General Motors (GM) bersiap kembali memperluas pilihan kendaraan hybrid di Amerika Serikat setelah menghabiskan sebagian besar dekade ini dengan fokus pada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Perubahan strategi tersebut terjadi ketika penjualan hybrid AS terus meningkat, sementara permintaan kendaraan listrik penuh melambat. GM mengonfirmasi bahwa hybrid kini menjadi bagian dari rencana produknya, meskipun perusahaan belum mengungkap model maupun jadwal peluncurannya.
Langkah tersebut menandai perubahan penting bagi GM. Saat ini, perusahaan hanya menawarkan satu kendaraan hybrid dalam lini produknya, yaitu Chevrolet Corvette, setelah sebelumnya menghentikan Chevrolet Volt plug-in hybrid pada 2019.
Penjualan Hybrid AS Naik 23%
Perubahan arah GM mengikuti pergeseran permintaan di pasar otomotif AS. Berdasarkan data Cox Automotive, penjualan kendaraan hybrid pada kuartal II 2026 tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hybrid mencapai rekor 16,3% dari total penjualan kendaraan AS sepanjang April hingga Juni, sementara kendaraan listrik penuh menyumbang sekitar 5,8% pada periode yang sama. Crossover/SUV kompak dan kendaraan berukuran menengah menjadi segmen dengan pertumbuhan hybrid paling cepat.
Hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik dan baterai sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal. Sementara itu, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) menggunakan baterai lebih besar yang dapat diisi ulang dan memungkinkan kendaraan menempuh jarak tertentu hanya menggunakan tenaga listrik sebelum mesin pembakaran digunakan.
Kenaikan permintaan tersebut terjadi ketika harga bensin meningkat dan penjualan EV penuh melemah. Kondisi ini membuat produsen otomotif menawarkan lebih banyak pilihan powertrain dibandingkan hanya mengandalkan kendaraan bermesin konvensional atau EV penuh.
GM Bisa Mulai Jual PHEV pada 2027-2028
GM belum mengumumkan kapan model hybrid barunya akan masuk pasar. Namun, perusahaan sebelumnya telah menyatakan akan mempelajari baik hybrid konvensional maupun PHEV untuk jajaran produknya di AS.
Pada pertengahan 2024, GM sempat mengumumkan rencana memperkenalkan PHEV pada 2027. AutoForecast Solutions kini memperkirakan perusahaan dapat mulai menawarkan PHEV sekitar akhir 2027 hingga awal 2028, dengan jangkauan listrik sekitar 70 mil dan kemungkinan mencakup sejumlah model dari Equinox hingga Silverado. Proyeksi tersebut berasal dari perusahaan konsultan dan belum menjadi jadwal resmi GM.
GM juga berencana menggunakan kombinasi teknologi yang dikembangkan secara internal dan komponen dari pemasok eksternal. Pemilihannya akan bergantung pada biaya, segmen kendaraan, dan kebutuhan masing-masing produk.
Pendekatan tersebut berbeda dengan strategi GM selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan sebelumnya lebih banyak mengalokasikan sumber daya untuk kendaraan listrik penuh dan relatif tidak aktif di pasar hybrid. Meski kini memperluas pilihan teknologi, GM tetap mempertahankan kendaraan listrik penuh sebagai tujuan jangka panjangnya.
Hybrid Jadi Jalan Tengah Strategi Elektrifikasi GM
Kembalinya GM ke hybrid menunjukkan bahwa transisi industri otomotif menuju elektrifikasi tidak berjalan melalui satu jenis teknologi saja. Perusahaan kini harus menyesuaikan portofolionya dengan permintaan konsumen sambil tetap menjalankan investasi EV jangka panjang.
GM juga bukan satu-satunya produsen AS yang menambah pilihan hybrid. Ford dan Stellantis telah memanfaatkan pemasok eksternal untuk mempercepat pengembangan kendaraan hybrid, sementara semakin banyak model hybrid memasuki pasar AS.
Namun, hybrid juga membawa tantangan tersendiri. Kombinasi mesin pembakaran, motor listrik, dan baterai menambah kompleksitas serta biaya kendaraan. Faktor tersebut sebelumnya menjadi salah satu alasan GM tidak terlalu agresif mengembangkan hybrid. Kenaikan penjualan saat ini menunjukkan konsumen tetap bersedia memilih teknologi tersebut meskipun memiliki sistem penggerak yang lebih kompleks.
Bagi investor, jadwal peluncuran model hybrid, perkembangan penjualan EV, biaya pengembangan, serta respons konsumen terhadap portofolio baru GM menjadi sejumlah indikator yang dapat diperhatikan. Strategi hybrid dapat memperluas pilihan produk GM dalam jangka menengah, sementara perusahaan tetap mengejar tujuan elektrifikasi jangka panjang.
Strategi GM Mulai Bergeser ke Hybrid
Permintaan hybrid AS terus meningkat saat penjualan EV melambat. Pantau GM dan saham otomotif AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: GM says hybrid vehicles are coming: ‘We’re not tone deaf to our customers’
- Quartz: GM is planning hybrids for its U.S. lineup as EV sales slow






