Jim Cramer, pembawa acara Mad Money di CNBC sekaligus figur media finansial yang dikenal luas lewat pandangan dan pilihan sahamnya, melihat peluncuran GPT-6 Astra sebagai katalis baru bagi dua pemain besar semikonduktor yaitu Nvidia (NVDA) dan Broadcom (AVGO).
Pandangan Cramer cukup beralasan. Astra dilatih menggunakan infrastruktur Nvidia dalam skala besar, sedangkan Broadcom sedang membantu OpenAI membangun chip khusus untuk menjalankan model tersebut dengan biaya yang lebih efisien.
Namun, menyebut keduanya sebagai “pemenang Astra” membutuhkan konteks lebih dalam. Manfaat bagi Nvidia sudah terlihat dari penggunaan perangkat kerasnya selama proses pelatihan. Sebaliknya, peluang Broadcom masih bergantung pada keberhasilan penerapan chip Jalapeño mulai akhir 2026.
Dengan kata lain, Nvidia menikmati permintaan yang sudah terjadi, sedangkan Broadcom menawarkan eksposur terhadap arah infrastruktur OpenAI berikutnya.
Cramer Melihat Permintaan Chip Terus Naik
Dalam program Morning Meeting CNBC, Cramer menempatkan Nvidia sebagai pilihan utama untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan komputasi GPT-6 Astra.
CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya mengungkapkan bahwa Astra dilatih menggunakan lebih dari 100.000 sistem Grace Blackwell NVLink72. Sekitar 400.000 GPU tambahan juga disebut akan segera dioperasikan untuk mendukung kebutuhan OpenAI berikutnya.
Bagi Cramer, angka tersebut menunjukkan permintaan yang lebih besar daripada sekadar pembelian untuk melatih satu model. Setelah Astra tersedia melalui ChatGPT, API, Microsoft Azure, dan AWS Bedrock, kebutuhan komputasi akan bergeser dari pelatihan menuju inferensi atau penggunaan sehari-hari.
Semakin banyak pengguna meminta Astra menulis kode, mengoperasikan komputer, melakukan riset, atau menyelesaikan pekerjaan profesional, semakin besar pula kapasitas pusat data yang dibutuhkan OpenAI dan mitranya.
Cramer turut memasukkan Broadcom karena perusahaan tersebut menjadi mitra OpenAI dalam pengembangan chip AI khusus. Menurutnya, penerimaan positif terhadap Astra dapat memperkuat kebutuhan OpenAI terhadap chip dan jaringan Broadcom.
Pandangan Cramer tetap perlu dibaca sebagai opini pasar. Charitable trust yang dikelolanya memiliki saham Nvidia dan Broadcom, sehingga investor sebaiknya tidak menjadikan komentarnya sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.
Nvidia Menikmati Manfaat yang Lebih Langsung
Posisi Nvidia (NVDA) dalam peluncuran Astra relatif jelas. Infrastruktur Grace Blackwell telah digunakan dalam proses pelatihan, sehingga kontribusinya bukan lagi sebatas rencana atau proyeksi.
Model AI seperti Astra memerlukan ribuan GPU yang bekerja secara bersamaan. Kebutuhannya tidak berhenti pada chip, tetapi juga mencakup jaringan berkecepatan tinggi, perangkat lunak, sistem pendinginan, dan arsitektur pusat data.
Nvidia memasok hampir seluruh lapisan tersebut. Inilah keunggulan yang membuat perusahaan sulit digantikan hanya dengan menawarkan chip berperforma tinggi.
Kekuatan bisnisnya terlihat dalam laporan kuartal kedua tahun fiskal 2027. Pendapatan Nvidia mencapai US$96,2 miliar, melonjak 106% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Data Center tumbuh 117% menjadi US$89 miliar dan menyumbang sekitar 92% dari total pendapatan. Margin kotor juga bertahan di level 75%, menunjukkan Nvidia masih memiliki kekuatan harga meskipun pasokan terus ditingkatkan.
Untuk kuartal berikutnya, Nvidia memperkirakan pendapatan sekitar US$108 miliar. Proyeksi tersebut tidak memasukkan penjualan komputasi pusat data dari China, pasar yang masih dibatasi oleh regulasi ekspor Amerika Serikat.
Meski angkanya kuat, pertumbuhan Nvidia semakin bergantung pada anggaran sejumlah kecil pelanggan besar. Satu pelanggan langsung menyumbang sekitar 16% dari pendapatan kuartal terakhir, sedangkan tiga pelanggan menyumbang masing-masing 16%, 15%, dan 13% selama enam bulan pertama tahun fiskal 2027.
Selama perusahaan cloud dan laboratorium AI terus memperbesar belanja infrastrukturnya, konsentrasi tersebut dapat mendukung pertumbuhan. Risiko akan muncul jika pelanggan mulai menunda pembangunan pusat data atau beralih ke chip rancangan sendiri.
Broadcom Membidik Tahap Inferensi
Jika Nvidia memenangkan tahap pelatihan Astra, peluang Broadcom (AVGO) lebih banyak berada pada tahap berikutnya: menjalankan model untuk melayani pengguna dalam skala besar.
Pada Juni 2026, OpenAI dan Broadcom memperkenalkan Jalapeño, chip AI khusus yang dirancang berdasarkan pola kerja ChatGPT, Codex, API OpenAI, dan produk agen AI.
OpenAI mengembangkan arsitekturnya, sementara Broadcom menangani implementasi silikon serta menyediakan teknologi jaringan dan konektivitas. Celestica ikut mendukung integrasi papan, rak, dan sistem.
Berbeda dari GPU Nvidia yang dapat menangani berbagai beban kerja, Jalapeño dirancang khusus untuk inferensi large language model. Pendekatan ini berpotensi menawarkan efisiensi energi dan biaya yang lebih baik ketika volume permintaan pengguna sangat tinggi.
Sampel awal Jalapeño sudah menjalankan beban kerja machine learning pada target frekuensi dan daya produksi. Namun, OpenAI masih mengukur performa akhirnya dan belum menerbitkan laporan teknis lengkap.
Implementasi awal ditargetkan berlangsung sebelum akhir 2026. Karena itu, Jalapeño bukan chip yang digunakan untuk melatih Astra saat ini. Manfaatnya bagi Broadcom bergantung pada seberapa cepat OpenAI memasangnya dan seberapa besar volume inferensi yang dialihkan ke chip tersebut.
Broadcom tidak memulai peluang ini dari nol. Pendapatan semikonduktor AI perusahaan mencapai US$16,7 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, tumbuh 221% secara tahunan dan 54% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Manajemen memperkirakan pendapatan semikonduktor AI naik menjadi US$21,7 miliar pada kuartal berikutnya. Sementara itu, total pendapatan Broadcom diproyeksikan mencapai sekitar US$34,8 miliar.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa permintaan custom accelerator dan jaringan AI sudah berkembang pesat, bahkan sebelum Jalapeño digunakan secara luas.
NVDA dan AVGO Punya Peluang yang Berbeda
Nvidia (NVDA) dan Broadcom (AVGO) memang sama-sama mendapatkan manfaat dari pertumbuhan Astra, tetapi keduanya menawarkan profil investasi yang berbeda.
Nvidia memiliki posisi lebih mapan melalui GPU, jaringan, perangkat lunak, dan sistem pusat data. Permintaan OpenAI juga sudah tercermin dalam pendapatannya.
Broadcom menawarkan jalur pertumbuhan melalui chip khusus yang dapat menekan biaya inferensi. Jika penggunaan Astra meningkat tajam, efisiensi akan menjadi semakin penting dan dapat memperbesar peran Broadcom dalam infrastruktur OpenAI.
Di sisi lain, pertumbuhan chip khusus juga menjadi tantangan bagi Nvidia. Semakin banyak perusahaan teknologi merancang akselerator sendiri, semakin besar kemungkinan sebagian pekerjaan inferensi berpindah dari GPU serbaguna ke custom silicon.
Pasar tampaknya sudah membedakan prospek jangka pendek keduanya. Pada perdagangan 8 September 2026, saham Nvidia turun hampir 2% ke sekitar US$225,80, sedangkan Broadcom naik sekitar 3% ke kisaran US$368,17.
Pergerakan satu hari tentu belum menentukan tren. Investor masih perlu melihat apakah penggunaan Astra benar-benar meningkatkan konsumsi komputasi, kapan Jalapeño mulai digunakan, dan seberapa cepat belanja AI menghasilkan pendapatan bagi pelanggan kedua perusahaan.
Target harga analis yang memperkirakan potensi kenaikan sekitar 40% juga bukan jaminan. Target tersebut sangat bergantung pada keberlanjutan pertumbuhan pendapatan, margin, belanja modal pelanggan, dan valuasi yang bersedia dibayar pasar.
Untuk Nvidia, indikator utamanya adalah pertumbuhan Data Center, margin, kapasitas produksi Blackwell, dan permintaan generasi Vera Rubin. Sementara bagi Broadcom, perhatian akan tertuju pada pendapatan semikonduktor AI, implementasi Jalapeño, serta pertumbuhan bisnis custom accelerator dan networking.
GPT-6 Astra memberi katalis bagi keduanya, tetapi dengan waktu dan sumber pendapatan berbeda. Nvidia mendapatkan manfaat dari komputasi yang membangun model, sedangkan Broadcom bertaruh pada infrastruktur yang akan menjalankannya.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Nvidia di halaman ini.
Pantau Peluang Nvidia dan Broadcom di Era Astra
Pantau saham Nvidia, Broadcom, dan perusahaan teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan AI, chip, data center, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- OpenAI – GPT-6 Astra
- Jensen Huang di X
- Nvidia Q2 FY2027
- OpenAI dan Broadcom






