September menjadi bulan penting bagi arah regulasi kripto di Amerika Serikat. CLARITY Act, rancangan undang-undang yang dirancang untuk membentuk kerangka struktur pasar aset digital, mendekati pemungutan suara prosedural penting di Senat pada 15 September 2026.
RUU tersebut akan membagi pengawasan aset digital antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), menetapkan persyaratan registrasi, serta memperkuat aturan anti pencucian uang.
Namun, peluang CLARITY Act untuk disahkan tahun ini masih belum pasti setelah Senat memasuki reses Agustus tanpa menyelesaikan pembahasan. Sejumlah isu juga masih perlu disepakati, termasuk ketentuan mengenai imbalan stablecoin dan aturan etika terkait kepentingan kripto Presiden Donald Trump dan keluarganya.
Ketidakpastian itu muncul ketika arus modal ke produk investasi kripto tetap berjalan. ETF Bitcoin (BTC) spot AS kembali membukukan inflow pada awal September, sementara produk berbasis Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL) melanjutkan tren positifnya.
CLARITY Act Hadapi Pemungutan Suara Penting
CLARITY Act telah menjadi salah satu agenda regulasi utama industri kripto AS. Setelah melewati DPR, prosesnya kini berlanjut di Senat dengan pemungutan suara prosedural yang dijadwalkan pada 15 September.
Untuk bergerak lebih jauh, RUU tersebut membutuhkan dukungan bipartisan yang cukup. Salah satu isu yang masih dibahas adalah ketentuan etika. Senator Arizona Ruben Gallego, salah satu dari dua senator Demokrat yang mendukung kemajuan RUU dari Komite Perbankan Senat, tengah mendorong kompromi bipartisan pada bagian tersebut.
Waktu juga menjadi faktor penting. Amerika Serikat semakin mendekati pemilihan paruh waktu, sehingga ruang untuk menyelesaikan legislasi berskala besar menjadi semakin terbatas.
Bagi industri kripto, kepastian melalui undang-undang dinilai penting karena dapat menciptakan aturan yang lebih konsisten meskipun terjadi pergantian pemerintahan. Tanpa legislasi formal, perubahan kebijakan SEC, CFTC, maupun regulator lainnya berpotensi lebih mudah berubah mengikuti arah pemerintahan berikutnya.
Meski demikian, kondisi regulasi kripto AS saat ini sudah berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. SEC, CFTC, dan Office of the Comptroller of the Currency telah mengambil pendekatan yang lebih akomodatif terhadap aset digital, sehingga industri memiliki sejumlah jalur regulasi yang dapat digunakan apabila CLARITY Act tidak disahkan pada 2026.
Dampaknya Lebih Besar bagi Altcoin dan DeFi
Pentingnya CLARITY Act juga berbeda untuk setiap bagian pasar kripto.
Menurut Robert Mitchnick, Head of Digital Assets BlackRock, investor institusional Bitcoin tidak menjadikan pengesahan regulasi tambahan tersebut sebagai bagian dari skenario dasar investasi mereka. Kemajuan legislasi lebih dipandang sebagai faktor tambahan daripada prasyarat bagi adopsi Bitcoin.
Bitcoin saat ini sudah memiliki jalur institusional yang relatif lebih mapan melalui ETF spot. Sementara itu, DeFi, altcoin, dan kategori aset digital yang lebih kompleks masih menghadapi pertanyaan lebih besar mengenai klasifikasi dan pengawasan regulasinya.
Di sinilah CLARITY Act berpotensi memberikan dampak yang lebih luas. Pembagian yurisdiksi antara SEC dan CFTC serta persyaratan registrasi yang lebih jelas dapat membantu menentukan bagaimana berbagai aset dan platform kripto beroperasi di AS.
Kepastian tersebut juga berkaitan dengan keputusan alokasi modal. Bagi perusahaan maupun investor institusional, kerangka regulasi yang dapat bertahan lintas pemerintahan dapat mengurangi risiko perubahan kebijakan yang signifikan setiap beberapa tahun.
Dengan demikian, kegagalan CLARITY Act belum tentu menghentikan perkembangan industri kripto AS, tetapi dapat mempertahankan ketidakpastian bagi segmen pasar yang belum memiliki jalur regulasi sejelas Bitcoin.
ETF Bitcoin Kembali Catat Inflow US$216,7 Juta
Di tengah pembahasan regulasi, arus modal ke ETF kripto AS masih menunjukkan permintaan investor.
ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih US$216,7 juta pada Senin, membalikkan outflow US$201,8 juta pada Jumat sebelumnya. Arus keluar tersebut sebelumnya mengakhiri sembilan sesi inflow berturut-turut yang membawa lebih dari US$3 miliar ke produk Bitcoin.
Pemulihan terbaru sebagian besar berasal dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, yang mencatat inflow US$205,9 juta atau sekitar 95% dari total inflow ETF Bitcoin pada hari tersebut.
Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund menambahkan US$6,9 juta, Bitwise Bitcoin ETF US$4,3 juta, Morgan Stanley Bitcoin Trust US$3,6 juta, dan Grayscale Bitcoin Mini Trust US$9,4 juta. VanEck Bitcoin ETF menjadi satu-satunya produk yang mencatat outflow, sebesar US$13,4 juta.
Permintaan juga tidak terbatas pada Bitcoin. ETF Ether spot membukukan inflow US$87,7 juta, memperpanjang rangkaian arus masuk menjadi 11 sesi perdagangan berturut-turut.
ETF XRP dan Solana masing-masing mencatat sesi positif ke-10 secara beruntun. ETF XRP memperoleh inflow US$5,64 juta, sedangkan ETF Solana menerima sekitar US$925.000 pada sesi terbaru.
Data tersebut menunjukkan bahwa ketidakpastian mengenai CLARITY Act belum menghentikan aliran dana ke produk investasi kripto yang telah tersedia di pasar AS.
September Jadi Ujian Regulasi dan Arus Modal Kripto
Dua perkembangan akan menjadi perhatian pasar kripto sepanjang September: proses legislasi CLARITY Act dan keberlanjutan arus dana ETF.
Pemungutan suara pada 15 September dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peluang RUU tersebut bergerak menuju pengesahan. Jika proses kembali tertunda, industri kemungkinan akan semakin mengandalkan kebijakan dan aturan yang diterbitkan SEC, CFTC, serta regulator lainnya.
Bagi Bitcoin, perkembangan CLARITY Act bukan satu-satunya faktor yang menentukan permintaan institusional. Produk ETF spot telah membentuk jalur investasi tersendiri, sementara arus dana terbaru menunjukkan modal kembali masuk setelah koreksi singkat pada akhir Agustus.
Sebaliknya, perkembangan regulasi berpotensi lebih berpengaruh terhadap altcoin, DeFi, stablecoin, dan platform kripto yang masih menghadapi ketidakjelasan mengenai klasifikasi maupun yurisdiksi regulator.
Perhatian pasar pada September tidak hanya tertuju pada pergerakan harga Bitcoin, tetapi juga pada Washington dan arus dana institusional. Hasil dari kedua faktor tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai arah regulasi dan permintaan aset digital AS menuju akhir 2026.
Pantau Arah Baru Pasar Kripto
Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya di Nanovest, serta ikuti perkembangan regulasi, ETF, dan sentimen pasar melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: Crypto enters September with legislative policy gamble hanging by a thread
- Cryptonews: CLARITY Act Lags as Bitcoin ETFs Slip
- CoinTelegraph: BlackRock drives $217M Bitcoin ETF rebound as altcoin funds continue streaks






