Era menunggu uang murah kembali mungkin harus ditunda. Setelah berbulan-bulan investor memperdebatkan kapan The Fed akan melonggarkan kebijakan, bank sentral AS justru resmi bergerak ke arah sebaliknya.
The Fed pada Rabu (16/9) menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak 2023. Keputusan tersebut diambil secara bulat dan proyeksi terbaru menunjukkan satu kenaikan tambahan masih mungkin terjadi tahun ini. Yield Treasury 10 tahun kembali berada di sekitar 5%, sementara S&P 500 berakhir turun 0,44%.
Namun, respons pasar tidak sepenuhnya defensif. Saham teknologi justru menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada perdagangan Rabu, sementara penurunan harga minyak membantu meredakan sebagian tekanan inflasi. Pada Kamis pagi, futures S&P 500 dan Nasdaq juga kembali menguat tipis.
Lingkungan seperti ini membuat pertanyaan investor berubah. Ketika modal kembali mahal, seberapa jelas pendapatan beberapa tahun ke depan? Backlog cloud, portofolio obat dengan permintaan berulang, hingga kontrak pertahanan multiyear menjadi semakin relevan karena memberikan visibilitas yang tidak sepenuhnya bergantung pada perubahan suku bunga berikutnya.
Dalam konteks tersebut, Oracle, AbbVie, dan Lockheed Martin menawarkan tiga sumber visibilitas berbeda: kontrak AI-cloud, portofolio farmasi, dan program pertahanan jangka panjang.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 17 September 2026
1. Oracle Corporation (ORCL) —BUY
- Range Buy: Rp2.520.525
- Target Price 1: Rp2.760.380
- Target Price 2: Rp2.895.358
- Stop Loss: Rp2.285.240
Mengapa Menarik?
Oracle sedang menjalankan transformasi yang mahal, tetapi permintaan yang mendasarinya semakin terlihat. Perusahaan memiliki backlog sekitar US$664 miliar dan kontrak AI-cloud baru bernilai lebih dari US$30 miliar, memberikan visibilitas yang kuat terhadap pertumbuhan Oracle Cloud Infrastructure dalam beberapa tahun ke depan.
Tantangannya adalah biaya untuk memenuhi permintaan tersebut. Oracle menambah sekitar 850 MW kapasitas dalam satu kuartal dan meningkatkan estimasi biaya restrukturisasi FY2026 menjadi sekitar US$2,8 miliar. Free cash flow masih negatif karena belanja data center yang agresif, membuat investor semakin memperhatikan bagaimana perusahaan mendanai ekspansi dan seberapa cepat backlog berubah menjadi revenue. Reuters mencatat Oracle juga harus mengandalkan kombinasi utang dan ekuitas untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI.
Dengan demikian, katalis ORCL bukan sekadar “AI masih tumbuh”. Kuncinya terletak pada conversion: apakah kontrak besar tersebut dapat berubah menjadi cloud revenue dan cash flow dengan cukup cepat untuk mengimbangi capex. Jika eksekusinya berjalan sesuai rencana, backlog besar memberikan fondasi pertumbuhan jangka panjang yang sulit diabaikan.
2. AbbVie Inc. (ABBV) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp4.625.100
- Target Price 1: Rp4.710.450
- Target Price 2: Rp4.815.750
- Stop Loss: Rp4.500.450
Mengapa Menarik?
AbbVie menawarkan profil yang berbeda dari Oracle. Setelah kehilangan eksklusivitas Humira pada 2023, perusahaan berhasil membangun kembali mesin pertumbuhannya melalui Skyrizi dan Rinvoq, sekaligus memperluas portofolio melalui Allergan dan bisnis estetika seperti Botox.
Hal yang menarik sekarang adalah visibilitas setelah fase patent cliff terbesar terlewati. Risiko kehilangan eksklusivitas produk besar relatif lebih terbatas hingga mendekati akhir dekade, memberikan waktu bagi AbbVie untuk menyiapkan generasi pertumbuhan berikutnya. Pipeline seperti Zumilokibart untuk eksim, ABBV-295 untuk penurunan berat badan, dan ABBV-706 di bidang onkologi dapat memperluas sumber revenue apabila pengembangannya berhasil.
Status Spec. Buy tetap mempertimbangkan risiko pipeline dan kompetisi farmasi. Namun, kombinasi bisnis imunologi yang kembali tumbuh, diversifikasi portofolio, serta rekam jejak kenaikan dividen lebih dari lima dekade membuat ABBV memiliki karakter defensif yang menarik ketika suku bunga dan volatilitas pasar kembali meningkat.
3. Lockheed Martin Corporation (LMT) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp9.480.455
- Target Price 1: Rp9.700.375
- Target Price 2: Rp9.980.452
- Stop Loss: Rp9.007.870
Mengapa Menarik?
Lockheed Martin mendapat tambahan visibilitas dari kontrak IDIQ senilai US$1,21 miliar untuk program Precision Strike Missile Increment 2. Kontrak tersebut dapat berjalan hingga 2031, memperpanjang pipeline pada salah satu area modernisasi pertahanan AS yang strategis.
Peluang pertumbuhannya juga mulai bergerak dari platform individual menuju sistem tempur yang saling terhubung. Dalam pengujian terbaru, sistem sensor infrared Legion berhasil berbagi data antara dua F-16 dengan dukungan sistem komunikasi HiveLink milik L3Harris. Pendekatan ini memungkinkan pesawat berbagi informasi targeting secara pasif tanpa sepenuhnya bergantung pada radar.
Arsitektur terbuka Legion juga membuka peluang integrasi ke platform berawak maupun tanpa awak. Dibandingkan membangun platform baru dari nol, upgrade sensor, komunikasi, dan network-centric warfare dapat menjadi sumber pertumbuhan incremental dengan profil pengembangan yang berbeda. Risiko tetap berasal dari proses anggaran pemerintah, eksekusi program, dan jadwal pengadaan, tetapi kontrak multiyear memberikan visibilitas pendapatan yang relatif kuat.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| ORCL | Buy | Rp2.520.525 | Rp2.760.380 | Rp2.895.358 | Rp2.285.240 |
| ABBV | Spec. Buy | Rp4.625.100 | Rp4.710.450 | Rp4.815.750 | Rp4.500.450 |
| LMT | Spec. Buy | Rp9.480.455 | Rp9.700.375 | Rp9.980.452 | Rp9.007.870 |
Kesimpulan
Kenaikan suku bunga The Fed membuat visibilitas pendapatan kembali memiliki nilai lebih besar. ORCL menawarkan backlog AI-cloud yang besar tetapi membutuhkan eksekusi capex yang disiplin, ABBV mengandalkan pertumbuhan portofolio setelah patent cliff Humira, sedangkan LMT mendapat dukungan dari kontrak pertahanan multiyear. Ketiganya membawa sumber pertumbuhan yang berbeda ketika investor mulai lebih selektif terhadap kualitas dan kepastian pendapatan.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau ORCL, ABBV, dan LMT melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






