Reli saham berbasis artificial intelligence (AI) mendapat dorongan baru dari sisi software. Kali ini, Snowflake (SNOW) yang mencuri perhatian setelah laporan keuangannya menunjukkan pertumbuhan pendapatan sekaligus peningkatan penggunaan produk AI.
Saham perusahaan data cloud tersebut melonjak sekitar 22% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Rabu, 2 September 2026. Respons investor datang setelah pendapatan dan laba disesuaikan Snowflake melampaui ekspektasi Wall Street, disusul proyeksi yang lebih tinggi untuk tahun fiskal berjalan.
Kinerja tersebut hadir ketika perhatian investor terhadap AI mulai bergeser dari besarnya investasi menuju seberapa jauh teknologi itu benar-benar menghasilkan penggunaan dan pendapatan. Snowflake mulai menunjukkan dampak tersebut melalui pertumbuhan workload, penggunaan platform, serta adopsi produk AI seperti CoCo dan CoWork.
Pendapatan Naik 35%, Saham SNOW Langsung Melonjak
Snowflake membukukan pendapatan US$1,55 miliar pada kuartal II fiskal 2027, naik 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui konsensus LSEG sebesar US$1,48 miliar.
Adjusted earnings per share (EPS) mencapai US$0,62, juga jauh di atas ekspektasi US$0,45.
Secara GAAP, Snowflake masih mencatat rugi bersih US$191,7 juta atau US$0,55 per saham. Namun, kerugian tersebut menyusut dibandingkan US$297,9 juta atau US$0,89 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Indikator permintaan ke depan juga masih bertumbuh. Remaining performance obligations (RPO), yang mencerminkan pendapatan kontraktual yang belum diakui, naik sekitar 30% YoY menjadi US$9 miliar.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan, laba disesuaikan di atas estimasi, dan backlog yang meningkat menjadi salah satu faktor yang mendorong saham SNOW naik tajam setelah laporan dirilis.
Sebelum laporan tersebut, saham Snowflake sudah naik sekitar 39% sepanjang 2026 hingga penutupan Rabu, dibandingkan kenaikan sekitar 12% pada S&P 500.
CoCo Tembus 9.100 Akun, AI Mulai Masuk ke Penggunaan Platform
Selain angka keuangan, perhatian tertuju pada perkembangan produk AI Snowflake.
Agen coding AI CoCo kini telah digunakan oleh sekitar 9.100 akun, bertambah lebih dari 2.000 akun hanya dalam satu kuartal. Snowflake juga mengembangkan CoWork, produk AI lain yang digunakan untuk membantu pelanggan bekerja dengan data dan menjalankan berbagai tugas di platformnya.
Pertumbuhan tersebut penting karena model bisnis Snowflake banyak bergantung pada konsumsi platform. Semakin banyak workload yang dijalankan pelanggan, semakin besar pula potensi penggunaan layanan Snowflake.
Dengan demikian, adopsi AI tidak hanya berfungsi sebagai tambahan fitur. CoCo dan CoWork berpotensi mendorong workload baru, menambah pengguna, serta meningkatkan konsumsi platform yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Perkembangan Snowflake juga menambah bukti bahwa permintaan AI mulai terlihat di beberapa lapisan industri teknologi. Sehari sebelumnya, Dell Technologies melaporkan rekor pesanan server AI US$60,9 miliar dan menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya sebesar US$25 miliar.
Jika Dell memperlihatkan permintaan dari sisi infrastruktur AI, Snowflake menunjukkan bagaimana AI mulai diterapkan pada lapisan data dan software.
Snowflake Naikkan Target, Pendapatan Produk Dibidik US$6,07 Miliar
Optimisme Snowflake tidak berhenti pada hasil kuartal kedua. Manajemen turut menaikkan sejumlah target untuk periode berikutnya.
Untuk kuartal III fiskal 2027, Snowflake memperkirakan pendapatan produk sekitar US$1,59 miliar, melampaui konsensus StreetAccount sebesar US$1,50 miliar.
Target pendapatan produk setahun penuh juga dinaikkan menjadi US$6,07 miliar, dari proyeksi sebelumnya sebesar US$5,84 miliar yang diberikan pada Mei.
Snowflake sekaligus menaikkan proyeksi adjusted operating margin menjadi 14,5% dari sebelumnya 13,5%. Kenaikan target pendapatan yang disertai peningkatan proyeksi margin menunjukkan perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisnis tetap berlanjut tanpa mengabaikan profitabilitas operasional.
Bagi investor, perkembangan berikutnya akan berfokus pada kemampuan Snowflake mempertahankan pertumbuhan konsumsi platform, mengubah adopsi CoCo dan CoWork menjadi pendapatan yang lebih besar, serta memenuhi proyeksi yang baru dinaikkan.
Kinerja kuartal ini setidaknya menunjukkan bahwa tema AI tidak hanya tercermin pada permintaan chip dan pembangunan data center. Lapisan software dan data mulai memberikan indikator penggunaan AI yang lebih terukur, menjadikan Snowflake salah satu perusahaan yang menarik diperhatikan dalam perkembangan monetisasi AI berikutnya.
AI Mulai Terlihat di Angka Bisnis
Pantau Snowflake dan saham teknologi AS lainnya di Nanovest, serta ikuti perkembangan earnings, AI, dan sentimen Wall Street melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Tech stocks today: Snowflake stock soars on upbeat outlook as CEO touts AI 'flywheel'
- CNBC: Snowflake spikes 22% on healthy results and AI coding momentum






