Meta Platforms (META) memperluas ambisinya di industri perangkat wearable melalui sejumlah pengumuman pada konferensi Meta Connect 2026. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg memperkenalkan perangkat virtual reality (VR) baru dengan harga US$1.299,99, kacamata pintar tanpa kamera, serta pembaruan pada lini kacamata AI.
Rangkaian produk ini menunjukkan upaya Meta mengembangkan perangkat komputasi yang tidak hanya bergantung pada smartphone. Selain menghadirkan pengalaman virtual reality, Meta juga mendorong penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari, termasuk komunikasi, hiburan, produktivitas, dan bantuan personal.
Meta VR Glasses Dibanderol US$1.299,99
Salah satu pengumuman utama dalam Meta Connect adalah Meta VR Glasses, perangkat VR generasi baru yang dirancang menyerupai kacamata dan memiliki bobot sekitar 100 gram. Produk ini dijadwalkan mulai dijual pada musim semi 2027 dengan harga US$1.299,99.
Berbeda dari headset VR konvensional yang biasanya menggunakan perangkat berukuran besar di kepala, Meta VR Glasses memisahkan komponen komputasi, baterai, dan penyimpanan ke dalam perangkat eksternal berbentuk compute puck. Perangkat tersebut terhubung ke kacamata melalui kabel optik dan dapat ditempatkan di saku atau tas pengguna.
Meta menyebut perangkat ini menawarkan layar 5K Infinite Display berbasis micro-OLED, dukungan Dolby Vision, serta audio spasial Dolby Atmos. Kacamata tersebut juga dilengkapi Meta AI yang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi, mengatur ruang kerja, dan melakukan pencarian melalui suara, gerakan tangan, maupun interaksi visual.
Kacamata Pintar Tanpa Kamera untuk Menjawab Kekhawatiran Privasi
Selain perangkat VR, Meta memperkenalkan kacamata pintar tanpa kamera. Produk ini hadir ketika industri kacamata AI menghadapi perhatian publik terkait privasi dan potensi perekaman tanpa persetujuan.
Kacamata tanpa kamera tersebut berfokus pada fitur audio dan AI, sehingga pengguna tetap dapat memperoleh bantuan dari asisten digital tanpa menggunakan perangkat yang dapat mengambil gambar atau video. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta memperluas fungsi kacamata pintar sekaligus merespons kekhawatiran mengenai penggunaan kamera pada perangkat wearable.
Isu privasi menjadi faktor penting dalam perkembangan kacamata pintar. Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti risiko perekaman tersembunyi, penggunaan data, serta kesulitan orang di sekitar pengguna untuk mengetahui kapan perangkat sedang merekam. Karena itu, desain tanpa kamera dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi sebagian kekhawatiran tersebut, meskipun aspek privasi pada perangkat AI tetap mencakup pengelolaan audio, data, dan interaksi pengguna.
Meta Perluas Ekosistem AI dan Ray-Ban Meta
Meta juga memperkenalkan Ray-Ban Meta Audio, kacamata audio yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan musik, melakukan panggilan, dan berinteraksi dengan AI tanpa perlu menggunakan earbud. Perangkat ini memiliki bobot sekitar 43 gram, dengan daya tahan baterai hingga 12 jam dan tambahan hingga 48 jam melalui charging case.
Harga Ray-Ban Meta Audio dimulai dari US$349 dan dijadwalkan dikirimkan pada 13 Oktober. Meta turut memperkenalkan Ray-Ban Meta generasi ketiga dengan desain lebih ramping, baterai hingga sembilan jam, tombol aksi yang dapat disesuaikan, dan sistem mikrofon yang ditingkatkan.
Pada lini perangkat AI tersebut, Meta juga menghadirkan Muse, AI agent personal yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas, menyusun rencana, dan menyelesaikan tugas melalui interaksi hands-free. Pengembangan ini memperlihatkan fokus Meta dalam mengintegrasikan AI ke dalam perangkat yang digunakan sepanjang hari.
Strategi Meta di Tengah Persaingan AI Wearable
Peluncuran berbagai perangkat dalam Meta Connect 2026 memperlihatkan bahwa persaingan teknologi AI mulai meluas dari aplikasi dan pusat data ke perangkat yang dikenakan langsung oleh pengguna. Kacamata pintar menjadi salah satu kategori yang dikembangkan perusahaan teknologi karena dapat menghadirkan akses AI tanpa mengharuskan pengguna terus melihat layar smartphone.
Bagi Meta, strategi tersebut berkaitan dengan pengembangan ekosistem perangkat keras, layanan AI, dan platform digital yang sudah dimilikinya. Namun, keberhasilan produk wearable akan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk harga, kenyamanan, daya tahan baterai, manfaat fitur, penerimaan konsumen, dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan data.
Meta VR Glasses sendiri baru dijadwalkan hadir pada 2027, sehingga kontribusi komersial perangkat tersebut masih perlu dilihat setelah peluncuran. Sementara itu, ekspansi lini kacamata AI dan integrasi Muse menjadi perkembangan yang dapat diperhatikan investor ketika menilai arah bisnis perangkat keras dan AI Meta ke depan.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Meta di halaman ini.
AI Meta Masuk ke Wearable, Pantau META
Dari kacamata AI hingga VR generasi baru, Meta memperluas ambisinya di luar smartphone. Pantau META dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance
- Meta Newsroom






