Arus dana ETF kripto di Amerika Serikat kembali menunjukkan pola yang berbeda antar-aset.
Pada perdagangan Rabu, ETF Bitcoin (BTC) spot mencatat arus masuk bersih sekitar US$101,2 juta, membalikkan arus keluar US$236,5 juta sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, ETF Ether dan XRP justru mencatat arus keluar setelah sebelumnya menikmati rentetan inflow panjang.
Perubahan tersebut terjadi ketika pasar kripto masih berada di bawah tekanan dan investor mulai lebih selektif dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin tampak kembali menjadi tujuan utama arus institusional dibandingkan aset kripto lain.
ETF Bitcoin Pulih Setelah Arus Keluar Besar
ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus masuk pada Rabu setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan cukup besar.
Total arus masuk bersih mencapai sekitar US$101,15 juta, membalikkan arus keluar US$236,5 juta pada Selasa. Penarikan sehari sebelumnya menjadi yang terbesar sejak 31 Juli.
iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menjadi pendorong utama pemulihan dengan arus masuk sekitar US$115,45 juta, lebih besar dari total inflow bersih kategori tersebut. Angka itu menunjukkan bahwa sebagian arus keluar di produk lain masih menahan hasil akhir.
GBTC milik Grayscale, misalnya, masih mencatat arus keluar sekitar US$56,21 juta.
Meski arus harian berubah tajam, tren lebih luas ETF Bitcoin masih menunjukkan minat institusional yang kuat. Sepanjang Agustus, kategori tersebut mencatat inflow sekitar US$3,52 miliar, menjadikannya bulan terbaik sepanjang 2026.
Total aset bersih ETF Bitcoin kini berada di sekitar US$97,22 miliar, sementara arus masuk kumulatif sejak peluncuran produk spot pada Januari 2024 mendekati US$54,7 miliar.
Ether dan XRP Akhiri Rentetan Inflow Panjang
Pergerakan berbeda terlihat pada ETF Ethereum (ETH) dan XRP.
ETF Ether spot mencatat arus keluar bersih sekitar US$48,08 juta, mengakhiri 12 sesi perdagangan berturut-turut dengan inflow. Sepanjang rentetan tersebut, total dana masuk mencapai sekitar US$1,62 miliar.
ETHA milik BlackRock memimpin arus keluar dengan sekitar US$53,4 juta, disusul FETH milik Fidelity sebesar US$26,2 juta dan ETHE milik Grayscale sekitar US$23,5 juta.
Namun, tidak semua produk Ether mencatat outflow. ETHB, ETF Ether staking BlackRock, justru memperoleh inflow sekitar US$52,9 juta, sehingga sebagian penarikan dari produk lain dapat terkompensasi.
ETF XRP juga mengalami pola serupa. Kategori tersebut mencatat arus keluar US$7,2 juta setelah sebelumnya membukukan inflow selama 11 sesi berturut-turut.
Rentetan tersebut menghasilkan dana sekitar US$170 juta, sehingga total arus masuk kumulatif ETF XRP mencapai sekitar US$1,68 miliar.
Arus keluar hari Rabu hampir seluruhnya berasal dari ETF XRP milik Bitwise, sementara produk dari Franklin, Canary, 21Shares, dan Grayscale tidak mencatat perubahan berarti.
Modal Mulai Lebih Terkonsentrasi ke Bitcoin
Pergeseran arus dana ini menarik karena bukan hanya Ether dan XRP yang mencatat outflow.
ETF Solana juga mengalami arus keluar sekitar US$6,13 juta pada hari yang sama. Dengan demikian, dari empat kategori utama ETF kripto, hanya Bitcoin yang membukukan inflow.
Pola tersebut menunjukkan bahwa investor tampaknya tidak sepenuhnya meninggalkan aset digital, melainkan lebih selektif memilih eksposur.
Bitcoin memiliki pasar yang lebih besar, likuiditas lebih dalam, dan rekam jejak institusional yang lebih panjang dibandingkan ETF kripto lain. Dalam periode ketidakpastian, karakter tersebut dapat membuat BTC menjadi pilihan yang relatif lebih defensif di dalam kelas aset kripto.
Faktor makro juga ikut berperan. Pasar sedang menunggu arah kebijakan Federal Reserve pada pertengahan September, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menjadi perhatian.
Di tengah kondisi tersebut, investor dapat cenderung mengurangi eksposur ke aset kripto yang lebih sensitif terhadap perubahan sentimen dan memusatkan posisi pada Bitcoin.
September Jadi Ujian Berikutnya bagi Arus ETF Kripto
Pergerakan hari Rabu belum cukup untuk membentuk tren baru, tetapi memberi sinyal bahwa rotasi modal antar-aset kripto mulai terlihat.
Ether dan XRP baru saja melewati periode inflow panjang, sehingga arus keluar satu hari dapat mencerminkan konsolidasi setelah permintaan kuat sebelumnya. Sebaliknya, Bitcoin baru saja mengalami outflow besar sehari sebelumnya sehingga ruang untuk rebound terlihat lebih terbuka.
Di sisi harga, ketiga aset masih berada dalam tekanan. Dalam tujuh hari terakhir, Ether turun sekitar 3,4%, XRP melemah 2,4%, dan Bitcoin turun sekitar 1,3%.
September juga secara historis menjadi bulan yang cukup volatil bagi Bitcoin, sehingga arus ETF kemungkinan akan tetap menjadi salah satu indikator utama yang dipantau pasar.
Bagi investor, perhatian selanjutnya akan tertuju pada apakah inflow Bitcoin dapat berlanjut, apakah Ether dan XRP kembali mencatat arus masuk, serta bagaimana keputusan Federal Reserve memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Pantau Arus Dana dan Pergerakan Pasar Kripto
Pantau Bitcoin, Ethereum, XRP, dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan ETF, kebijakan The Fed, dan sentimen pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Decrypt: Bitcoin ETFs Rebound as Ethereum and XRP ETFs End Winning Streaks
- CoinTelegraph: Ether, XRP ETF inflow streaks end as Bitcoin funds rebound






