McDonald’s (MCD) menyiapkan investasi besar untuk mengubah cara restorannya beroperasi sekaligus memperkuat pertumbuhan setelah bisnisnya di Amerika Serikat menghadapi tekanan.
Dalam investor day di Chicago pada Rabu (23/9), perusahaan memaparkan detail baru dari strategi McDonald’s > NEXT, mulai dari modernisasi restoran, penggunaan artificial intelligence (AI), perubahan menu, hingga pembangunan jaringan iklan sendiri.
McDonald’s berencana memberikan dukungan hingga US$8,5 miliar sampai 2036 melalui keringanan sewa dan modal untuk mempercepat investasi franchisee pada teknologi, peralatan, dan operasional baru. Sekitar US$5 miliar dari jumlah tersebut ditargetkan disalurkan hingga 2030.
Rencana tersebut muncul ketika perusahaan berupaya memperbaiki performa bisnis AS. Pada kuartal II 2026, pertumbuhan same-store sales McDonald’s di AS hanya mencapai 0,8%, dibandingkan 8,5% yang dicatat Burger King. Saham MCD sendiri turun sekitar 5% pada Rabu dan telah melemah 18% sejak awal tahun.
AI Masuk ke Drive-Thru dan Operasional Restoran
Teknologi menjadi salah satu komponen utama strategi NEXT. McDonald’s memperkenalkan ArchIQ, sistem operasi restoran berbasis AI yang akan digunakan untuk mengotomatisasi dan meningkatkan berbagai proses di dalam restoran.
Salah satu fiturnya adalah Archy, teknologi yang dapat menerima pesanan drive-thru dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Sistem ArchIQ juga dirancang untuk membantu mengelola inventaris, menyusun jadwal kerja, dan menggunakan timbangan untuk mengevaluasi akurasi pesanan.
McDonald’s memperkirakan teknologi drive-thru tersebut dapat menghemat lebih dari 50 jam kerja per minggu bagi sebuah restoran. Secara keseluruhan, peningkatan produktivitas yang direncanakan diproyeksikan menambah sekitar 250 basis poin efisiensi kotor di tingkat restoran, setara dengan sekitar US$100.000 arus kas tahunan bagi rata-rata restoran di AS.
Infrastruktur AI tersebut didukung Google Edge dan berbeda dari eksperimen pemesanan berbasis AI McDonald’s bersama International Business Machines (IBM) yang dihentikan pada 2024. Perusahaan menilai perkembangan large language model memungkinkan sistem baru belajar dan meningkatkan kemampuan dengan lebih baik dibanding teknologi yang digunakan beberapa tahun sebelumnya.
Namun, transformasi tersebut membutuhkan modal besar dari franchisee. Selain renovasi standar sekitar US$400.000 hingga US$450.000 per restoran, implementasi peningkatan teknologi, dapur, dan operasional dapat membutuhkan tambahan sekitar US$800.000 per restoran di AS. McDonald’s akan membantu membiayai sebagian investasi tersebut dan menerapkannya secara bertahap.
McDonald’s Perkuat Ayam, Minuman, dan Pengalaman Restoran
Transformasi McDonald’s tidak hanya berlangsung di belakang layar. Perusahaan juga mengubah menu dan desain restoran untuk meningkatkan kunjungan pelanggan.
Ayam dan minuman menjadi dua kategori yang mendapat perhatian besar. Pada 2030, McDonald’s menargetkan peningkatan pangsa pasar global sekitar 1,5 poin persentase untuk masing-masing kategori. Saat ini, bisnis ayam McDonald’s sudah mencakup hampir US$15 miliar penjualan Chicken McNuggets, US$4 miliar dari McChicken, dan US$2,5 miliar dari McCrispy.
Di AS, perusahaan akan memperluas pengujian ayam goreng yang dilapisi tepung secara manual, sekaligus menyiapkan sandwich dan wrap ayam panggang serta varian rasa dan saus baru untuk Chicken McNuggets. Kategori minuman juga diperluas melalui refreshers, soda khusus, minuman energi, peningkatan kualitas kopi, dan mesin espresso baru.
McDonald’s juga mengeksplorasi menu seperti bowls, ayam panggang, dan egg bites untuk memperluas pilihan makanan tinggi protein. Perusahaan mengaitkan sebagian inovasi tersebut dengan perubahan pola konsumsi seiring meningkatnya penggunaan obat GLP-1. Data internal yang disampaikan perusahaan menunjukkan 84% rumah tangga dengan setidaknya satu pengguna GLP-1 masih mengunjungi McDonald’s.
Pengalaman fisik restoran ikut diperbarui. McDonald’s akan membawa kembali PlayPlace dalam format yang lebih kecil serta mengubah desain restoran setelah data Placer.ai menunjukkan kunjungan pelanggan McDonald’s turun 3,1% secara tahunan pada pekan 7 September, sementara Burger King mencatat kenaikan 7,1%.
Drive-Thru Juga Akan Menjadi Bisnis Iklan
Di luar penjualan makanan, McDonald’s menyiapkan sumber pendapatan baru melalui jaringan media sendiri, mengikuti strategi yang sebelumnya dikembangkan perusahaan seperti Amazon (AMZN) dan Walmart (WMT).
Sejak Agustus, 450 restoran milik perusahaan di AS mulai menguji penayangan iklan pihak ketiga melalui layar pemesanan digital drive-thru. Program tersebut masih dalam tahap awal dan belum diterapkan pada sekitar 14.000 restoran AS yang dikelola franchisee.
McDonald’s melihat bisnis tersebut berpotensi berkembang menjadi sumber pendapatan bernilai US$1 miliar. Model ini menarik karena jaringan media ritel umumnya memiliki margin tinggi dan memungkinkan perusahaan memonetisasi jangkauan konsumennya tanpa menambah kompleksitas operasional yang besar.
Potensinya ditopang skala McDonald’s. Perusahaan menyebut sekitar 85% populasi AS mengunjungi McDonald’s setidaknya sekali dalam setahun, sementara jaringan restorannya menjangkau sekitar 14.000 lokasi di negara tersebut.
Namun, investor juga harus mencermati biaya transformasinya. McDonald’s memproyeksikan tambahan belanja modal sekitar US$1,5 miliar hingga US$2 miliar sepanjang 2027-2030 untuk mempercepat NEXT, di luar sekitar US$3 miliar belanja modal rutin per tahun. Perusahaan menargetkan margin operasi berada di kisaran pertengahan 50% pada 2030, naik dari 46,1% pada 2025.
Dengan saham MCD masih tertekan sepanjang 2026, perhatian berikutnya akan tertuju pada seberapa cepat investasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan trafik pelanggan, produktivitas restoran, dan pertumbuhan pendapatan.
McDonald’s Rombak Strategi, Pantau MCD
Dari AI di drive-thru hingga bisnis iklan baru, McDonald’s menyiapkan investasi besar untuk mendorong pertumbuhan berikutnya. Pantau MCD dan saham AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: McDonald’s stock falls as it unveils plan to spend big on restaurant upgrades
- CNBC: Why McDonald’s is following Walmart and Amazon into the advertising business
- Yahoo Finance: McDonald's bets on hand-breaded chicken, AI drive-throughs to fend off Burger King






