Aktivitas di ekosistem decentralized finance (DeFi) kembali mencuri perhatian setelah Robinhood Chain mencatat lonjakan volume perdagangan di decentralized exchange (DEX). Berdasarkan data DeFiLlama yang dikutip Yahoo Finance, volume DEX di jaringan tersebut meningkat 61% dalam beberapa hari, dari US$989 juta pada 28 Agustus menjadi US$1,595 miliar pada 1 September 2026.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas pengguna di jaringan blockchain baru milik Robinhood terus berkembang. Robinhood Chain sendiri merupakan jaringan Layer-2 Ethereum yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan resmi meluncurkan mainnet pada 1 Juli 2026.
Volume DEX Robinhood Chain Melonjak 61%
Kenaikan volume DEX menjadi perhatian karena angka tersebut menggambarkan nilai transaksi spot yang dilakukan melalui aplikasi berbasis blockchain, bukan melalui centralized exchange (CEX).
Pada 1 September, volume DEX 24 jam Robinhood Chain mencapai US$1,595 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan US$989 juta yang tercatat pada 28 Agustus.
Selain volume perdagangan, jaringan ini juga mencatat sekitar US$738,11 juta dalam deposit DeFi dan hampir US$797 juta dalam bentuk stablecoin. DeFiLlama turut mencatat volume perpetual futures harian sekitar US$353,96 juta serta aset senilai US$2,524 miliar yang telah dijembatani ke Robinhood Chain.
Berbagai metrik tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di Robinhood Chain tidak hanya berasal dari perdagangan spot, tetapi juga mulai berkembang ke berbagai aktivitas DeFi lainnya.
Robinhood Bawa Saham dan Aset Tradisional ke Blockchain
Robinhood Chain merupakan Layer-2 Ethereum berbasis teknologi Arbitrum yang dirancang untuk mendukung layanan keuangan berbasis blockchain.
Salah satu fokus pengembangannya adalah real-world assets (RWA), termasuk tokenized stocks yang merepresentasikan eksposur terhadap saham melalui token di blockchain.
Strategi tersebut membuat Robinhood Chain berada di persimpangan antara dua pasar yang selama ini berkembang secara terpisah: layanan investasi tradisional dan ekosistem on-chain.
Aktivitas awal jaringan, bagaimanapun, tidak hanya berasal dari aset yang ditokenisasi. Memecoin dan aset kripto spekulatif juga menjadi bagian dari aktivitas perdagangan di Robinhood Chain, sehingga komposisi transaksi menjadi faktor penting untuk menilai sumber pertumbuhannya.
Dari sisi penggunaan, Robinhood Chain telah mencatat lebih dari 200 juta transaksi secara keseluruhan, menurut Head of Robinhood Crypto Johann Kerbrat dalam wawancara pada Agustus. Pada minggu pertama setelah peluncuran saja, jaringan dilaporkan memproses lebih dari 17 juta transaksi dan menarik hampir 350.000 alamat.
Likuiditas DeFi dan Stablecoin Ikut Tumbuh
Selain lonjakan volume DEX, pertumbuhan deposit DeFi dan stablecoin juga menjadi indikator penting. Per 1 September, Robinhood Chain memiliki sekitar US$738,11 juta deposit DeFi dan US$796,74 juta kapitalisasi stablecoin.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Juli, pertumbuhan tersebut cukup signifikan. Pada akhir Juli, TVL Robinhood Chain masih berada di sekitar US$94 juta, sementara saldo stablecoin telah melampaui US$260 juta. Meski waktu pengukuran dan metodologi data dapat berbeda, pergerakan tersebut menunjukkan peningkatan likuiditas dan aktivitas dalam waktu relatif singkat.
Robinhood Chain juga telah mencatat lebih dari 200 juta transaksi secara keseluruhan menurut Johann Kerbrat, kepala Robinhood Crypto, dalam wawancara pada Agustus 2026. Pada minggu pertama setelah peluncuran, jaringan tersebut sudah memproses lebih dari 17 juta transaksi dan menarik hampir 350.000 alamat.
Robinhood Perluas Jejak dari Broker ke Infrastruktur Crypto
Lonjakan aktivitas Robinhood Chain menunjukkan bahwa infrastruktur blockchain untuk layanan keuangan terus berkembang. DEX, stablecoin, DeFi, dan tokenized assets menjadi bagian dari ekosistem yang semakin terhubung.
Namun, volume transaksi yang tinggi tidak otomatis berarti sebuah jaringan atau aset memiliki fundamental yang kuat. Investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti likuiditas, TVL, jumlah pengguna, utilitas jaringan, serta keberlanjutan aktivitas dalam jangka panjang.
Bagi pasar crypto secara lebih luas, perkembangan Robinhood Chain juga memperlihatkan semakin dekatnya hubungan antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain, terutama melalui tren tokenisasi aset dunia nyata. Jika tren tersebut terus berkembang, blockchain berpotensi tidak hanya menjadi tempat perdagangan aset crypto, tetapi juga menjadi infrastruktur baru untuk mengakses berbagai produk keuangan.
Pantau Robinhood dan Tren Kripto Berikutnya
Pantau saham Robinhood (HOOD) dan aset crypto di Nanovest, serta ikuti perkembangan DeFi, tokenisasi, dan pasar global melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Decrypt: Robinhood Chain DEX Volume Jumps to $1.6 billion






