SpaceX kini tidak lagi hanya menjadi perusahaan teknologi antariksa yang bisa dipantau dari jauh oleh investor ritel. Perusahaan milik Elon Musk tersebut telah resmi melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan kode saham SPCX.
Dengan statusnya sebagai perusahaan publik, investor pun mulai mencari informasi mengenai cara beli saham SpaceX dari Indonesia, termasuk di mana saham SPCX dapat dibeli, berapa modal yang dibutuhkan, hingga risiko yang perlu diperhatikan.
Artikel ini membahas panduan lengkap sebelum membeli saham SpaceX.
Apakah Saham SpaceX Sudah Bisa Dibeli?
Ya, SpaceX sudah menjadi perusahaan publik.
SpaceX resmi melakukan penawaran umum perdana atau IPO dengan harga US$135 per saham dan melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026. IPO tersebut menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah pasar saham Amerika Serikat, dengan valuasi perusahaan mendekati US$1,8 triliun.
Dengan demikian, investor tidak lagi harus mencari akses melalui pasar saham privat untuk mendapatkan eksposur langsung ke perusahaan. Namun, ketersediaan saham SpaceX tetap perlu dicek pada broker atau platform investasi yang digunakan.
Apakah SpaceX Sudah IPO?
Ya. SpaceX sudah IPO dan resmi melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026.
Sebelum IPO, SpaceX dikenal sebagai salah satu perusahaan swasta paling bernilai di dunia. Perusahaan kemudian menawarkan sekitar 555,6 juta saham kepada publik dengan harga IPO US$135 per saham.
Debut ini menjadi tonggak penting karena membuka akses yang lebih luas bagi investor publik untuk membeli saham perusahaan yang memiliki bisnis di bidang:
- peluncuran roket;
- teknologi antariksa;
- internet satelit melalui Starlink;
- pengembangan infrastruktur luar angkasa;
- serta teknologi terkait space economy.
Apa Kode Saham atau Ticker SpaceX?
Kode saham atau ticker SpaceX adalah SPCX.
Saham SpaceX diperdagangkan di Nasdaq, salah satu bursa saham terbesar di Amerika Serikat. Ticker SPCX digunakan investor untuk mencari dan memantau pergerakan saham SpaceX setelah perusahaan melantai di pasar publik.
Saat mencari sahamnya di aplikasi investasi, investor dapat menggunakan:
Nama perusahaan: SpaceX
Ticker: SPCX
Bursa: Nasdaq
Namun, pastikan ticker tersebut tersedia pada platform investasi yang digunakan sebelum melakukan transaksi.
Baca juga: 7 Saham Amerika Sektor Energi yang Layak Dipertimbangkan
Cara Beli Saham SpaceX dari Indonesia

Setelah SpaceX resmi menjadi perusahaan publik, investor Indonesia dapat mencari saham SPCX melalui platform yang menyediakan akses ke pasar saham Amerika.
Secara umum, berikut cara membeli saham SpaceX dari Indonesia.
1. Gunakan Platform Saham Amerika
Langkah pertama adalah menggunakan aplikasi atau platform yang menyediakan akses ke saham perusahaan Amerika Serikat.
Salah satu platform yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi saham Amerika adalah Nanovest. Nanovest menyediakan akses ke saham-saham yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat, termasuk Nasdaq dan NYSE, dengan transaksi menggunakan Rupiah.
Sebelum membeli SPCX, cek terlebih dahulu apakah saham tersebut sudah tersedia di aplikasi.
2. Registrasi dan Selesaikan KYC
Setelah membuat akun, investor perlu menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).
Proses ini dilakukan untuk verifikasi identitas sebelum pengguna dapat mengakses layanan investasi.
Nanovest menjelaskan bahwa proses KYC dapat dilakukan secara online menggunakan dokumen identitas yang diperlukan.
3. Top Up Saldo
Setelah akun dan proses verifikasi siap, lakukan top up saldo sesuai nominal investasi yang ingin digunakan.
Nanovest menyediakan akses investasi saham Amerika mulai dari Rp5.000, sehingga investor tidak harus selalu menyiapkan dana sebesar harga satu saham penuh.
4. Cari Saham SpaceX dengan Ticker SPCX
Masuk ke fitur saham Amerika, lalu gunakan kolom pencarian untuk mencari:
SPCX
Pastikan informasi yang muncul benar-benar merujuk pada saham SpaceX yang diperdagangkan di Nasdaq.
5. Tentukan Nominal Pembelian
Investor dapat menentukan nominal dana yang ingin digunakan sesuai ketentuan platform.
Dengan fitur fractional shares atau saham pecahan, investor dapat membeli sebagian kecil saham tanpa harus membeli satu saham penuh. Nanovest menyebut saham Amerika di platformnya dapat dibeli secara fraksional mulai dari Rp5.000.
6. Konfirmasi Pembelian dan Pantau Portofolio
Sebelum menyelesaikan transaksi, periksa kembali:
- ticker saham;
- nominal pembelian;
- harga;
- biaya yang berlaku;
- dan detail transaksi lainnya.
Setelah transaksi dilakukan, investor dapat memantau pergerakan saham melalui portofolio.
Beli Saham SpaceX di Mana?
Investor yang ingin membeli saham SpaceX perlu menggunakan broker atau aplikasi investasi yang menyediakan akses ke saham Amerika dan memiliki saham SPCX dalam daftar asetnya.
Untuk investor Indonesia, aplikasi saham Amerika, Nanovest menyediakan akses ke lebih dari 2.000 saham Amerika dan pembelian saham secara fraksional mulai dari Rp5.000. Namun, daftar saham yang tersedia dapat berubah, sehingga investor perlu mengecek aplikasi secara langsung untuk memastikan ketersediaan SPCX.
Berapa Modal untuk Membeli Saham SpaceX?
Modal yang dibutuhkan untuk membeli saham SpaceX dapat bergantung pada:
- harga saham SPCX saat transaksi dilakukan;
- nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah;
- ketentuan minimum pembelian platform;
- dan apakah pembelian saham pecahan tersedia.
Di Nanovest, investor dapat membeli saham Amerika secara fraksional dengan minimum transaksi mulai dari Rp5.000. Artinya, investor tidak selalu harus membeli satu saham SPCX secara penuh.
Namun, perlu diperhatikan bahwa modal minimum transaksi tidak sama dengan harga saham SpaceX. Nilai investasi dan jumlah pecahan saham yang diperoleh akan mengikuti harga pasar saat pembelian.
Saham SpaceX Asli vs Tokenized Stock: Apa Bedanya?
Sebelum SpaceX IPO, sebagian investor mungkin menemukan produk yang memberikan eksposur terhadap SpaceX melalui mekanisme selain pembelian saham publik secara langsung.
Sekarang, SpaceX telah menjadi perusahaan publik dengan ticker SPCX. Karena itu, investor perlu memahami perbedaan antara saham asli dan tokenized stock.
Saham Asli
Saham asli merupakan kepemilikan ekuitas perusahaan yang diperdagangkan di pasar saham.
Pada layanan saham Amerika Nanovest, produk yang ditawarkan berupa saham asli berdasarkan ekuitas terdaftar yang diperdagangkan di pasar Amerika Serikat. Nanovest juga menjelaskan bahwa investor membeli saham asli, bukan CFD.
Tokenized Stock
Tokenized stock merupakan instrumen digital yang dapat dirancang untuk memberikan eksposur terhadap harga saham atau aset tertentu.
Namun, struktur produk tokenized stock dapat berbeda-beda. Investor perlu mengecek:
- siapa penerbit produk;
- apakah token benar-benar didukung aset;
- apakah investor memperoleh kepemilikan saham;
- bagaimana mekanisme harga;
- bagaimana hak atas dividen;
- dan risiko platform atau penerbit.
Karena itu, jangan hanya membeli instrumen berdasarkan nama “SpaceX” tanpa memahami bentuk aset yang sebenarnya.
Harga IPO dan Performa Saham SpaceX
SpaceX menetapkan harga IPO sebesar US$135 per saham menjelang debutnya di Nasdaq pada 12 Juni 2026.
Setelah IPO, pergerakan saham SPCX menunjukkan bahwa saham baru tidak selalu bergerak naik secara konsisten.
Pada 11 Agustus 2026, Nanovest melaporkan saham SpaceX kembali menembus US$135 setelah sebelumnya mengalami tekanan selama sekitar satu bulan. Pada perdagangan 10 Agustus, SPCX ditutup di sekitar US$138,74.
Sebelumnya, saham SpaceX juga dilaporkan sempat mengalami tekanan setelah IPO, dengan isu valuasi tinggi, belanja modal, serta berakhirnya masa lock-up menjadi perhatian investor.
Hal ini menunjukkan pentingnya memahami risiko volatilitas sebelum membeli saham SpaceX.
Baca juga: Cara Beli Saham NVIDIA (NVDA) di Indonesia (2026)
Apa Risiko Membeli Saham SpaceX?
Popularitas SpaceX dan nama Elon Musk tidak berarti saham SPCX bebas risiko.
Berikut beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan.
1. Risiko Volatilitas Harga
Sebagai saham yang relatif baru melantai di pasar publik, SpaceX dapat mengalami pergerakan harga yang signifikan.
Setelah IPO, saham SPCX sempat mengalami tekanan dan bergerak di bawah harga IPO sebelum kemudian menunjukkan rebound.
2. Risiko Valuasi Tinggi
SpaceX melantai dengan valuasi sekitar US$1,8 triliun. Valuasi besar tersebut membuat pasar memiliki ekspektasi tinggi terhadap pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Jika kinerja perusahaan tidak memenuhi ekspektasi pasar, harga saham dapat mengalami tekanan.
Update Terbaru Saham Amerika
Ikuti berita terbaru SpaceX, Nvidia, Apple, dan saham AS lainnya.
3. Risiko Belanja Modal
SpaceX membutuhkan investasi besar untuk mendukung berbagai proyek dan ekspansi bisnis, termasuk teknologi satelit, infrastruktur antariksa, serta proyek teknologi lainnya.
Investor perlu memperhatikan dampak belanja modal terhadap arus kas dan profitabilitas perusahaan.
4. Risiko Lock-Up
Berakhirnya periode lock-up dapat meningkatkan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan.
Peningkatan jumlah saham yang dapat dijual berpotensi menambah volatilitas, terutama jika investor awal memilih merealisasikan keuntungan atau mengurangi kepemilikan.
5. Risiko Nilai Tukar
Bagi investor Indonesia, investasi saham Amerika juga memiliki risiko perubahan nilai tukar USD/IDR.
Perubahan kurs dapat memengaruhi nilai investasi ketika dikonversi kembali ke Rupiah.
Kenapa Saham SpaceX Menarik Perhatian Investor?
Ada beberapa alasan mengapa IPO SpaceX menjadi perhatian besar.
Starlink sebagai Mesin Pertumbuhan
Starlink menjadi salah satu bisnis utama yang terus diperhatikan investor karena menyediakan layanan internet berbasis satelit.
Pertumbuhan bisnis satelit dapat menjadi salah satu faktor penting dalam prospek jangka panjang SpaceX.
Posisi di Industri Space Economy
IPO SpaceX juga meningkatkan perhatian pasar terhadap industri space economy, yaitu aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan teknologi dan layanan antariksa.
Setelah IPO, SpaceX bahkan dilaporkan mulai masuk ke hampir 200 ETF dalam beberapa minggu pertama, yang menunjukkan meningkatnya perhatian investor institusional terhadap perusahaan dan sektor antariksa.
Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang
Investor juga memperhatikan potensi pertumbuhan bisnis SpaceX dari berbagai segmen, termasuk:
- layanan internet satelit;
- peluncuran komersial;
- teknologi roket;
- infrastruktur digital;
- dan pengembangan industri antariksa.
Meski demikian, potensi pertumbuhan jangka panjang tetap harus diimbangi dengan analisis terhadap valuasi dan risiko bisnis.
Cara Investasi Saham Amerika melalui Nanovest
Bagi investor Indonesia yang ingin mengeksplorasi saham Amerika, Nanovest menyediakan akses ke saham yang diperdagangkan di berbagai bursa Amerika Serikat.
Beberapa keunggulan yang tersedia antara lain:
- transaksi saham Amerika menggunakan Rupiah;
- mulai investasi dari Rp5.000;
- pembelian saham secara pecahan;
- akses ke ribuan saham Amerika;
- dan kemudahan memantau pasar melalui aplikasi.
Investor tetap perlu melakukan riset terhadap setiap saham sebelum membeli, termasuk mengecek ketersediaan saham SpaceX atau SPCX di aplikasi.
FAQ
Apakah saham SpaceX sudah bisa dibeli?
Ya. SpaceX telah resmi menjadi perusahaan publik dan melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026. Ketersediaan saham SPCX tetap perlu dicek pada broker atau platform investasi yang digunakan.
Apakah SpaceX sudah IPO?
Ya. SpaceX melakukan IPO dengan harga US$135 per saham dan resmi melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026.
Apa kode saham SpaceX?
Kode saham atau ticker SpaceX adalah SPCX.
Beli saham SpaceX di mana?
Saham SpaceX dapat dicari melalui broker atau platform yang menyediakan akses ke saham Amerika dan memiliki SPCX dalam daftar saham yang tersedia. Investor dapat mengecek daftar saham Amerika melalui aplikasi Nanovest.
Berapa modal untuk membeli saham SpaceX?
Modal bergantung pada harga saham SPCX dan ketentuan platform. Di Nanovest, saham Amerika dapat dibeli secara fraksional mulai dari Rp5.000.
Apakah saham SpaceX di Nanovest merupakan saham asli?
Nanovest menjelaskan bahwa layanan saham Amerikanya menawarkan saham asli berdasarkan ekuitas terdaftar yang diperdagangkan di pasar Amerika Serikat, bukan CFD.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Harga saham dapat berfluktuasi dan investasi mengandung risiko. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.






