Bursa saham berjangka AS bergerak minim perubahan menjelang perdagangan Jumat, setelah lonjakan yield Treasury kembali menjadi salah satu tekanan utama bagi Wall Street.
Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1%, sejalan dengan Nasdaq-100 futures yang juga melemah 0,1%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 59 poin atau sekitar 0,1%. Pada perdagangan reguler Kamis, S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama ditutup relatif datar.
Pergerakan tersebut datang setelah yield Treasury 10 tahun menembus 5,2%, memperpanjang kenaikan tajam sepanjang pekan dan membawa imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level yang terakhir terlihat hampir dua dekade lalu.
Tekanan dari pasar obligasi kini menjadi perhatian karena yield yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan perusahaan sekaligus membuat obligasi relatif lebih menarik dibandingkan aset berisiko seperti saham. Dampaknya juga mulai terasa lebih luas pada biaya pinjaman rumah tangga AS.
Futures Bergerak Datar, Pasar Asia-Pasifik Bervariasi
Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1%, sejalan dengan Nasdaq-100 futures yang juga melemah 0,1%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 59 poin atau 0,1%. Pada perdagangan reguler Kamis, S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama ditutup mendatar.
Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,25% sementara Topix menguat 0,40%. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, justru melemah 0,48%. Pasar saham di China daratan dan Korea Selatan tutup karena hari libur, sementara indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 1,46%.
Yield Obligasi Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
Drama di pasar obligasi masih berlanjut. Yield Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,225% pada akhir perdagangan Kamis, level tertinggi sejak 2007, sementara yield tenor 30 tahun mencapai 5,502%.
Kenaikan yield sepanjang pekan ini didorong oleh komentar hawkish dari Gubernur The Federal Reserve, Michael Barr, tingginya harga energi akibat perang di Iran yang belum reda, serta data survei manajer pembelian (PMI) yang lebih panas dari perkiraan. Perdagangan kontrak berjangka suku bunga The Fed kini menunjukkan peluang sekitar 68% terjadinya kenaikan suku bunga pada Oktober mendatang, menurut CME FedWatch Tool.
Bunga KPR Melonjak Jelang Pemilu Paruh Waktu
Kenaikan yield obligasi turut merembet ke suku bunga pinjaman konsumen. Bunga KPR tetap 30 tahun, yang pergerakannya mengikuti yield obligasi 10 tahun, naik ke 7,45%, level tertinggi sejak 2024, membuat biaya pinjaman bagi konsumen AS berpotensi terus meningkat menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections).
Ekonom Morgan Stanley, Heather Berger, mencatat dalam nota kepada klien bahwa tren penurunan suku bunga kartu kredit dan pinjaman kendaraan yang berlangsung sejak pertengahan 2024 hingga awal 2026 kini telah berhenti, sementara suku bunga KPR justru kembali mengalami akselerasi kenaikan.
Berger memperkirakan tekanan ini akan menekan belanja masyarakat, terutama pada sektor barang, yang berkontribusi pada perlambatan sekitar 40 basis poin terhadap pertumbuhan konsumsi riil yang diproyeksikan tahun depan.
Dow Menuju Pekan Merah Keempat, Investor Tunggu Data Baru
Wall Street sejauh ini merespons kenaikan yield secara tidak merata. Dow Jones Industrial Average berada di jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut, turun sekitar 0,6% sepanjang pekan.
Sementara itu, S&P 500 masih menuju kenaikan mingguan sekitar 0,7%, sedangkan Nasdaq berada di jalur penguatan sekitar 1,6%. Perbedaan tersebut menunjukkan saham teknologi masih memberikan penopang bagi indeks yang lebih banyak memiliki eksposur ke sektor pertumbuhan, meskipun biaya modal terus meningkat.
Menjelang perdagangan Jumat, perhatian investor akan beralih ke data pesanan barang tahan lama atau durable goods serta sentimen konsumen University of Michigan. Data tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi permintaan dan ketahanan konsumen AS setelah biaya pinjaman kembali meningkat.
Pasar juga akan terus memantau pergerakan Treasury 10 tahun. Setelah menembus 5,2%, kelanjutan kenaikan yield berpotensi memperketat kondisi finansial tanpa harus menunggu perubahan suku bunga The Fed berikutnya.
Karena itu, arah yield, data ekonomi, harga energi, dan perubahan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi kombinasi utama yang perlu diperhatikan menjelang akhir pekan, terutama setelah Dow berada di jalur penurunan empat pekan berturut-turut sementara Nasdaq masih mampu mencatat kenaikan.
Yield Tembus 5,2%, Pantau Arah Wall Street
Treasury yield AS mencapai level tertinggi sejak 2007 dan biaya pinjaman kembali meningkat. Pantau saham AS dan perkembangan pasar global melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Stock futures are little changed as Dow heads for fourth straight losing week: Live updates — CNBC






