Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada September mulai kehilangan momentum. Goldman Sachs (GS) menilai peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga bulan depan kini sangat kecil setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan pelemahan.
Perubahan ekspektasi ini muncul setelah data pasar tenaga kerja melemah, inflasi mulai mendingin, dan penjualan ritel lebih rendah. Kombinasi tersebut memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Bagi pasar kripto, perubahan arah ekspektasi kebijakan moneter AS ikut menjadi perhatian. Bitcoin (BTC) kerap dikaitkan dengan perubahan likuiditas dan selera investor terhadap aset berisiko. Namun, pergerakan BTC setelah keputusan The Fed menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu berjalan sesuai teori.
Peluang Rate Hike September Turun Tajam
Chief Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, mengungkapkan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga pada September saat ini “sangat kecil”. Menurutnya, adanya penurunan dalam data ketenagakerjaan, inflasi yang mulai mendingin, dan penjualan ritel yang lebih rendah memberikan The Fed memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga.
Data dari CME FedWatch menunjukkan peluang suku bunga bertahan di angka 3,50%-3,75% mencapai 69,4%. Sementara itu, peluang kenaikan 25 basis poin turun menjadi 30,6%, dari 52,2% sepekan sebelumnya.
The Fed sendiri mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli, memperpanjang periode tanpa perubahan menjadi lima pertemuan berturut-turut. Goldman Sachs memperkirakan langkah berikutnya justru dapat berupa pemangkasan suku bunga pada akhir 2026, dengan Desember sebagai salah satu kemungkinan waktunya.
Pergeseran tersebut membuat perhatian pasar kini beralih dari pertanyaan apakah The Fed masih perlu menaikkan suku bunga menjadi seberapa lama bank sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.
Bagaimana Dampaknya terhadap Bitcoin?
Secara teori, periode kenaikan suku bunga secara historis tidak selalu berdampak positif bagi Bitcoin. Namun, hubungan antara kebijakan The Fed dan pergerakan Bitcoin tidak selalu sederhana.
Penelitian Federal Reserve Bank of New York mengenai pergerakan Bitcoin di sekitar pengumuman kebijakan moneter dan data ekonomi menemukan bahwa BTC tidak menunjukkan respons signifikan terhadap kejutan perubahan target suku bunga The Fed. Dari sejumlah indikator yang diteliti, inflasi justru menjadi salah satu data yang menunjukkan pengaruh lebih signifikan terhadap Bitcoin.
Riwayat pergerakan BTC juga memberikan hasil yang beragam. Pada 2019, Bitcoin sempat mencatat kenaikan sekitar 170% selama periode kenaikan suku bunga. Setelah The Fed memangkas suku bunga pada Juli tahun tersebut, BTC naik sekitar 19% dalam sepekan, tetapi kemudian bergerak mendatar sebelum kembali melemah.
Artinya, arah suku bunga memang dapat memengaruhi kondisi likuiditas, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga Bitcoin.
Bagaimana Dampaknya terhadap Bitcoin?
Pola yang terlihat sepanjang 2026 bahkan menunjukkan hasil yang cukup kontras dengan anggapan bahwa kebijakan The Fed yang lebih longgar otomatis positif bagi Bitcoin.
Bitcoin tercatat melemah setelah delapan dari sembilan keputusan terakhir The Fed, dengan penurunan rata-rata sekitar 11% dalam sepekan setelah keputusan. Setiap keputusan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini juga diikuti pelemahan BTC.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.600, naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Menyusutnya ekspektasi kenaikan suku bunga dapat mengurangi salah satu tekanan makro terhadap aset berisiko, tetapi belum tentu cukup untuk menjadi katalis reli Bitcoin.
Pertemuan The Fed pada September karena itu tetap menjadi agenda penting bagi pasar kripto. Investor tidak hanya akan memperhatikan keputusan suku bunga, tetapi juga data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta sinyal mengenai arah kebijakan berikutnya.
Jika data ekonomi terus melemah dan inflasi mereda, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga pada akhir tahun dapat semakin menguat. Namun, riwayat pergerakan Bitcoin menunjukkan bahwa respons BTC terhadap perubahan kebijakan moneter tetap dapat berbeda dari ekspektasi pasar.
Baca berita lainnya terkait perkembangan aset Bitcoin di halaman ini.
Pantau Bitcoin Jelang Keputusan The Fed
Arah suku bunga AS dapat ikut memengaruhi sentimen pasar kripto. Pantau pergerakan Bitcoin melalui Nanovest dan ikuti perkembangan The Fed, ekonomi AS, serta pasar kripto lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Goldman Sachs Says Rate Hike ‘Unlikely’ In September – Would It Be Good For Bitcoin?






