SpaceX (SPCX) kembali menjadi perhatian setelah Elon Musk menanggapi grafik yang memperlihatkan besarnya kontribusi perusahaan terhadap pengiriman muatan ke orbit.
SpaceX telah mengangkut sekitar 1.950 ton muatan sejak awal tahun. Angka yang bersumber dari pelacak independen OO Insights tersebut mewakili kurang lebih 80% dari total muatan global dalam pencatatannya.
Namun, angka ini perlu dibaca bersama definisi dan cakupan datanya. Besarnya muatan menunjukkan skala aktivitas peluncuran, sementara kontribusinya terhadap pendapatan bergantung pada tujuan penerbangan dan pelanggan yang dilayani.
SpaceX Mendominasi Estimasi Berat Muatan
OO Insights mencatat total sekitar 2.396 ton muatan dari 236 peluncuran berhasil sepanjang 2026 dalam pembaruan yang dirujuk artikel tersebut. Jika estimasi SpaceX sebesar 1.950 ton dibandingkan dengan total itu, porsinya sekitar 81,4%, atau dibulatkan menjadi sekitar 80%.
Menanggapi grafik tersebut di X pada 18 Oktober, Musk menyebut SpaceX sebagai sebuah “anomali dalam matriks”. Pernyataan itu merupakan respons terhadap perbandingan kapasitas angkut perusahaan dengan penyedia peluncuran lain.
Persentase tersebut tidak menunjukkan bahwa SpaceX menguasai 80% pendapatan industri antariksa. Muatan satelit yang berat dan banyak penerbangan untuk kebutuhan sendiri dapat memperbesar pangsa tonase tanpa menghasilkan proporsi pendapatan yang sama.
Definisi Muatan dan Cakupan Data Perlu Dibedakan
Dalam metodologi OO Insights, mass to orbit merujuk pada berat muatan seperti satelit, kapsul awak, dan kargo. Struktur roket, bahan bakar, serta tingkat atas roket tidak dihitung sebagai muatan.
Pelacak tersebut menggunakan data GCAT milik Jonathan McDowell. Pengelolanya menyebut pencatatan dapat tertinggal satu hingga dua pekan, sedangkan sebagian estimasi muatan masih dapat direvisi.
Ada pula perbedaan pencatatan yang perlu diperhatikan. Halaman pelacak memasukkan penerbangan Starship pada Mei dalam daftar muatan terbesar, sementara laporan resmi SpaceX menyebut penerbangan Starship pada bulan itu sebagai misi suborbital. Karena itu, estimasi pangsa 80% belum dapat diperlakukan sebagai angka final dengan cakupan yang sepenuhnya seragam.
Starlink Menyerap Sebagian Besar Kapasitas Internal
Data resmi SpaceX memberikan gambaran mengenai penggunaan kapasitas peluncurannya.
Pada semester I 2026, perusahaan melaporkan total muatan sebesar 1.041 ton menurut definisi operasionalnya. Sekitar 908 ton merupakan muatan internal, sedangkan muatan pelanggan mencapai 132 ton. Perbedaan kecil terhadap total berasal dari pembulatan.
Dengan angka tersebut, muatan internal menyumbang sekitar 87% dari total yang dilaporkan. SpaceX menjelaskan bahwa kapasitasnya terutama dialokasikan untuk pengembangan konstelasi Starlink.
Perusahaan juga menyatakan tidak mengakui pendapatan antarsegmen dari peluncuran konstelasi internal. Artinya, pengiriman satelit milik sendiri memperluas infrastruktur bisnis, tetapi tidak dicatat sebagai penjualan jasa peluncuran kepada pelanggan eksternal.
Skala Peluncuran Berbeda dari Hasil Keuangan
Pada kuartal II 2026, segmen Space membukukan pendapatan US$962 juta, naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, segmen ini mencatat rugi operasi US$542 juta seiring pengeluaran pengembangan, termasuk program Starship.
Sementara itu, segmen Connectivity, yang mencakup bisnis Starlink, menghasilkan pendapatan US$4,29 miliar dan laba operasi US$1,66 miliar.
Perbedaan hasil kedua segmen memperlihatkan bahwa kemampuan mengangkut muatan dan kemampuan menghasilkan laba merupakan ukuran yang berbeda. Peluncuran mendukung pembangunan jaringan, sedangkan pendapatan konektivitas diperoleh melalui layanan yang menggunakan jaringan tersebut.
Apa Kaitannya dengan Saham SPCX?
SpaceX mulai memperdagangkan saham kelas A di Nasdaq Global Select Market dan Nasdaq Texas pada 12 Juni 2026 dengan ticker SPCX, berdasarkan pengumuman resmi perusahaan.
Bagi pembaca yang mengikuti SPCX, data muatan membantu menjelaskan skala operasional perusahaan. Namun, laporan keuangan juga mencakup bisnis Connectivity dan kecerdasan buatan, sehingga saham SpaceX tidak hanya mencerminkan penjualan jasa roket.
Angka pangsa muatan perlu dibaca bersama pendapatan pelanggan, biaya pengembangan, kebutuhan investasi, dan hasil setiap segmen. Dominasi tonase merupakan informasi operasional; pengaruhnya terhadap laba dan valuasi tetap bergantung pada kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dari kapasitas tersebut.
SpaceX Dominasi Orbit, Bagaimana Prospek Sahamnya?
SpaceX disebut mengangkut sekitar 80% muatan orbit global, sementara Starlink terus menjadi bagian penting bisnisnya. Pantau pergerakan saham SPCX dan perkembangan perusahaan teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga berita industri antariksa, laporan keuangan, dan pasar global di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- SpaceX - Laporan Kuartal II 2026
- OO Insights - Mass to Orbit






