Bank of America (BAC) masih mempertahankan pandangan positif terhadap Nvidia (NVDA) menjelang laporan keuangan perusahaan pekan depan. Optimisme tersebut bertahan meski pasar mulai mempertanyakan semakin besarnya keterlibatan Nvidia dalam membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Analis BofA Vivek Arya mempertahankan rating Buy dengan target harga US$350 per saham. Dengan saham Nvidia berada di sekitar US$225 saat laporan tersebut dibuat, target itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 55%.
Namun, perhatian terhadap Nvidia kini tidak lagi hanya tertuju pada penjualan GPU dan tingginya permintaan komputasi AI. Besarnya modal dan jaminan yang digunakan perusahaan untuk membantu memperluas ekosistem AI mulai menjadi faktor risiko baru yang diperhitungkan investor.
Risiko Pembiayaan Mulai Jadi Perhatian
Kekhawatiran investor terhadap Nvidia belakangan tidak hanya berkaitan dengan permintaan chip AI, tetapi juga strategi perusahaan dalam mendukung pembiayaan pelanggan dan proyek AI.
Nvidia telah terlibat dalam sejumlah komitmen pembiayaan untuk membangun infrastruktur AI. Salah satu yang terbesar adalah jaminan senilai US$105 miliar yang terkait dengan proyek pusat data OpenAI di Ohio.
Menurut BofA, komitmen tersebut memang meningkatkan eksposur risiko Nvidia. Namun, bank menilai pasar kemungkinan sudah memperhitungkan risiko tersebut secara berlebihan.
BofA juga menilai Nvidia memiliki alasan kuat untuk mendukung pembangunan ekosistem AI. Perusahaan menguasai berbagai komponen penting dalam infrastruktur AI, mulai dari GPU hingga kebutuhan pusat data dan energi.
BofA Masih Melihat Fundamental yang Kuat
Meski menghadapi risiko pembiayaan, BofA tetap melihat fundamental Nvidia sebagai faktor pendukung utama.
Permintaan terhadap GPU masih kuat, sementara tingkat sewa GPU dan keterbatasan kapasitas komputasi menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur AI belum mereda. Nvidia juga menghasilkan arus kas bebas yang besar, sehingga memiliki kapasitas finansial untuk mendukung investasi dan komitmen pembiayaan tersebut.
Menurut BofA, Nvidia diperkirakan menghasilkan sekitar US$470 miliar arus kas bebas sepanjang 2026 dan 2027. Bank tersebut juga memperkirakan margin Nvidia tetap berada di kisaran 73%-74% meski biaya memori meningkat.
Namun, risiko tetap ada. Jika komitmen pembiayaan Nvidia tumbuh lebih cepat daripada permintaan AI, kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap pertumbuhan dan neraca perusahaan.
Earnings Nvidia Jadi Perhatian Berikutnya
Investor kini akan mengalihkan perhatian pada laporan keuangan Nvidia untuk kuartal kedua tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan pada 26 Agustus.
Selain kinerja pendapatan dan laba, investor kemungkinan akan mencermati penjelasan manajemen mengenai jaminan pembiayaan, komitmen nilai residual, dan eksposur di luar neraca.
Permintaan terhadap AI serta prospek produk Vera Rubin juga akan menjadi perhatian. Bagi BofA, fundamental Nvidia masih cukup kuat untuk mempertahankan pandangan bullish. Namun, laporan keuangan mendatang akan menjadi ujian penting untuk melihat apakah pertumbuhan permintaan AI mampu mengimbangi meningkatnya komitmen perusahaan terhadap ekosistem tersebut.
Baca berita lainnya terkait saham Nvidia di halaman ini.
Pantau Nvidia Jelang Earnings 26 Agustus
Target harga Nvidia masih tinggi, tetapi komitmen pembiayaan AI mulai ikut menjadi perhatian pasar. Pantau saham NVDA dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan earnings dan industri AI lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- TheStreet: Bank of America doubles down on Nvidia stock despite big risk






