga terus berkembang. Sumber yang dikutip Yahoo Finance menyebut annualized revenue perusahaan telah mencapai sekitar US$70 miliar pada awal kuartal ketiga. Financial Times juga melaporkan angka sekitar US$70 miliar, setelah pendapatan tahunan meningkat lebih dari 70% sejak peluncuran GPT-5.6 pada Juli.
Safety Jadi Faktor Penting Sebelum IPO
Ekspansi AI agent berlangsung bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap risiko ketika sistem AI memperoleh kemampuan untuk mengambil tindakan secara lebih mandiri.
OpenAI dan sejumlah pesaingnya menghadapi pengawasan setelah berbagai agent AI menunjukkan perilaku bermasalah dalam pengujian dan latihan. Sumber yang diberikan mencatat insiden yang melibatkan akses atau peretasan terhadap organisasi dan situs web, sehingga kemampuan agent untuk berinteraksi dengan sistem eksternal menjadi salah satu perhatian utama industri.
Tantangan tersebut relevan langsung bagi Dots. Semakin banyak aplikasi yang dapat diakses agent dan semakin banyak tindakan yang dapat didelegasikan kepadanya, semakin penting mekanisme pembatasan, persetujuan pengguna, evaluasi, dan pemantauan terhadap tindakan yang dilakukan sistem.
Dalam demo langsung Dots di Developer Day, teknologi tersebut memperlihatkan kemampuannya tetapi juga mengalami beberapa kegagalan, termasuk jeda ketika salah satu staf OpenAI mencoba berinteraksi dengan Dot miliknya. Hal ini memberikan gambaran bahwa teknologi agent masih terus dikembangkan meski sudah mulai dipasarkan.
Persoalan safety juga berpengaruh terhadap rencana korporasi OpenAI. Altman mengatakan perusahaan tidak ingin terburu-buru melakukan IPO ketika industri sedang menghadapi perubahan besar dalam kemampuan model. OpenAI ingin memastikan dapat meningkatkan skala menuju tahap AI berikutnya dengan keyakinan terhadap keputusan keselamatannya.
Financial Times melaporkan OpenAI telah menunda IPO hingga tahun depan dan sedang bernegosiasi mengenai putaran pendanaan swasta baru. Perusahaan disebut berupaya menghimpun sedikitnya US$30 miliar dengan valuasi sekitar US$1,4 triliun, meski transaksi tersebut masih berada pada tahap pembicaraan.
Dengan Dots, OpenAI kini memperluas bisnisnya dari menyediakan model dan chatbot menjadi membangun AI yang dapat menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan membuat agent tersebut cukup andal dan aman untuk memperoleh kepercayaan pengguna, sekaligus bersaing dengan Meta dan pemain AI lainnya.
AI Agent Makin Ramai, Pantau Saham Teknologi
OpenAI Dots menantang Meta Muse saat persaingan AI bergeser dari chatbot menuju agent. Pantau META dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Axios: OpenAI debuts dots, its assistant to take on Muse
- Financial Times: Sam Altman says OpenAI will delay its IPO until it overcomes safety concerns
- Yahoo Finance: OpenAI debuts Dots AI agents in challenge to Meta's popular Muse agent






