Pasar kembali menghadapi tekanan pada awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak menutup kemungkinan adanya serangan lanjutan ke Iran membuat investor kembali berhati-hati terhadap aset berisiko.
Dampaknya mulai terlihat pada perdagangan awal pekan. Bitcoin (BTC) turun sekitar 1,3% ke US$83.324, sementara futures yang terkait dengan indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi melemah sekitar 0,7%. Ethereum, XRP, dan Solana juga ikut bergerak turun.
Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen Pasar
Trump sebelumnya mengatakan perang dengan Iran dapat segera berakhir. Namun, ketika ditanya apakah Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan sebelum pemilihan umum paruh waktu pada November, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut.
Pernyataan tersebut meningkatkan ketidakpastian geopolitik di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan konflik kembali memanas.
Situasi ini menjadi perhatian pasar karena konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak yang sangat penting bagi pasar energi dunia.
Harga Minyak Kembali Naik
Ketidakpastian geopolitik langsung tercermin pada pasar energi. Futures minyak mentah WTI naik hampir 1% ke sekitar US$93,28 per barel, sementara Brent juga ikut menguat. Data Reuters menunjukkan harga Brent kemudian berada di atas US$106 per barel pada perdagangan Senin setelah ketegangan kembali meningkat.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena energi memiliki hubungan erat dengan inflasi. Jika harga minyak bertahan tinggi, biaya transportasi dan produksi dapat meningkat sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap harga barang dan jasa.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan The Federal Reserve. Pasar kini harus mempertimbangkan bukan hanya kondisi ekonomi AS, tetapi juga kemungkinan tekanan inflasi yang berasal dari geopolitik dan energi.
Bitcoin dan Saham Teknologi Ikut Tertekan
Bitcoin menjadi salah satu aset yang ikut terkena dampak perubahan sentimen risiko. Pada awal pekan, BTC turun 1,3% ke sekitar US$83.324. Beberapa aset crypto utama lainnya juga mengalami pelemahan.
Meski demikian, pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin mencatat kinerja yang cukup kuat pada kuartal ketiga. Bitcoin masih naik sekitar 42% dalam tiga bulan, bahkan mengungguli sejumlah aset utama lainnya termasuk Nasdaq dan emas.
Untuk saham teknologi, Nasdaq futures turun sekitar 0,7% menjelang pembukaan pasar AS. Pelemahan futures menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih defensif setelah sebelumnya saham teknologi mendapatkan dorongan dari optimisme terhadap AI.
Pergerakan Bitcoin dan saham teknologi menjadi menarik untuk diperhatikan karena keduanya dalam beberapa periode terakhir menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan sentimen risiko global.
Data Ekonomi AS Jadi Katalis Berikutnya
Selain perkembangan konflik AS-Iran, investor juga akan menghadapi pekan yang dipenuhi data ekonomi AS. Data inflasi, aktivitas manufaktur, dan pasar tenaga kerja menjadi sejumlah indikator yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Kombinasi antara harga minyak yang meningkat, ketidakpastian geopolitik, dan data ekonomi AS dapat membuat volatilitas pasar tetap tinggi. Investor akan mencermati apakah kenaikan harga energi hanya bersifat sementara atau mulai memberikan tekanan yang lebih persisten terhadap inflasi.
Untuk Bitcoin, level sekitar US83.800-US84.000 disebut sebagai area support jangka pendek, sementara US85.000-US85.800 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan.
Dengan begitu, arah Bitcoin dan saham teknologi pada pekan ini tidak hanya akan ditentukan oleh faktor fundamental masing-masing aset, tetapi juga oleh perkembangan geopolitik dan respons pasar terhadap data ekonomi AS.
Geopolitik Memanas, Pantau Arah Pasar
Bitcoin dan Nasdaq kembali tertekan saat ketegangan AS-Iran mendorong harga minyak naik. Pantau BTC dan berbagai aset lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CoinDesk
- Reuters






