Keputusan di Formula 1 sering harus dibuat sebelum situasi di lintasan berubah lagi. Untuk membantu proses tersebut, Oracle Red Bull Racing menggunakan agen kecerdasan buatan yang dapat menelusuri aturan dan memberikan rekomendasi kepada engineer.
Dalam laporan CNBC pada 13 Oktober 2026, Jack Harington, kepala kemitraan teknis dan performa Red Bull Racing, menjelaskan bahwa sistem yang awalnya digunakan untuk pencarian informasi telah berkembang menjadi alat pendukung keputusan saat balapan.
Pembahasan teknologi ini muncul setelah Max Verstappen memenangi Grand Prix Singapura pada 11 Oktober. Kemenangan pertamanya di Marina Bay tersebut menjadi kemenangan ke-73 dalam kariernya, sekaligus diraih pada penampilan Grand Prix ke-250.
Di balik penggunaannya, terdapat Oracle (ORCL), perusahaan teknologi dengan ticker ORCL. Kerja sama kedua pihak mencakup strategi balapan, pengembangan mesin, dan operasional tim.
AI Membantu Membaca Aturan dan Risiko Penalti
Agen AI Red Bull membantu engineer mengakses regulasi Formula 1 dan keputusan yang pernah dibuat dalam situasi sebelumnya. Informasi tersebut digunakan untuk menilai tindakan di lintasan, termasuk kemungkinan sebuah manuver mendapat penalti.
Harington memberikan contoh dari Grand Prix Italia 2025 di Monza. Menurut penuturannya kepada CNBC, Verstappen memotong tikungan ketika mempertahankan posisi. Sistem kemudian merekomendasikan agar posisi dikembalikan untuk menghindari potensi hukuman. Tim mengikuti rekomendasi tersebut, dan Verstappen selanjutnya kembali menyalip lawannya.
Contoh itu merupakan keterangan pihak tim mengenai penggunaan sistem. Harington juga menegaskan bahwa manusia tetap terlibat dalam pengambilan keputusan. AI digunakan untuk mendukung kemampuan engineer dan strategist, sementara mereka tetap mempertimbangkan kondisi lintasan serta kepentingan tim.
Dalam pengumuman kemitraannya, Oracle menjelaskan bahwa agen tersebut dirancang untuk bekerja bersama engineer, mengotomatisasi pengumpulan data, serta menginterpretasikan informasi historis dan masukan balapan secara langsung.
Simulasi Balapan Berbeda dari Agen AI
Red Bull juga menggunakan Oracle Cloud Infrastructure atau OCI untuk menjalankan simulasi strategi. Oracle menyebut tim menjalankan lebih dari 200 miliar simulasi sepanjang musim 2025, dengan kemampuan menjalankan sekitar satu juta simulasi Monte Carlo per detik selama balapan.
Simulasi digunakan untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan, seperti waktu pit stop, pilihan ban, kondisi cuaca, dan posisi mobil lain. Masukan diperbarui selama balapan sehingga engineer dapat melihat perubahan kemungkinan hasil.
Ada perbedaan teknis yang perlu diperhatikan. Dalam penjelasan Oracle, mesin simulasi Red Bull menggunakan perhitungan berbasis model yang dikembangkan selama bertahun-tahun. Beban kerjanya terutama mengandalkan kemampuan CPU dan pemrosesan paralel, berbeda dari pelatihan model AI generatif berskala besar.
Oracle melaporkan bahwa penggunaan infrastruktur A4 Acceleron meningkatkan jumlah simulasi yang dapat diproses sekitar 12%, dengan perkiraan pengurangan biaya 7% dibandingkan generasi sebelumnya pada konfigurasi yang digunakan tim. Angka tersebut merupakan klaim kinerja komputasi dari Oracle, bukan peningkatan kecepatan mobil atau peluang kemenangan sebesar persentase yang sama.
Regulasi F1 2026 Menambah Kebutuhan Pemodelan
Penggunaan teknologi berlangsung bersamaan dengan perubahan regulasi Formula 1 pada 2026. Aturan baru membawa porsi tenaga listrik yang lebih besar dan aerodinamika aktif, sehingga pengelolaan energi menjadi bagian penting dari performa mobil.
Oracle menyatakan model simulasi Red Bull untuk musim ini memperhitungkan penggunaan energi, konfigurasi aerodinamika aktif, waktu pelepasan tenaga, dan interaksi dengan ban. Variabel tersebut menambah informasi yang perlu dianalisis sebelum tim menentukan strategi.
OCI juga digunakan dalam pengembangan dan pengujian power unit hibrida Red Bull Ford Powertrains. Infrastruktur komputasinya mendukung proses desain, validasi, dan penyempurnaan mesin.
Ford Motor Company (F), menjadi mitra teknis dalam proyek tersebut. Kontribusinya mencakup teknologi baterai, motor listrik, perangkat lunak pengendali power unit, serta analisis data. Peran Ford ini berbeda dari Oracle yang menyediakan teknologi cloud dan layanan komputasi.
Google, Microsoft, dan IBM Juga Masuk Ekosistem F1
Pemanfaatan AI tidak terbatas pada Red Bull. McLaren menggunakan teknologi Gemini dari Google, bagian dari Alphabet dengan ticker GOOGL dan GOOG. Tim mengembangkan alat untuk membantu engineer mencari serta membandingkan regulasi saat balapan. McLaren juga mengembangkan antarmuka bahasa alami untuk mengambil data dari beberapa sistem sekaligus.
Mercedes-AMG Petronas menjalin kemitraan dengan Microsoft, perusahaan berkode MSFT. Penggunaan Azure dan kemampuan AI-nya mencakup simulasi, analisis performa, pemodelan strategi balapan, dan analisis lintas tim. Microsoft menyebut setiap mobil Mercedes memiliki lebih dari 400 sensor yang menghasilkan lebih dari 1,1 juta titik data per detik.
Sementara itu, IBM dengan ticker IBM mengembangkan pengalaman digital penggemar bersama Ferrari. Pembaruan aplikasi Scuderia Ferrari pada Mei 2026 mencakup AI Companion berbasis watsonx, informasi balapan, serta data pembalap yang lebih terperinci.
Ketiga kemitraan tersebut memperlihatkan fungsi yang berbeda. Sebagian teknologi membantu pekerjaan engineer dan strategi, sedangkan penggunaan lainnya berfokus pada aplikasi, konten, dan interaksi penggemar.
Apa Kaitannya dengan Bisnis Oracle dan Saham ORCL?
Bagi Oracle, Red Bull menjadi contoh penggunaan layanan cloud dan AI dalam lingkungan yang membutuhkan pemrosesan informasi cepat. Kemitraannya juga mencakup Oracle Fusion Cloud Applications untuk keuangan, sumber daya manusia, dan pemasaran tim.
Untuk melihat skala bisnis perusahaan, Oracle melaporkan pendapatan US$19,3 miliar pada kuartal I tahun fiskal 2027, naik 30% dibandingkan setahun sebelumnya. Pendapatan cloud mencapai US$11,6 miliar, termasuk pendapatan infrastruktur cloud sebesar US$7,4 miliar yang tumbuh 121%.
Angka tersebut mencakup bisnis Oracle secara keseluruhan. Pendapatan infrastruktur cloud itu tidak dapat dianggap sebagai pendapatan yang berasal dari kerja sama Red Bull.
Demikian pula, kemenangan tim tidak menyediakan ukuran langsung mengenai kontribusi sebuah layanan terhadap pendapatan atau harga saham perusahaan penyedianya. Untuk ORCL, penggunaan teknologi di F1 memberi gambaran tentang penerapan produknya, sedangkan hasil bisnis tetap perlu dilihat melalui laporan pendapatan, biaya, arus kas, dan pelaksanaan kontrak pelanggan.
Dari Cloud ke Lintasan F1, Oracle Terus Berinovasi
Teknologi AI dan cloud Oracle kini mendukung analisis strategi hingga simulasi balapan Red Bull Racing. Tertarik mengikuti perkembangan bisnis Oracle (ORCL)? Pantau saham teknologi AS melalui Nanovest dan temukan update AI, saham, serta pasar global di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Formula 1 - Grand Prix Singapura 2026
- Oracle - Kemitraan Red Bull Racing
- Oracle - Simulasi Strategi Balapan






