Satu hari setelah Treasury AS mencoba meredakan gejolak obligasi, Wall Street kembali mendapat pengingat bahwa yield tinggi belum benar-benar pergi.
Yield Treasury tenor 30 tahun kembali naik ke sekitar 5,25% pada Kamis, 20 Agustus, sedangkan tenor 10 tahun bergerak ke sekitar 4,70%. Kenaikan tersebut praktis menghapus sebagian besar penurunan yield yang terjadi setelah pemerintah AS mengumumkan perluasan buyback obligasi jangka panjang sehari sebelumnya.
Tekanan datang dari beberapa arah sekaligus. Harga minyak Brent naik sekitar 2% ke US$93,49 per barel di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pasokan dari kawasan Selat Hormuz. Pada saat yang sama, risalah rapat The Fed menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih membuka ruang untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap terlalu tinggi.
Wall Street pun kehilangan tenaga. Dow Jones turun 1,32%, S&P 500 melemah 0,87%, dan Nasdaq terkoreksi 1% pada perdagangan Kamis. Walmart ikut memperburuk sentimen setelah hasil kuartalannya mengecewakan dan sahamnya jatuh sekitar 9,2%, memberikan sinyal bahwa tekanan harga energi dan konsumen yang semakin berhati-hati mulai terasa di sektor ritel.
Namun, ada satu bagian pasar yang belum kehilangan ceritanya: AI.
Data Reuters menunjukkan laba agregat perusahaan S&P 500 pada kuartal kedua melonjak 52% YoY, dengan sektor teknologi mencatat kenaikan laba 74%. Bahkan setelah keuntungan investasi terkait AI dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan laba agregat masih mencapai sekitar 33%, tertinggi sejak 2021. Saham infrastruktur AI sendiri menyumbang sekitar sepertiga pertumbuhan EPS S&P 500 pada kuartal tersebut.
Artinya, perdebatan mengenai AI mulai bergeser. Investor tidak lagi hanya bertanya siapa yang mengeluarkan belanja modal terbesar, tetapi perusahaan mana yang benar-benar berada di jalur uang dari ekspansi tersebut. Di sinilah Marvell dan AMD menarik untuk dicermati melalui eksposur mereka terhadap custom silicon, data center, CPU server, dan akselerator AI.
McDonald’s membawa cerita berbeda. Ketika yield tinggi dan harga energi berpotensi menekan daya beli, kemampuan mempertahankan traffic melalui strategi value, menu baru, dan skala franchise global menjadi semakin relevan.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 21 Agustus 2026
1. Marvell Technology, Inc. (MRVL) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp4.477.767
- Target Price 1: Rp4.944.335
- Target Price 2: Rp5.410.795
- Stop Loss: Rp3.848.154
Mengapa Menarik?
Marvell berada di salah satu bagian penting dari rantai infrastruktur AI melalui custom silicon, optical interconnect, dan teknologi data center. Peluangnya semakin besar seiring ekspansi bersama hyperscaler seperti Google, sementara bisnis custom chip diproyeksikan dapat menghasilkan lebih dari US$10 miliar pada 2029.
Fundamental juga mulai mengikuti cerita pertumbuhannya. Pendapatan kuartal pertama fiskal 2027 mencapai US$2,42 miliar atau naik 28% YoY, dengan arus kas operasi mencetak rekor US$638,8 juta.
Namun, semakin besarnya eksposur terhadap AI juga berarti MRVL semakin sensitif terhadap siklus belanja hyperscaler. Persaingan dengan Broadcom, valuasi tinggi, dan kemampuan mengeksekusi design wins menjadi faktor penting yang perlu dipantau.
2. McDonald’s Corporation (MCD) —BUY
- Range Buy: Rp4.801.010
- Target Price 1: Rp4.852.904
- Target Price 2: Rp4.905.128
- Stop Loss: Rp4.721.039
Mengapa Menarik?
Di tengah konsumen AS yang semakin berhati-hati, McDonald’s mengandalkan value leadership, inovasi menu, digitalisasi, serta modernisasi operasional melalui McDonald’s NEXT untuk mempertahankan traffic dan meningkatkan produktivitas restoran.
Pada kuartal kedua 2026, comparable sales global tumbuh 1,3%, pendapatan naik sekitar 4% menjadi US$7,1 miliar, sementara laba bersih meningkat 5% menjadi US$2,36 miliar. Model franchise yang kuat juga membantu menjaga karakter bisnis yang relatif asset-light sekaligus menopang arus kas dan dividen.
Tantangan utamanya berada pada konsumen berpendapatan rendah dan perlambatan comparable sales. Karena itu, keberhasilan strategi value dalam menjaga traffic tanpa terlalu mengorbankan margin akan menjadi katalis penting berikutnya.
3. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) —BUY
- Range Buy: Rp8.374.607
- Target Price 1: Rp8.659.738
- Target Price 2: Rp8.942.782
- Stop Loss: Rp7.761.073
Mengapa Menarik?
Momentum AMD semakin banyak datang dari pusat data. Pendapatan kuartal kedua 2026 mencapai US$11,5 miliar, melonjak 50% YoY, dengan gross margin 54%. Segmen Data Center menyumbang sekitar 58% pendapatan dan tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan EPYC dan akselerator Instinct, ditambah ramp-up platform Helios, memberikan AMD beberapa jalur untuk menangkap ekspansi infrastruktur AI. Ini menjadi semakin relevan ketika belanja AI masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan laba sektor teknologi AS.
Risikonya terletak pada ekspektasi. Dengan trailing P/E sekitar 129x dan forward P/E sekitar 68x, AMD membutuhkan pertumbuhan yang tinggi untuk membenarkan valuasinya. Persaingan AI yang ketat dan keberhasilan eksekusi produk baru karena itu tetap perlu dicermati.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| MRVL | Spec. Buy | Rp4.477.767 | Rp4.944.335 | Rp5.410.795 | Rp3.848.154 |
| MCD | Buy | Rp4.801.010 | Rp4.852.904 | Rp4.905.128 | Rp4.721.039 |
| AMD | Buy | Rp8.374.607 | Rp8.659.738 | Rp8.942.782 | Rp7.761.073 |
Kesimpulan
Yield tinggi kembali menekan risk appetite, tetapi belanja AI masih menciptakan peluang di bagian tertentu dari pasar. MRVL menawarkan eksposur custom silicon dan data center, AMD mendapat dorongan dari pertumbuhan EPYC dan Instinct, sementara MCD menawarkan karakter yang lebih defensif melalui skala franchise dan strategi value.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau MRVL, MCD, dan AMD melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






