Bukan earnings teknologi yang menjadi pusat perhatian Wall Street kali ini. Minyak, obligasi, dan kekuatan konsumen AS justru mengambil alih panggung.
Indeks utama AS menutup perdagangan Senin, 17 Agustus, di zona merah. S&P 500 turun 0,52%, Dow Jones melemah 0,51%, dan Nasdaq terkoreksi 0,31% ketika investor menghadapi kombinasi data retail sales Juli yang mengecewakan dan kenaikan harga minyak. Dari 11 sektor utama S&P 500, energi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir positif.
Tekanan belum berhenti pada Selasa pagi. Berakhirnya gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi. Brent bergerak di sekitar US$91 per barel, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,72% dan tenor 30 tahun menyentuh 5,32%. Kombinasi minyak dan yield yang tinggi membuat investor kembali berhitung soal inflasi, biaya pendanaan, dan valuasi saham.
Menariknya, data ekonomi yang lebih lemah belum otomatis membuat prospek suku bunga menjadi lebih sederhana. Survei Reuters pada 12-17 Agustus menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di 3,50%-3,75% hingga akhir 2026, dengan bank sentral berada di antara inflasi yang masih tinggi dan tanda-tanda perlambatan ekonomi.
Di sinilah fokus pekan ini bergeser ke sesuatu yang lebih dekat dengan ekonomi riil: seberapa kuat konsumen dan investasi korporasi AS sebenarnya?
Home Depot membuka rangkaian earnings ritel pada Selasa, disusul Target dan Lowe’s pada Rabu serta Walmart pada Kamis. Hasil mereka menjadi indikator penting setelah retail sales AS secara tak terduga melemah pada Juli. Untuk Home Depot sendiri, investor juga akan mencari petunjuk mengenai kondisi pasar perumahan dan permintaan proyek renovasi bernilai besar.
Sementara itu, investasi AI mulai menghasilkan efek yang semakin luas di luar saham semikonduktor. Permintaan listrik dari data center ikut membuka peluang bagi perusahaan industrial seperti Caterpillar melalui bisnis power generation. Goldman Sachs menawarkan angle berbeda: aktivitas pasar modal dan investment banking yang kembali kuat.
Dengan latar tersebut, Home Depot, Caterpillar, dan Goldman Sachs masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 18 Agustus 2026
1. Home Depot, Inc. (HD) —BUY
- Range Buy: Rp6.010.520
- Target Price 1: Rp6.264.396
- Target Price 2: Rp6.498.079
- Stop Loss: Rp5.598.399
Mengapa Menarik?
Home Depot sedang menghadapi lingkungan yang tidak mudah. Pasar perumahan AS yang lesu, tekanan biaya, serta kekhawatiran terhadap tarif membuat konsumen lebih berhati-hati melakukan renovasi bernilai besar. Menjelang laporan kuartal keduanya pada 18 Agustus, perhatian investor terutama tertuju pada kemampuan bisnis profesional (Pro) untuk mengimbangi lemahnya aktivitas perumahan.
Ketidakpastian jangka pendek juga bertambah setelah CEO Ted Decker mengambil cuti medis sementara. Selama periode tersebut, CFO Richard McPhail dan EVP Ann-Marie Campbell akan berbagi tanggung jawab kepemimpinan.
Namun, tekanan tersebut juga membuat potensi pemulihan HD menarik untuk diperhatikan. Fundamental perusahaan masih ditopang margin laba bersih sekitar 8,41% dan levered free cash flow sekitar US$10,13 miliar. Konsensus analis yang masih cenderung positif menunjukkan keyakinan bahwa normalisasi pasar perumahan dapat menjadi katalis berikutnya, meski timing pemulihannya masih menjadi risiko utama.
2. Caterpillar, Inc. (CAT) —BUY
- Range Buy: Rp15.635.820
- Target Price 1: Rp16.318.472
- Target Price 2: Rp17.090.295
- Stop Loss: Rp14.966.032
Mengapa Menarik?
Caterpillar tidak lagi hanya menawarkan eksposur terhadap konstruksi dan pertambangan. Ledakan pembangunan data center AI ikut memperbesar peluang bisnis power generation, karena fasilitas tersebut membutuhkan pasokan listrik dalam skala besar dan semakin banyak operator mencari solusi pembangkit di luar jaringan listrik konvensional.
Permintaan tersebut memperkuat bisnis power Caterpillar di tengah kinerja konstruksi yang juga masih solid. Perusahaan bahkan memperluas kapasitas produksi generator untuk menangkap kebutuhan data center yang terus tumbuh.
Eksposur terhadap konstruksi, energi, dan infrastruktur AI memberikan CAT beberapa sumber pertumbuhan sekaligus. Namun, setelah apresiasi saham yang kuat, valuasi premium membuat keberlanjutan pertumbuhan laba menjadi penting. Risiko tarif dan sifat siklikal bisnis industrial juga tetap perlu diperhatikan.
3. Goldman Sachs Group, Inc. (GS) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp18.683.778
- Target Price 1: Rp19.050.853
- Target Price 2: Rp19.382.650
- Stop Loss: Rp18.160.625
Mengapa Menarik?
Goldman Sachs memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kuat. Pada kuartal kedua, perusahaan membukukan net revenue US$20,34 miliar, laba bersih US$6,63 miliar, dan EPS US$20,98, dengan annualized ROE mencapai 23,5%.
Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan Goldman memanfaatkan meningkatnya aktivitas trading dan investment banking. Jika aktivitas M&A, underwriting, dan pasar modal tetap aktif, fee-based income berpotensi menjadi penopang pertumbuhan berikutnya.
Namun, karakter bisnis GS juga membuat kinerjanya sensitif terhadap kondisi pasar. Normalisasi volume trading atau perlambatan dealmaking dapat menahan pertumbuhan, terutama ketika valuasi saham sudah mencerminkan ekspektasi yang cukup tinggi.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| HD | Buy | Rp6.010.520 | Rp6.264.396 | Rp6.498.079 | Rp5.598.399 |
| CAT | Buy | Rp15.635.820 | Rp16.318.472 | Rp17.090.295 | Rp14.966.032 |
| GS | Spec. Buy | Rp18.683.778 | Rp19.050.853 | Rp19.382.650 | Rp18.160.625 |
Kesimpulan
Kenaikan minyak, yield Treasury yang tinggi, dan pelemahan retail sales membuat investor semakin selektif. HD menawarkan potensi pemulihan dari sektor perumahan, CAT mendapat katalis baru dari kebutuhan infrastruktur AI, sementara GS ditopang kuatnya aktivitas pasar modal. Ketiganya menawarkan angle berbeda untuk menghadapi kondisi pasar saat ini.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau HD, CAT, dan GS melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






