Ada dua cerita ekonomi yang berjalan bersamaan di AS saat ini. Perusahaan mulai lebih berhati-hati merekrut orang, tetapi belum berhenti membeli mesin, server, dan infrastruktur.
Data ADP terbaru memperlihatkan private payroll AS hanya bertambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 48.000. Manufaktur kehilangan 17.000 pekerjaan dan professional & business services berkurang 16.000, memperkuat sinyal bahwa momentum hiring mulai kehilangan tenaga.
Namun, sisi investasi memberikan cerita yang berbeda. Factory orders AS justru meningkat 0,9% pada Juli setelah turun 0,2% pada bulan sebelumnya. Pesanan machinery tumbuh 0,8%, sementara computers and electronic products masih mencatat pertumbuhan 14,3% dibandingkan setahun sebelumnya. Reuters juga mencatat bahwa pembangunan AI masih mendorong impor dan belanja bisnis untuk peralatan.
Gambaran tersebut semakin menarik setelah Beige Book terbaru The Fed menunjukkan permintaan yang terkait dengan data center dan belanja pertahanan masih meningkat, bahkan ketika sejumlah sektor lain mulai melambat. Di salah satu distrik, pembangunan data center disebut menjadi penopang penting bagi aktivitas konstruksi.
Investor tampaknya mulai menangkap perbedaan tersebut.
Setelah tiga hari berturut-turut melemah, Wall Street rebound pada Rabu. Dow Jones naik 0,56%, S&P 500 menguat 0,46%, dan Nasdaq bertambah 0,45%, sementara Russell 2000 melaju 1,1%. Saham semikonduktor juga kembali mendapatkan minat, dengan Nvidia naik 3,2%, Micron 2,4%, dan Qualcomm 2,0%.
Memasuki perdagangan 3 September, yield Treasury AS juga mulai turun dari level tertingginya dalam beberapa tahun dan S&P 500 futures bergerak tipis positif. Namun, investor belum sepenuhnya keluar dari mode hati-hati. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed 25 basis poin pada September masih berada di sekitar 62%, sementara laporan nonfarm payrolls Jumat akan menjadi ujian berikutnya.
Artinya, cerita investasi saat ini tidak hanya tentang apakah ekonomi melambat. Pertanyaan yang lebih menarik adalah ke mana perusahaan masih berani mengalokasikan modal ketika pertumbuhan mulai tidak merata?
Di sinilah Caterpillar, Intel, dan Oracle masuk radar. Ketiganya memiliki eksposur berbeda terhadap siklus investasi yang masih berjalan, mulai dari pembangunan fisik dan kebutuhan listrik hingga server, chip, cloud, dan data center AI.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 3 September 2026
1. Caterpillar, Inc. (CAT) —BUY
- Range Buy: Rp14.040.786
- Target Price 1: Rp14.816.346
- Target Price 2: Rp15.578.947
- Stop Loss: Rp12.719.194
Mengapa Menarik?
Caterpillar masih ditopang siklus investasi industri yang kuat. Penjualan dan pendapatan Q2 2026 naik 24% YoY menjadi US$20,5 miliar, sementara adjusted EPS melonjak 73% menjadi US$8,17. Kenaikan volume dan price realization turut mendorong adjusted operating margin menjadi 21,9%.
Yang menarik, backlog mencapai rekor US$72 miliar, memberikan visibilitas permintaan yang lebih kuat ke depan. Pertumbuhan Power & Energy, Construction Industries, dan Resource Industries menjadi katalis utama, terutama ketika pembangunan data center ikut meningkatkan kebutuhan infrastruktur dan pembangkit listrik. Namun, forward P/E sekitar 27x membuat CAT perlu terus memenuhi ekspektasi pertumbuhan yang sudah tinggi.
2. Intel Corporation (INTC) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp1.595.866
- Target Price 1: Rp1.746.984
- Target Price 2: Rp1.897.585
- Stop Loss: Rp1.125.756
Mengapa Menarik?
Cerita Intel mulai bergeser dari sekadar turnaround PC menuju pemulihan yang semakin ditopang data center. Pada Q2 2026, pendapatan tumbuh 25% YoY menjadi US$16,13 miliar, sementara Data Center & AI melonjak 59% menjadi US$6,26 miliar seiring membaiknya permintaan server dan infrastruktur AI.
Ramp-up Xeon 6, peluang dari kebutuhan CPU data center, serta pengembangan Intel Foundry dapat menjadi katalis berikutnya. Namun, status Spec. Buy tetap relevan karena kerugian Foundry masih besar dan Intel harus membuktikan bahwa pemulihan bisnis inti dapat berjalan bersamaan dengan eksekusi roadmap manufakturnya.
3. Oracle Corporation (ORCL) —BUY
- Range Buy: Rp2.582.981
- Target Price 1: Rp2.835.317
- Target Price 2: Rp3.086.587
- Stop Loss: Rp2.125.478
Mengapa Menarik?
Oracle menjadi salah satu cara untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap ledakan pembangunan infrastruktur AI. Pendapatan Q4 FY2026 naik 21% YoY menjadi US$19,2 miliar, dengan bisnis Cloud Infrastructure melonjak 93% menjadi US$5,8 miliar dan total cloud revenue tumbuh 47%.
Katalis terbesarnya adalah Remaining Performance Obligations (RPO) yang mencapai rekor US$638 miliar, naik 363% YoY. Angka tersebut memberikan visibilitas kuat terhadap permintaan kontrak AI dan cloud ke depan. Namun, free cash flow negatif US$23,7 miliar menunjukkan mahalnya ekspansi ini. Kemampuan Oracle mengubah backlog besar tersebut menjadi pendapatan, laba, dan akhirnya cash flow akan menjadi faktor penting bagi saham.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| CAT | Buy | Rp14.040.786 | Rp14.816.346 | Rp15.578.947 | Rp12.719.194 |
| INTC | Spec. Buy | Rp1.595.866 | Rp1.746.984 | Rp1.897.585 | Rp1.125.756 |
| ORCL | Buy | Rp2.582.981 | Rp2.835.317 | Rp3.086.587 | Rp2.125.478 |
Kesimpulan
Hiring AS mulai melambat, tetapi investasi pada infrastruktur dan AI belum kehilangan tenaga. CAT menawarkan eksposur terhadap belanja industri dan kebutuhan energi, INTC membawa peluang pemulihan dari data center dan AI, sedangkan ORCL berada di tengah ekspansi cloud dan data center yang agresif.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau CAT, INTC, dan ORCL melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






