IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering, yaitu proses ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kalinya melalui pasar modal. Setelah proses IPO selesai, saham perusahaan dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diperdagangkan di pasar sekunder.
Bagi perusahaan, IPO dapat menjadi salah satu cara mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. Sementara bagi investor, IPO membuka kesempatan untuk memiliki saham perusahaan yang baru pertama kali ditawarkan kepada publik.
Simak!
Apa yang Dimaksud dengan IPO?
IPO (Initial Public Offering) adalah penawaran umum perdana saham kepada masyarakat. Dalam proses ini, perusahaan menawarkan sahamnya kepada investor publik melalui mekanisme pasar modal.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emiten adalah pihak yang melakukan Penawaran Umum untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saham merupakan salah satu jenis efek yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.
Sederhananya, IPO adalah proses ketika perusahaan membuka sebagian kepemilikannya kepada masyarakat melalui penawaran saham.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan membutuhkan dana untuk memperluas bisnis. Perusahaan kemudian melakukan IPO dan menawarkan sebagian sahamnya kepada investor. Dana yang diperoleh dapat digunakan sesuai rencana penggunaan dana yang dijelaskan dalam dokumen penawaran umum.
Setelah saham selesai ditawarkan dan tercatat di BEI, investor dapat memperdagangkan saham tersebut di pasar sekunder melalui perusahaan efek.
Apa Perbedaan IPO, Go Public, dan Listing?
Ketiga istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki konteks yang berbeda.
| Istilah | Pengertian |
| IPO | Penawaran saham kepada masyarakat untuk pertama kalinya |
| Go public | Proses perusahaan menjadi perusahaan terbuka melalui penawaran umum saham |
| Listing | Pencatatan saham perusahaan di bursa agar dapat diperdagangkan di pasar sekunder |
Dalam praktiknya, istilah IPO dan go public memang sering digunakan secara bergantian ketika membahas perusahaan yang baru masuk bursa.
Bagaimana Cara Kerja IPO?
Secara sederhana, proses IPO berlangsung melalui beberapa tahapan.
Perusahaan terlebih dahulu mempersiapkan bisnis dan dokumen yang diperlukan. Selanjutnya, perusahaan mengajukan proses pencatatan ke BEI dan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK.
Setelah tahapan persiapan selesai, perusahaan dapat memasuki proses penawaran saham kepada investor. Dalam sistem e-IPO, tahapan tersebut mencakup publikasi, bookbuilding, penawaran umum, penjatahan, dan distribusi.
Setelah penawaran umum selesai, saham kemudian dicatatkan di BEI dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Tujuan dan Manfaat IPO untuk Investor

IPO memberikan kesempatan kepada investor untuk membeli saham perusahaan yang baru masuk ke pasar modal. Namun, kesempatan tersebut juga disertai risiko investasi.
Berkesempatan Memiliki Saham Perusahaan Sejak Awal
Investor dapat membeli saham pada periode penawaran umum sebelum saham mulai diperdagangkan di pasar sekunder.
Ini memungkinkan investor memiliki saham perusahaan sejak awal perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbuka.
Potensi Mendapatkan Capital Gain
Setelah tercatat di bursa, harga saham dapat bergerak naik atau turun.
Jika investor menjual saham pada harga lebih tinggi daripada harga belinya, selisih tersebut menjadi capital gain. Sebaliknya, jika saham dijual lebih rendah dari harga beli, investor mengalami capital loss.
Karena itu, harga IPO tidak menjamin harga saham akan naik setelah listing.
Berpotensi Mendapatkan Dividen
Investor saham juga dapat memperoleh dividen apabila perusahaan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham.
Namun, pembagian dividen tidak otomatis terjadi setiap kali perusahaan menghasilkan laba. Kebijakan dividen bergantung pada kondisi dan kebijakan perusahaan serta keputusan yang berlaku bagi pemegang saham.
Menambah Diversifikasi Portofolio
Saham IPO dapat menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi portofolio.
Meski begitu, investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena perusahaan baru melakukan IPO. Profil risiko, kondisi keuangan, sektor bisnis, dan tujuan investasi tetap perlu dipertimbangkan.
Apa Risiko Membeli Saham IPO?
Saham IPO juga memiliki risiko, antara lain:
- harga saham dapat turun setelah listing;
- kinerja perusahaan dapat tidak sesuai ekspektasi;
- kondisi industri dapat berubah;
- permintaan terhadap saham dapat berfluktuasi;
- informasi historis perusahaan mungkin belum sepanjang perusahaan yang sudah lama tercatat.
Karena itu, investor perlu membaca prospektus dan memahami faktor risiko sebelum melakukan pemesanan.
Mengapa Perusahaan Harus Melakukan IPO?
IPO dapat menjadi salah satu alternatif perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal. Dana yang diperoleh kemudian digunakan sesuai tujuan yang disampaikan dalam dokumen penawaran umum.
Mendapatkan Tambahan Modal
Salah satu alasan perusahaan melakukan IPO adalah mendapatkan dana untuk mendukung kebutuhan bisnis.
Dana tersebut dapat digunakan untuk ekspansi, modal kerja, pengembangan usaha, pembelian aset, atau kebutuhan lain sesuai rencana penggunaan dana.
Mendukung Ekspansi Bisnis
Perusahaan dapat menggunakan dana hasil IPO untuk membuka fasilitas baru, memperluas jaringan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, atau mengembangkan produk.
Tujuan penggunaannya berbeda-beda pada setiap perusahaan sehingga investor perlu melihat prospektus masing-masing emiten.
Memperluas Akses Pendanaan
Menjadi perusahaan terbuka membuat perusahaan memiliki akses terhadap pasar modal.
Selain saham, perusahaan terbuka juga dapat menggunakan instrumen pasar modal lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Meningkatkan Transparansi Perusahaan
Perusahaan terbuka memiliki kewajiban menyampaikan informasi kepada publik sesuai ketentuan pasar modal.
Hal ini membuat investor dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan melalui laporan dan keterbukaan informasi yang disampaikan.
Memberikan Likuiditas bagi Pemegang Saham
Dalam struktur transaksi tertentu, IPO juga dapat memberikan kesempatan kepada pemegang saham lama untuk menjual sebagian kepemilikannya kepada publik.
Namun, komposisi saham yang ditawarkan dan penggunaan dana harus dilihat berdasarkan struktur masing-masing IPO.
Syarat-Syarat IPO
Perusahaan yang ingin melakukan IPO harus memenuhi berbagai ketentuan pasar modal dan persyaratan pencatatan di bursa.
Persyaratan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan, tetapi juga mencakup tata kelola, dokumen perusahaan, struktur penawaran, dan kesiapan perusahaan menjadi perusahaan terbuka.
Berbentuk Perseroan Terbatas
Untuk pencatatan saham di BEI, perusahaan harus memenuhi ketentuan bentuk badan hukum dan persyaratan pencatatan yang berlaku.
BEI menyediakan beberapa papan pencatatan saham, termasuk Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi, yang memiliki karakteristik dan persyaratan berbeda.
Memenuhi Persyaratan Keuangan
Calon perusahaan tercatat perlu memenuhi persyaratan keuangan sesuai papan pencatatan yang dipilih.
BEI menyediakan beberapa alternatif financial test yang berkaitan dengan aspek seperti laba, pendapatan, aset, arus kas, dan kapitalisasi pasar. Karena persyaratannya dapat berbeda berdasarkan papan pencatatan, perusahaan perlu mengacu pada ketentuan BEI yang berlaku.
Menyiapkan Laporan Keuangan
Perusahaan perlu menyiapkan laporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku dan memenuhi persyaratan audit untuk proses pencatatan.
Laporan keuangan menjadi salah satu informasi penting bagi calon investor untuk menilai kondisi perusahaan.
Memiliki Tata Kelola Perusahaan
Perusahaan yang akan menjadi perusahaan terbuka juga harus mempersiapkan struktur tata kelola yang sesuai.
BEI mencantumkan aspek seperti komisaris independen, komite audit, internal audit, sekretaris perusahaan, serta struktur direksi dalam persyaratan pencatatan.
Menyiapkan Dokumen IPO
Perusahaan perlu menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses IPO, termasuk profil perusahaan, laporan keuangan, dokumen hukum, proyeksi keuangan, dan dokumen lainnya.
Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses pencatatan dan penawaran umum.
Menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK
Perusahaan yang melakukan Penawaran Umum wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK memberikan pernyataan efektif setelah prosedur dan persyaratan yang diwajibkan dalam peraturan dipenuhi. Namun, pernyataan efektif tersebut bukan berarti OJK menjamin kebenaran atau kecukupan informasi yang disampaikan perusahaan.
Baca juga: IHSG Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung, dan Cara Membacanya
Panduan IPO untuk Perusahaan
Proses IPO membutuhkan persiapan yang cukup panjang karena perusahaan harus memenuhi berbagai persyaratan dari regulator dan bursa.
Menentukan Tujuan dan Rencana IPO
Perusahaan perlu menentukan alasan melakukan IPO, kebutuhan pendanaan, jumlah saham yang akan ditawarkan, serta rencana penggunaan dana.
Rencana tersebut kemudian perlu dijelaskan kepada calon investor melalui dokumen penawaran.
Menunjuk Penjamin Emisi dan Profesional Pendukung
Perusahaan perlu membentuk tim dan menunjuk Penjamin Emisi Efek serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal yang dibutuhkan.
BEI menjelaskan bahwa tahap awal go public mencakup pembentukan tim internal, penunjukan Penjamin Emisi Efek, lembaga serta profesi penunjang, persetujuan RUPS, perubahan anggaran dasar, dan persiapan dokumen.
Melakukan Due Diligence
Perusahaan bersama pihak pendukung melakukan pemeriksaan terhadap aspek bisnis, hukum, keuangan, dan informasi material lainnya.
Proses ini membantu mempersiapkan informasi yang dibutuhkan dalam dokumen IPO.
Menyiapkan Prospektus
Prospektus merupakan salah satu dokumen penting bagi investor.
Di dalamnya terdapat informasi mengenai perusahaan, kegiatan usaha, kondisi keuangan, struktur pemegang saham, penggunaan dana, faktor risiko, dan informasi lain yang relevan dengan penawaran.
Investor sebaiknya membaca prospektus sebelum membeli saham IPO.
Melakukan Bookbuilding
Bookbuilding atau penawaran awal merupakan tahap ketika minat investor dikumpulkan untuk membantu menentukan harga penawaran perdana.
Dalam sistem e-IPO, minat investor pada masa bookbuilding menjadi salah satu dasar penentuan harga penawaran perdana oleh perusahaan dan penjamin emisi.
Melakukan Penawaran Umum
Setelah proses persiapan dan ketentuan yang berlaku terpenuhi, perusahaan masuk ke tahap penawaran umum.
BEI menjelaskan bahwa masa penawaran umum kepada publik dapat berlangsung selama 1–5 hari kerja. Jika permintaan investor melebihi jumlah saham yang ditawarkan, dilakukan proses penjatahan.
Melakukan Listing di BEI
Setelah proses penawaran umum selesai, saham perusahaan dicatatkan di BEI.
Setelah tercatat, investor dapat memperdagangkan saham tersebut di pasar sekunder melalui perusahaan efek yang menjadi anggota bursa.
Cara Berinvestasi di Perusahaan IPO

Investor yang ingin membeli saham IPO perlu mengikuti mekanisme pemesanan yang berlaku.
Memiliki SID dan Rekening Efek
Investor perlu memiliki Single Investor Identification (SID) dan rekening efek pada perusahaan sekuritas yang menjadi partisipan sistem e-IPO.
e-IPO menjelaskan bahwa investor yang ingin melakukan pemesanan saham IPO harus memiliki SID dan rekening efek di perusahaan efek yang menjadi partisipan sistem.
Membuat Akun e-IPO
Investor dapat menggunakan sistem e-IPO untuk melihat informasi penawaran umum dan melakukan pemesanan sesuai ketentuan.
Informasi IPO, termasuk prospektus dan tahapan penawaran, tersedia melalui sistem e-IPO.
Membaca Prospektus
Sebelum membeli saham IPO, jangan hanya melihat harga penawaran.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- model bisnis perusahaan;
- pertumbuhan pendapatan;
- profitabilitas;
- utang;
- arus kas;
- penggunaan dana IPO;
- struktur pemegang saham;
- valuasi;
- faktor risiko; dan
- prospek industri.
Melakukan Pemesanan Saham
Setelah memahami perusahaan, investor dapat menyampaikan minat atau pesanan melalui mekanisme yang tersedia.
e-IPO menyediakan pemesanan melalui website e-IPO atau melalui perusahaan efek yang bersangkutan.
Menyiapkan Dana di RDN
Investor perlu menyediakan dana sesuai ketentuan pemesanan.
Dalam mekanisme e-IPO, dana investor perlu tersedia di RDN setelah melakukan pemesanan. Jika saham yang diperoleh melalui penjatahan lebih sedikit daripada pesanan, sisa dana akan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menunggu Penjatahan
Jumlah saham yang diperoleh investor tidak selalu sama dengan jumlah yang dipesan.
Jika permintaan saham lebih besar daripada jumlah saham yang tersedia, dilakukan penjatahan.
Setelah proses tersebut selesai, saham akan didistribusikan kepada investor sesuai hasil penjatahan.
Memantau Saham Setelah Listing
Setelah saham tercatat di BEI, investor dapat memantau kinerjanya melalui perusahaan sekuritas.
Harga saham setelah listing dapat bergerak naik ataupun turun. Karena itu, investor tetap perlu mengevaluasi investasi berdasarkan perkembangan perusahaan, bukan hanya pergerakan harga dalam beberapa hari pertama.
Baca juga: 10+ Daftar Saham Minyak Indonesia di BEI dan Global yang Perlu Dikenal
Tips Memilih Saham IPO untuk Investasi
Tidak ada cara untuk memastikan saham IPO tertentu akan naik setelah listing. Namun, investor dapat melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.
Pahami Bisnis Perusahaan
Pastikan memahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan dari mana sumber labanya.
Jika model bisnisnya sulit dipahami, investor dapat mempelajari prospektus dan laporan keuangannya terlebih dahulu.
Periksa Penggunaan Dana IPO
Lihat apakah dana IPO akan digunakan untuk ekspansi, modal kerja, pembayaran utang, atau kebutuhan lainnya.
Informasi ini dapat membantu investor memahami tujuan perusahaan melakukan IPO.
Perhatikan Kinerja Keuangan
Jangan hanya melihat pertumbuhan pendapatan.
Periksa juga laba, margin, utang, arus kas, dan perkembangan kinerja perusahaan.
Pahami Risiko
Setiap perusahaan memiliki risiko berbeda.
Prospektus biasanya memuat faktor risiko yang perlu diperhatikan investor. Bagian ini penting karena dapat menjelaskan berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi bisnis perusahaan.
Jangan Menganggap IPO Pasti Untung
Saham IPO tetap merupakan investasi saham.
Harga dapat mengalami kenaikan maupun penurunan setelah listing. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, profil risiko, dan kondisi keuangan masing-masing investor.
Beli Saham Setelah IPO di Mana?
Setelah saham IPO tercatat di BEI dan mulai diperdagangkan di pasar sekunder, investor dapat melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas atau platform investasi yang menyediakan akses ke saham tersebut.
Jika ingin melakukan diversifikasi ke pasar saham global, Nanovest menyediakan akses investasi saham Amerika sehingga investor dapat membangun portofolio di luar pasar saham Indonesia.
Investasi saham Amerika di Nanovest tersedia mulai dari Rp5.000, sehingga investor dapat menyesuaikan nominal investasi dengan kemampuan dan tujuan finansialnya.
Investasi Saham Amerika Lebih Mudah & Aman
Akses saham perusahaan global seperti Apple, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest.
Kesimpulanih
IPO adalah proses penawaran saham perusahaan kepada masyarakat untuk pertama kalinya melalui pasar modal.
Bagi perusahaan, IPO dapat menjadi sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi dan kebutuhan bisnis.
Bagi investor, IPO memberikan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan yang baru masuk ke bursa.






