Teknologi mRNA kembali menjadi perhatian Wall Street, kali ini bukan karena vaksin penyakit menular. Moderna (MRNA) dan Merck (MRK) mengumumkan hasil awal positif dari uji klinis Fase 3 vaksin kanker personalisasi untuk melanoma, membawa terapi tersebut selangkah lebih dekat menuju potensi pengajuan persetujuan regulator.
Kombinasi vaksin eksperimental berbasis mRNA milik Moderna dengan imunoterapi Keytruda dari Merck berhasil mencapai tujuan utama penelitian pada lebih dari 1.100 pasien melanoma berisiko tinggi atau stadium lanjut yang tumornya telah diangkat sepenuhnya melalui operasi.
Pasar merespons dengan sangat agresif. Saham Moderna melonjak sekitar 177% pada Rabu (19/8) dan mencapai level tertinggi sejak 2023. Saham Merck juga naik lebih dari 12% setelah hasil penelitian diumumkan.
Lonjakan Moderna bahkan ikut mengangkat sektor kesehatan AS di tengah perdagangan Wall Street yang secara keseluruhan hanya menguat tipis.
Vaksin Kanker Capai Target Utama Uji Fase 3
Hasil Fase 3 menunjukkan kombinasi vaksin kanker Moderna dan Keytruda secara signifikan memperpanjang waktu hidup pasien tanpa mengalami kekambuhan melanoma dibandingkan penggunaan Keytruda saja.
Terapi tersebut juga mengurangi risiko kanker menyebar ke bagian tubuh yang jauh. Hasil ini memperkuat data positif dari uji Fase 2 sebelumnya dan menjadi perkembangan penting karena melanoma merupakan bentuk kanker kulit yang paling mematikan, meskipun hanya menyumbang sekitar 1% dari keseluruhan kasus kanker kulit.
Pendekatan Moderna dan Merck berbeda dari vaksin konvensional. Setiap vaksin dibuat secara personal berdasarkan mutasi spesifik pada tumor masing-masing pasien.
Secara sederhana, vaksin tersebut dirancang untuk melatih sistem kekebalan agar mengenali penanda unik dari sel kanker pasien. Respons tersebut kemudian dikombinasikan dengan Keytruda, yang membantu sistem imun menyerang sel kanker dengan lebih efektif.
Studi masih berlangsung untuk mengevaluasi indikator lain, termasuk overall survival atau kemampuan terapi memperpanjang kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan. Moderna dan Merck berencana mempresentasikan data lebih lengkap pada pertemuan medis internasional mendatang.
MRNA Meroket 177%, Pasar Melihat Peluang Lebih Besar
Besarnya respons saham Moderna menunjukkan bahwa investor tidak hanya melihat hasil tersebut sebagai kemajuan untuk satu terapi melanoma.
Saham MRNA ditutup melonjak sekitar 176,97%, sementara kapitalisasi pasar perusahaan berada di kisaran US$25 miliar sebelum lonjakan tersebut. Sebagai perbandingan, Merck memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$333 miliar sehingga respons sahamnya lebih moderat meskipun sama-sama mendapatkan katalis positif.
Bagi Moderna, hasil Fase 3 ini menjadi penting karena dapat memperluas penggunaan teknologi mRNA yang selama ini identik dengan vaksin Covid-19 menuju pengobatan kanker yang dipersonalisasi.
Potensinya juga tidak berhenti pada melanoma. Moderna dan Merck tengah menguji pendekatan serupa terhadap beberapa jenis tumor lain, termasuk kanker paru-paru non-sel kecil, kanker kandung kemih, dan karsinoma sel ginjal.
Dengan demikian, keberhasilan pada melanoma dapat menjadi validasi awal bahwa platform tersebut berpotensi diterapkan lebih luas. Namun, efektivitas pada jenis kanker lain tetap harus dibuktikan melalui masing-masing uji klinis.
Persetujuan Regulator Jadi Tahap Berikutnya
Meski hasil Fase 3 menjadi tonggak penting, vaksin kanker Moderna dan Merck belum mendapatkan persetujuan untuk dipasarkan.
Kedua perusahaan diperkirakan mulai berdiskusi dengan regulator mengenai data efektivitas dan keamanan dalam beberapa bulan mendatang. Belum ada jadwal resmi mengenai kapan permohonan persetujuan di Amerika Serikat akan diajukan.
Investor juga masih perlu menunggu data lengkap dari penelitian, termasuk hasil overall survival. Faktor keamanan, proses manufaktur vaksin yang harus dipersonalisasi untuk setiap pasien, hingga potensi penggunaannya pada jenis kanker lain akan menentukan seberapa besar peluang komersial terapi tersebut.
Bagi Moderna, perkembangan ini sekaligus menjadi ujian penting bagi strategi perusahaan memperluas teknologi mRNA ke luar vaksin penyakit menular. Sementara bagi Merck, terapi tersebut berpotensi memperkuat ekosistem Keytruda dengan pendekatan kanker personalisasi baru.
Setelah saham MRNA melonjak 177% hanya dalam satu sesi, perhatian berikutnya akan bergeser dari euforia hasil uji klinis menuju data lengkap, proses regulasi, dan kemampuan Moderna-Merck membuktikan bahwa teknologi tersebut dapat berkembang menjadi platform terapi kanker yang lebih luas.
Pantau Peluang di Saham Healthcare AS
Hasil uji klinis dapat menjadi katalis besar bagi saham bioteknologi dan farmasi. Pantau saham AS melalui Nanovest dan ikuti perkembangan healthcare, earnings, serta Wall Street terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- CNBC: Cancer vaccine from Moderna, Merck shows promise in late-stage trial; both stocks soar
- Yahoo Finance: Stock market today: Dow, S&P 500, Nasdaq snap 3-day losing streak as bonds rally, Moderna skyrockets






