Goldman Sachs (GS) dan Apollo Global Management (APO) tengah mendekati investor Wall Street untuk menjual sebagian pembiayaan chip kecerdasan buatan (AI) SpaceX (SPCX) senilai sekitar US$40 miliar. Langkah ini menjadi tahap lanjutan dari kesepakatan pembiayaan yang diumumkan SpaceX pada Oktober 2026, ketika perusahaan milik Elon Musk tersebut memperluas investasinya pada infrastruktur komputasi AI.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance pada 4 November 2026, kedua perusahaan mulai menawarkan bagian dari pembiayaan tersebut sebelum proses sindikasi resmi dimulai. Transaksi ini menjadi perhatian karena skalanya yang besar, sementara pasar mulai mempertanyakan apakah pendapatan dari bisnis AI akan sebanding dengan biaya pembangunan infrastruktur yang terus meningkat.
Goldman Sachs dan Apollo Mulai Menawarkan Pembiayaan
Goldman Sachs dan Apollo dilaporkan telah menghubungi calon pembeli untuk menawarkan sebagian pembiayaan yang dibagi ke dalam beberapa tahap atau tranche. Dalam sejumlah penawaran awal, investor diminta mempertimbangkan partisipasi hingga US$500 juta.
Goldman Sachs memimpin bagian pinjaman, sementara Apollo menjadi investor utama dalam bagian obligasi. Pacific Investment Management Company (PIMCO) juga dilaporkan terlibat dalam transaksi tersebut.
Meski pembiayaan telah memperoleh komitmen sebelumnya, pembicaraan dengan calon pembeli merupakan langkah penting untuk mendistribusikan eksposur pembiayaan kepada investor yang lebih luas. Goldman Sachs dan Apollo belum memberikan komentar terkait perkembangan tersebut, sedangkan SpaceX juga belum menanggapi permintaan komentar.
Skema Pembiayaan untuk Chip Nvidia
Dalam kesepakatan ini, entitas yang dikelola Atlas SP, afiliasi yang didukung Apollo, akan membeli chip AI dan perangkat server, kemudian menyewakannya kepada SpaceX. Perusahaan tersebut akan menggunakan perangkat keras untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang meningkat seiring ekspansi bisnis AI.
Paket pembiayaan mencakup sekitar US40 miliar dalam pembayaran pokok. Dokumen yang dilaporkan Bloomberg juga menunjukkan adanya pembayaran awal sewa sebesar US$7 miliar untuk mendukung pengadaan perangkat keras GPU dengan nilai sekitar US$47,3 miliar. Perangkat tersebut mencakup chip Nvidia generasi terbaru, Vera Rubin, yang pengirimannya diperkirakan berlangsung pada paruh pertama 2027.
Struktur transaksi dirancang agar utang terkait pembelian perangkat keras berada di luar neraca SpaceX. Perjanjian sewanya berlangsung sedikit lebih dari lima tahun setelah perangkat diterima. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan, kewajiban pembayaran sewa SpaceX tetap berlaku meskipun terjadi kondisi tertentu yang memengaruhi perangkat.
Skema ini memungkinkan SpaceX mengakses infrastruktur AI tanpa harus membeli seluruh perangkat secara langsung menggunakan dana perusahaan pada awal transaksi. Namun, kewajiban pembayaran sewa tetap menjadi komitmen keuangan jangka panjang yang perlu diperhitungkan.
Belanja AI Besar di Tengah Keraguan Investor
Pembiayaan tersebut berlangsung ketika perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data dan memperoleh chip berperforma tinggi. Infrastruktur ini dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI serta menyediakan layanan komputasi bagi pelanggan.
Namun, besarnya belanja modal mulai memicu pertanyaan mengenai potensi keuntungan. Investor semakin memperhatikan apakah pertumbuhan pendapatan dari layanan AI mampu menutup biaya chip, server, energi, dan operasional pusat data.
Tekanan pasar juga muncul di tengah meningkatnya perhatian politik terhadap pembangunan pusat data dan konsumsi energi. Perubahan sentimen terhadap investasi AI dapat memengaruhi kesediaan investor untuk membeli instrumen utang yang berkaitan dengan ekspansi tersebut.
Bagi SpaceX, pembiayaan ini membantu mendukung kebutuhan komputasi untuk bisnis AI, termasuk layanan Grok dan penyediaan kapasitas komputasi. Bagi Goldman Sachs dan Apollo, keberhasilan mendistribusikan pembiayaan akan bergantung pada minat investor serta penilaian mereka terhadap kemampuan SpaceX memenuhi kewajiban pembayaran.
Hal yang Perlu Dicermati Investor
Ke depan, investor perlu memperhatikan proses sindikasi, ketentuan akhir pembiayaan, jadwal pengiriman chip, serta kemampuan SpaceX memonetisasi infrastruktur yang dibangun. Nilai pembiayaan yang besar tidak otomatis menjamin keuntungan, terutama jika permintaan komputasi atau pendapatan AI tumbuh lebih lambat daripada perkiraan.
Investor juga perlu membedakan antara pembiayaan berbasis aset dan investasi saham. Transaksi ini berkaitan dengan pendanaan perangkat keras melalui pinjaman, obligasi, dan penyewaan, bukan penjualan kepemilikan SpaceX kepada investor.
Kesepakatan tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan infrastruktur AI mendorong munculnya skema pembiayaan baru. Namun, keberlanjutan model bisnis ini akan ditentukan oleh keseimbangan antara biaya modal, kemampuan menghasilkan pendapatan, dan kepercayaan pasar terhadap prospek AI.
SpaceX Siapkan US$40 Miliar untuk AI. Tertarik Pantau Investasinya?
Pembiayaan chip AI senilai US$40 miliar menunjukkan besarnya ekspansi SpaceX di industri kecerdasan buatan. Ikuti perkembangan SpaceX dan eksplorasi pilihan investasi melalui Nanovest. Dapatkan juga informasi terbaru seputar AI, teknologi, dan pasar global lewat News & Artikel Tips!
Referensi +
- Yahoo Finance: Goldman, Apollo in Talks to Sell SpaceX’s $40 Billion AI Deal
- Reuters: Goldman, Apollo seek buyers for $40 billion SpaceX AI chip deal, Bloomberg News reports






