Ketika mendengar Nike, Levi’s, Coach, atau Michael Kors, kebanyakan orang langsung membayangkan sepatu, celana jeans, dan tas yang mereka jual. Namun, sejumlah brand fashion terkenal di dunia tersebut juga terhubung dengan perusahaan publik yang sahamnya dapat dibeli investor.
Artinya, kamu tidak hanya bisa menjadi konsumen yang membeli produknya. Melalui saham perusahaan pemiliknya, kamu juga bisa memiliki sebagian kecil dari bisnis di balik brand tersebut.
Hal penting yang perlu dipahami adalah nama brand dan nama perusahaan di bursa tidak selalu sama. Saham Coach, misalnya, diperdagangkan melalui perusahaan induknya, Tapestry, dengan kode saham TPR. Sementara itu, saham Vans dibeli melalui VF Corporation dengan kode VFC.
Berikut 10 brand fashion terkenal di dunia, produk ikoniknya, perusahaan pemilik, dan kode saham yang dapat dicari investor.
Daftar Brand Fashion Terkenal dan Kode Sahamnya
| Brand | Perusahaan pemilik | Kode saham | Bursa |
|---|---|---|---|
| Nike | NIKE, Inc. | NKE | NYSE |
| Ralph Lauren | Ralph Lauren Corporation | RL | NYSE |
| Levi’s | Levi Strauss & Co. | LEVI | NYSE |
| Coach | Tapestry, Inc. | TPR | NYSE |
| Michael Kors | Capri Holdings Limited | CPRI | NYSE |
| Vans | VF Corporation | VFC | NYSE |
| HOKA | Deckers Outdoor Corporation | DECK | NYSE |
| lululemon | lululemon athletica inc. | LULU | Nasdaq |
| On | On Holding AG | ONON | NYSE |
| Crocs | Crocs, Inc. | CROX | Nasdaq |
Mengapa Louis Vuitton, Gucci, Zara, dan Brand Terkenal Lainnya Tidak Masuk Daftar?
Tidak semua brand fashion terkenal mempunyai saham yang tercatat langsung di bursa Amerika Serikat. Beberapa brand dimiliki perusahaan privat, sedangkan lainnya berada di bawah perusahaan publik yang saham utamanya diperdagangkan di bursa Eropa atau Asia.
Contohnya:
- Louis Vuitton dan Dior berada di bawah LVMH yang saham utamanya tercatat di Euronext Paris.
- Gucci dan Balenciaga dimiliki Kering yang sahamnya tercatat di Euronext Paris.
- Zara dimiliki Inditex yang tercatat di bursa Spanyol.
- Uniqlo dimiliki Fast Retailing yang sahamnya tercatat di Tokyo Stock Exchange.
- Adidas merupakan perusahaan publik yang saham utamanya tercatat di bursa Frankfurt.
- Prada tercatat di Hong Kong Stock Exchange.
- Hermès merupakan perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Euronext Paris.
- H&M tercatat di Nasdaq Stockholm.
- Chanel merupakan perusahaan privat sehingga sahamnya tidak diperdagangkan untuk investor publik.
Sebagian perusahaan luar AS tersebut mungkin mempunyai American Depositary Receipt atau ADR yang diperdagangkan di pasar AS, termasuk melalui pasar over-the-counter. Namun, ADR dan saham OTC berbeda dari saham yang tercatat langsung di NYSE atau Nasdaq serta belum tentu disediakan setiap platform investasi.
Karena artikel ini diarahkan untuk investor yang ingin mengakses saham AS melalui Nanovest, daftar utama difokuskan pada perusahaan yang kode sahamnya dapat ditemukan dalam daftar saham AS Nanovest. Inilah alasan daftar tersebut lebih banyak berisi brand asal Amerika serta kategori sportswear, sneakers, dan athleisure dibanding rumah mode luxury Eropa.
1. Nike
Nike merupakan salah satu brand olahraga dan fashion paling dikenal di dunia. Cikal bakal perusahaan ini adalah Blue Ribbon Sports, yang didirikan pada 1964 sebelum berkembang menggunakan nama Nike.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1964 sebagai Blue Ribbon Sports; nama Nike mulai digunakan pada awal 1970-an.
- Pendiri: Phil Knight dan Bill Bowerman.
- Kategori fashion: Sportswear, sneakers, pakaian olahraga, dan aksesori.
- Produk yang paling terkenal: Air Jordan, Air Force 1, Dunk, dan berbagai sepatu lari Nike.
- Alasan populer: Nike menggabungkan inovasi produk, desain yang mudah dikenali, pemasaran global, serta kerja sama dengan atlet dan figur budaya populer.
- Kelas harga: Menengah hingga premium, tergantung seri, teknologi, kelangkaan, dan kolaborasi.
- Perusahaan pemilik: NIKE, Inc.
- Kode saham:
NKEdi New York Stock Exchange (NYSE).
Phil Knight dan Bill Bowerman membentuk Blue Ribbon Sports pada 1964. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi NIKE, Inc. yang sahamnya diperdagangkan dengan ticker NKE.
2. Ralph Lauren
Ralph Lauren dikenal sebagai representasi gaya klasik Amerika. Identitas Polo yang kuat membuat produknya tetap mudah dikenali meskipun tren fashion terus berubah.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1967.
- Pendiri: Ralph Lauren.
- Kategori fashion: Premium lifestyle, pakaian, aksesori, fragrance, dan produk rumah.
- Produk yang paling terkenal: Polo shirt dengan logo pemain polo.
- Alasan populer: Brand ini berhasil membangun citra aspiratif, klasik, dan konsisten melalui desain serta gaya hidup khas Amerika.
- Kelas harga: Premium hingga luxury, bergantung pada lini produk seperti Polo Ralph Lauren atau Ralph Lauren Collection.
- Perusahaan pemilik: Ralph Lauren Corporation.
- Kode saham:
RLdi NYSE.
Ralph Lauren mendirikan perusahaan ini pada 1967. Bisnisnya kemudian berkembang dari produk fashion menjadi brand lifestyle premium yang juga menawarkan aksesori, fragrance, dan produk rumah.
3. Levi’s
Levi’s mempunyai hubungan sangat kuat dengan sejarah blue jeans. Produk 501 menjadi salah satu model jeans paling terkenal dan bertahan lintas generasi.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1853; blue jeans berpaku keling dipatenkan pada 1873.
- Pendiri: Levi Strauss. Pengembangan blue jeans berpaku keling dilakukan bersama penjahit Jacob Davis.
- Kategori fashion: Denim, pakaian kasual, jaket, dan aksesori.
- Produk yang paling terkenal: Levi’s 501 jeans dan Trucker Jacket.
- Alasan populer: Levi’s memiliki warisan panjang dalam budaya denim, produk ikonik, distribusi global, dan relevansi yang melintasi banyak generasi.
- Kelas harga: Menengah hingga premium; lini koleksi atau edisi khusus dapat berharga lebih tinggi.
- Perusahaan pemilik: Levi Strauss & Co.
- Kode saham:
LEVIdi NYSE.
Levi Strauss & Co. didirikan pada 1853. Levi Strauss dan Jacob Davis kemudian memperoleh paten untuk celana berpaku keling pada 1873.
4. Coach
Coach dikenal melalui tas kulit bergaya modern dengan posisi harga yang umumnya berada di bawah rumah mode ultra-luxury. Hal ini membuat Coach sering dikategorikan sebagai accessible luxury.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1941.
- Pendiri: Bermula dari workshop yang dijalankan enam perajin kulit di Manhattan; Miles dan Lillian Cahn kemudian berperan besar dalam mengembangkan bisnisnya.
- Kategori fashion: Tas, produk kulit, sepatu, pakaian, dan aksesori.
- Produk yang paling terkenal: Tas Coach Tabby, Rogue, dan koleksi signature canvas.
- Alasan populer: Coach memiliki warisan kerajinan kulit, desain New York yang kuat, produk berlogo khas, serta posisi harga yang lebih terjangkau dibanding banyak brand luxury Eropa.
- Kelas harga: Premium atau accessible luxury.
- Perusahaan pemilik: Tapestry, Inc., yang juga memiliki Kate Spade New York.
- Kode saham:
TPRdi NYSE.
Coach merupakan global fashion house yang didirikan di New York pada 1941. Investor membeli eksposur ke Coach melalui saham perusahaan induknya, bukan ticker terpisah bernama Coach.
5. Michael Kors
Michael Kors dikenal dengan gaya modern glamour yang banyak diterapkan pada tas, jam tangan, sepatu, dan ready-to-wear.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1981.
- Pendiri: Michael Kors.
- Kategori fashion: Luxury lifestyle, tas, aksesori, jam tangan, sepatu, dan pakaian.
- Produk yang paling terkenal: Tas Jet Set, Hamilton, dan berbagai jam tangan Michael Kors.
- Alasan populer: Brand ini menawarkan tampilan mewah yang mudah dipakai sehari-hari, distribusi global, identitas logo kuat, dan portofolio aksesori yang luas.
- Kelas harga: Premium hingga accessible luxury; lini Michael Kors Collection berada pada kelas lebih tinggi.
- Perusahaan pemilik: Capri Holdings Limited, yang juga menaungi Jimmy Choo.
- Kode saham:
CPRIdi NYSE.
Michael Kors didirikan di New York pada 1981 dan dikenal melalui pendekatan modern glamour terhadap American sportswear.
6. Vans
Vans berkembang dari sepatu skate California menjadi brand streetwear global. Desainnya sering digunakan bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari gaya kasual sehari-hari.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 1966.
- Pendiri: Paul Van Doren, Jim Van Doren, Gordon Lee, dan Serge Delia.
- Kategori fashion: Skate shoes, streetwear, pakaian, dan aksesori.
- Produk yang paling terkenal: Old Skool, Authentic, Classic Slip-On, Era, dan Sk8-Hi.
- Alasan populer: Vans terhubung kuat dengan budaya skateboard, musik, seni, dan streetwear serta memiliki desain klasik yang mudah dikenali.
- Kelas harga: Menengah; kolaborasi dan edisi khusus dapat masuk kelas premium.
- Perusahaan pemilik: VF Corporation, yang juga menaungi The North Face dan Timberland.
- Kode saham:
VFCdi NYSE.
Empat pendiri Vans membuka Van Doren Rubber Company di Anaheim pada 16 Maret 1966. Saat ini, Vans menjadi salah satu brand dalam portofolio VF Corporation.
7. HOKA
HOKA awalnya memperoleh perhatian dari pelari jarak jauh berkat sepatu dengan bantalan tebal. Kini desain tersebut telah berkembang menjadi tren global di kategori running dan lifestyle.
- Negara asal: Prancis; perusahaan induknya berbasis di Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 2009.
- Pendiri: Jean-Luc Diard dan Nicolas Mermoud.
- Kategori fashion: Sepatu lari, performance footwear, dan athleisure.
- Produk yang paling terkenal: HOKA Clifton, Bondi, Speedgoat, dan Mach.
- Alasan populer: HOKA menawarkan ciri visual berupa midsole tebal, bantalan nyaman, inovasi untuk pelari, serta perluasan penggunaan dari olahraga ke gaya hidup.
- Kelas harga: Premium.
- Perusahaan pemilik: Deckers Outdoor Corporation, yang juga memiliki UGG.
- Kode saham:
DECKdi NYSE.
HOKA diluncurkan pada 2009 oleh dua pelari dan dikenal melalui sepatu ringan dengan midsole ekstra tebal.
8. lululemon
lululemon ikut mendorong berkembangnya athleisure, yaitu pakaian olahraga yang juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
- Negara asal: Kanada.
- Tahun berdiri: 1998.
- Pendiri: Chip Wilson.
- Kategori fashion: Yoga apparel, activewear, athleisure, dan aksesori olahraga.
- Produk yang paling terkenal: Align Pants, Define Jacket, dan berbagai legging teknis.
- Alasan populer: lululemon membangun komunitas yang kuat, dikenal melalui material teknis, desain minimalis, kenyamanan, serta posisi premium di pasar activewear.
- Kelas harga: Premium.
- Perusahaan pemilik: lululemon athletica inc.
- Kode saham:
LULUdi Nasdaq.
lululemon didirikan Chip Wilson di Vancouver pada 1998 dan berawal sebagai brand pakaian atletik yang terinspirasi yoga.
9. On
On, yang sering dikenal sebagai On Running, tumbuh dari brand sepatu lari Swiss menjadi perusahaan sportswear premium global.
- Negara asal: Swiss.
- Tahun berdiri: 2010.
- Pendiri: Olivier Bernhard, David Allemann, dan Caspar Coppetti.
- Kategori fashion: Running shoes, sportswear, dan athleisure.
- Produk yang paling terkenal: Keluarga sepatu Cloud, termasuk Cloud 5, Cloudmonster, dan Cloudsurfer.
- Alasan populer: On mempunyai tampilan sol CloudTec yang khas, citra premium, inovasi performance, dan pertumbuhan awareness melalui atlet serta ekspansi global.
- Kelas harga: Premium.
- Perusahaan pemilik: On Holding AG.
- Kode saham:
ONONdi NYSE.
On dibangun oleh tiga co-founder pada 2010. Perusahaan induknya, On Holding AG, diperdagangkan dengan kode ONON di NYSE.
10. Crocs
Crocs berhasil mengubah clog berbahan foam yang semula dianggap tidak biasa menjadi ikon fashion kasual yang digunakan banyak kelompok konsumen.
- Negara asal: Amerika Serikat.
- Tahun berdiri: 2002.
- Pendiri: Scott Seamans, Lyndon Hanson, dan George Boedecker Jr.
- Kategori fashion: Casual footwear dan sandal.
- Produk yang paling terkenal: Classic Clog dan aksesori Jibbitz.
- Alasan populer: Bentuknya mudah dikenali, ringan, nyaman, dapat dipersonalisasi, serta sering hadir dalam kolaborasi dengan selebritas dan brand lain.
- Kelas harga: Menengah; produk kolaborasi atau edisi terbatas dapat lebih mahal.
- Perusahaan pemilik: Crocs, Inc., yang juga memiliki HEYDUDE.
- Kode saham:
CROXdi Nasdaq.
Crocs, Inc. merupakan perusahaan alas kaki kasual global yang tercatat di Nasdaq dengan ticker CROX.
Apa Hubungan Membeli Produk Fashion dengan Membeli Sahamnya?
Bayangkan sebuah toko fashion yang menjual sepatu kepada satu juta pelanggan.
Ketika kamu membeli sepasang sepatu, kamu menjadi konsumen. Kamu membayar produk, menggunakan sepatu tersebut, dan memperoleh manfaat dari desain serta fungsinya. Hubungan ekonomi kamu dengan perusahaan umumnya selesai setelah transaksi dan layanan purnajual.
Berbeda ketika kamu membeli saham perusahaan pemilik brand tersebut. Kamu membeli sebagian sangat kecil kepemilikan bisnisnya. Nilai investasimu kemudian dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan menjual produk, menjaga kekuatan brand, mengelola biaya, membuka pasar baru, menghasilkan laba, dan menghadapi pesaing.
Analogi sederhananya seperti ini:
- Membeli sepatu Nike berarti kamu membawa pulang produknya.
- Membeli saham
NKEberarti kamu mempunyai porsi kecil kepemilikan di NIKE, Inc. - Membeli tas Coach berarti kamu menjadi pelanggan Coach.
- Membeli saham
TPRberarti kamu memiliki eksposur terhadap Tapestry, perusahaan yang menaungi Coach dan Kate Spade New York.
Namun, membeli saham tidak berarti kamu memperoleh diskon produk, hak mengambil barang dari toko, atau kendali langsung atas perusahaan. Hak dan potensi hasil investor mengikuti jumlah saham yang dimiliki serta ketentuan perusahaan.
Apa Potensi Keuntungan Membeli Saham Perusahaan Fashion?
1. Potensi capital gain
Jika bisnis berkembang dan pasar menilai prospek perusahaan semakin baik, harga saham dapat meningkat. Investor berpotensi memperoleh capital gain ketika menjual saham di atas harga belinya. Sebaliknya, harga saham juga dapat turun dan menimbulkan kerugian.
2. Potensi dividen
Sebagian perusahaan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Namun, dividen tidak selalu dibagikan dan jumlahnya dapat berubah sesuai keputusan serta kondisi keuangan perusahaan.
3. Berinvestasi pada bisnis yang produknya dikenal
Mengenal produk dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bisnis. Investor dapat mengamati popularitas produk, antrean toko, respons terhadap koleksi baru, tren konsumen, dan kekuatan merek. Meski begitu, produk yang populer belum tentu membuat sahamnya otomatis layak dibeli.
4. Diversifikasi ke perusahaan global
Saham perusahaan fashion yang tercatat di bursa AS dapat menambah eksposur global dalam portofolio. Namun, investor Indonesia juga perlu memperhatikan risiko nilai tukar, kondisi ekonomi AS, dan dinamika industri fashion dunia.
5. Dapat dibeli dalam bentuk saham pecahan
Melalui fractional shares, investor tidak harus selalu membeli satu lembar saham penuh. Investor dapat membeli sebagian kecil saham berdasarkan nominal yang lebih terjangkau.
Keuntungan Praktis Membeli Saham Fashion AS di Nanovest
Investor Indonesia dapat mencari saham perusahaan di balik brand fashion tersebut melalui kode sahamnya di Nanovest. Berdasarkan informasi Nanovest, platform ini menyediakan akses ke lebih dari 2.000 saham AS dan mendukung pembelian saham fraksional mulai dari Rp5.000. Layanan saham AS difasilitasi melalui PT Nano Megang Futures menggunakan mekanisme Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN). (Nanovest)
Beberapa manfaat praktisnya antara lain:
- Bisa mulai dari nominal kecil. Saham pecahan membantu investor menyesuaikan pembelian dengan anggaran tanpa harus membeli satu lembar penuh.
- Banyak saham dalam satu aplikasi. Investor dapat mempelajari serta mengakses berbagai saham AS untuk membangun diversifikasi.
- Pencarian lebih mudah melalui ticker. Ketik
NKEuntuk Nike,TPRuntuk perusahaan pemilik Coach, atauVFCuntuk perusahaan pemilik Vans. - Dapat membangun portofolio bertahap. Investor bisa menggunakan strategi pembelian berkala sesuai rencana dan toleransi risiko, bukan membeli hanya karena sedang tren.
Sebelum membeli, pastikan nama perusahaan dan kode sahamnya sesuai. Jangan hanya mengandalkan nama brand karena sebuah perusahaan induk dapat mempunyai beberapa brand dengan kinerja yang berbeda.
Brand Terkenal Belum Tentu Sahamnya Pasti Menguntungkan
Kekuatan brand merupakan aset penting, tetapi bukan satu-satunya dasar analisis saham. Investor tetap perlu memeriksa:
- pertumbuhan pendapatan dan laba;
- margin keuntungan;
- jumlah persediaan dan tingkat diskon;
- utang serta arus kas;
- tren penjualan di berbagai wilayah;
- keberhasilan produk baru;
- valuasi saham;
- risiko perubahan tren konsumen dan persaingan.
Sebagai contoh, sebuah sneaker dapat viral tetapi belum tentu memberikan dampak besar terhadap keseluruhan pendapatan perusahaan. Sebaliknya, brand yang sedang kurang ramai di media sosial bisa saja mempunyai bisnis yang sehat, arus kas kuat, dan valuasi menarik.
Karena itu, gunakan kedekatan dengan brand sebagai awal untuk melakukan riset, bukan sebagai satu-satunya alasan membeli saham.
Kesimpulan
Nike, Ralph Lauren, Levi’s, Coach, Michael Kors, Vans, HOKA, lululemon, On, dan Crocs menunjukkan bahwa dunia fashion tidak hanya menawarkan produk untuk dikenakan. Di balik brand-brand tersebut terdapat perusahaan publik yang sahamnya dapat dipelajari dan dibeli investor.
Jika ingin berinvestasi, cari nama perusahaan induk dan kode saham yang benar. Di Nanovest, kamu dapat mengeksplorasi saham AS seperti NKE, RL, LEVI, TPR, CPRI, VFC, DECK, LULU, ONON, dan CROX, lalu mempelajari profil serta risikonya sebelum menentukan keputusan.
Popularitas merek dapat membantu perusahaan mempertahankan pelanggan, tetapi potensi keuntungan saham tetap ditentukan oleh kinerja bisnis, kondisi pasar, valuasi, dan harga pembelian. Lakukan riset mandiri, sesuaikan investasi dengan tujuan keuangan, dan gunakan uang dingin.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi atau nasihat finansial. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Seluruh keputusan investasi dan risikonya menjadi tanggung jawab investor.
FAQ
Apakah brand fashion mempunyai saham sendiri?
Tidak selalu. Beberapa brand, seperti Nike, berada di bawah perusahaan yang namanya mirip dengan mereknya. Brand seperti Coach, Vans, dan HOKA dimiliki perusahaan induk lain sehingga investor harus membeli saham perusahaan pemiliknya.
Apa kode saham Nike?
Kode saham NIKE, Inc. adalah NKE dan sahamnya tercatat di New York Stock Exchange.
Apa kode saham Coach?
Coach tidak mempunyai ticker terpisah. Brand tersebut dimiliki Tapestry, Inc. yang diperdagangkan di NYSE dengan kode TPR.
Apa kode saham Vans?
Vans dimiliki VF Corporation. Kode saham VF Corporation adalah VFC di NYSE.
Apa kode saham HOKA?
HOKA dimiliki Deckers Outdoor Corporation yang sahamnya diperdagangkan di NYSE dengan kode DECK.
Apakah saham brand fashion bisa dibeli mulai dari modal kecil?
Jika platform menyediakan fractional shares, investor dapat membeli sebagian kecil saham tanpa harus membeli satu lembar penuh. Nanovest menyatakan saham AS fraksional dapat diakses mulai dari Rp5.000, tetapi ketentuan dan ketersediaan aset perlu diperiksa kembali di aplikasi.
Apakah brand terkenal pasti menjadi saham yang bagus?
Tidak. Brand yang populer dapat memiliki bisnis yang kuat, tetapi investor tetap perlu menilai pertumbuhan, profitabilitas, utang, arus kas, valuasi, persaingan, dan risiko sebelum membeli sahamnya.






