Pergerakan XRP kembali menjadi perhatian setelah lebih dari 6 miliar token masuk ke berbagai bursa kripto dalam satu bulan terakhir. Lonjakan deposit tersebut terjadi ketika aktivitas investor besar melemah, permintaan ETF XRP spot AS mulai melambat, dan harga XRP masih bergerak di sekitar US$1,30.
Berdasarkan data on-chain CryptoQuant yang dilaporkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, arus masuk XRP ke bursa mencapai level tertinggi sejak Maret. Pada saat yang sama, jumlah XRP yang tersimpan di bursa juga meningkat, sehingga pasar menghadapi potensi tambahan pasokan yang lebih mudah diperdagangkan.
Namun, peningkatan arus masuk tidak selalu berarti investor langsung menjual asetnya. Perubahan aktivitas whale, cadangan bursa, dan posisi derivatif perlu diperhatikan bersama untuk memahami kondisi pasar XRP.
Arus Masuk XRP Capai 6,05 Miliar Token, Tertinggi dalam 7 Bulan
Menurut analisis CryptoQuant, total arus masuk XRP ke bursa mencapai 6,05 miliar token dalam 30 hari yang berakhir pada 19 Oktober 2026. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam tujuh bulan dan telah meningkat sekitar dua kali lipat sejak pertengahan Agustus.
Kenaikan arus masuk berlangsung ketika harga XRP mengalami fluktuasi cukup besar. Dalam periode tersebut, XRP sempat menguat dari sekitar US$1 hingga mencapai US$1,70, sebelum terkoreksi kembali ke kisaran US$1,30.
Berdasarkan laporan Coinpaper yang mengutip analis CryptoQuant Arab Chain, Binance menjadi penerima deposit XRP terbesar dengan sekitar 2,46 miliar token, setara 40,7% dari total arus masuk.
Bybit berada di posisi berikutnya dengan 580,31 juta XRP, disusul OKX sebesar 557,13 juta XRP, Upbit 544,48 juta XRP, dan Bitget 284,52 juta XRP.
Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya perpindahan XRP menuju platform perdagangan. Token yang berada di bursa umumnya lebih mudah digunakan untuk transaksi dibandingkan aset yang disimpan dalam dompet pribadi atau penyimpanan dingin.
Meski demikian, arus masuk bruto tidak sama dengan penjualan aktual maupun peningkatan bersih cadangan bursa. Perpindahan token dapat terjadi karena perubahan layanan kustodian, transfer antarplatform, pengaturan likuiditas, atau penyesuaian portofolio.
Karena itu, data deposit perlu dibandingkan dengan perubahan saldo bursa untuk menilai apakah jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan benar-benar bertambah.
Indikator tersebut menjadi relevan karena peningkatan pasokan di bursa dapat memperbesar potensi tekanan jual apabila pemegang aset memutuskan melepas XRP dalam jumlah besar.
Aktivitas Whale XRP Turun ke Level Terendah Lima Tahun
Di tengah meningkatnya deposit XRP, indikator aktivitas investor besar justru menunjukkan perlambatan.
Analisis CryptoQuant yang dikutip Coinpaper mencatat bahwa rata-rata pergerakan 90 hari penarikan XRP oleh whale dari Binance turun menjadi sekitar US$49,7 juta, level terendah sejak Oktober 2021.
Sebagai perbandingan, indikator tersebut sempat mencapai sekitar US$3,5 miliar pada Februari 2025, tidak lama setelah XRP menyentuh harga tertinggi sekitar US$3,40 menurut data yang digunakan dalam analisis tersebut.
Dengan demikian, nilai rata-rata penarikan whale telah menyusut sekitar 98,6% dari puncaknya.
Penurunan penarikan oleh pemegang besar dapat mengindikasikan berkurangnya aktivitas pemindahan XRP dari bursa menuju dompet eksternal, yang dalam beberapa kondisi dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang.
Namun, metrik ini tidak secara langsung membuktikan bahwa whale telah berhenti membeli atau mulai menjual XRP. Penarikan dari bursa juga dapat dipengaruhi perubahan pengelolaan aset dan kebutuhan likuiditas.
CryptoQuant menilai rendahnya aktivitas whale dapat menjadi tantangan bagi XRP untuk mendapatkan dukungan permintaan dalam jumlah besar. Di sisi lain, perusahaan analitik tersebut juga mencatat bahwa XRP masih menunjukkan ketahanan relatif selama kondisi pasar kripto yang melemah pada 2026.
Perlambatan partisipasi juga terlihat pada instrumen investasi institusional.
ETF XRP spot AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$1,84 juta selama pekan 12–16 Oktober 2026, mengakhiri rangkaian arus masuk selama 13 minggu berturut-turut. Secara bulanan, arus masuk bersih ETF XRP pada Oktober tercatat sekitar US$10,25 juta, jauh lebih rendah dibandingkan US$121,4 juta pada September.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa permintaan melalui ETF mulai melambat, meskipun satu minggu arus keluar belum cukup untuk menyimpulkan terjadinya perubahan tren investasi institusional dalam jangka panjang.
Dengan aktivitas whale dan ETF yang sama-sama melemah, perhatian investor beralih pada kemampuan pasar menyerap tambahan XRP yang tersedia di bursa.
Cadangan Bursa XRP Naik ke 11,81 Miliar, Derivatif Masih Volatil
Data CryptoQuant yang dikutip Cryptonews menunjukkan bahwa cadangan XRP di berbagai bursa mencapai 11,81 miliar token pada 20 Oktober 2026. Jumlah tersebut berada pada persentil ke-99 dibandingkan data cadangan selama satu tahun terakhir.
Berbeda dari arus masuk yang menghitung token yang disetorkan selama periode tertentu, cadangan bursa menggambarkan jumlah XRP yang tersimpan dalam dompet yang dikendalikan platform perdagangan pada waktu pengukuran.
Peningkatan cadangan menunjukkan bahwa lebih banyak XRP berada di lokasi yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan relatif cepat. Namun, cadangan yang tinggi tidak selalu menghasilkan tekanan jual apabila permintaan pembeli tetap mampu menyerap pasokan.
Selain pasar spot, aktivitas derivatif XRP juga mengalami perubahan.
Menurut laporan Coinpaper, open interest futures XRP di Binance sebelumnya mengalami penurunan sebesar US$85,1 juta, bersamaan dengan likuidasi posisi long sekitar US$25,7 juta.
Data yang dikutip Cryptonews kemudian menunjukkan bahwa open interest XRP di Binance berada di sekitar US$412 juta pada 20 Oktober, turun dari US$453 juta pada 17 Oktober.
Sementara itu, total open interest XRP di seluruh bursa mencapai sekitar US$1,40 miliar, meningkat 2,5% dalam 24 jam. Kondisi ini menunjukkan adanya pemulihan eksposur derivatif secara agregat, meskipun posisi di Binance masih lebih rendah dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Dalam periode 24 jam yang sama, likuidasi posisi long mencapai sekitar US$2 juta, lebih tinggi dibandingkan likuidasi posisi short sebesar US$431.000.
Funding rate XRP di Binance tercatat sedikit positif pada 0,0023% per delapan jam, sedangkan rata-rata seluruh bursa sedikit negatif sebesar -0,0004%.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi trader tidak sepenuhnya searah di seluruh platform.
Kombinasi meningkatnya cadangan XRP dan perubahan posisi derivatif membuat arah harga berikutnya bergantung pada aktivitas perdagangan aktual. Jika tambahan token di bursa diikuti penjualan spot yang besar, tekanan terhadap harga dapat meningkat. Sebaliknya, apabila cadangan mulai menurun dan permintaan menguat, kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan dapat mereda.
Harga XRP di US$1,30, Support US$1,25 Jadi Perhatian
Pada 20 Oktober 2026, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,29-US$1,31, setelah sebelumnya pulih dari area US$1,25.
Level US$1,25 menjadi area support jangka pendek yang diperhatikan pelaku pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi mempertahankan fase konsolidasi sambil menunggu perubahan sentimen dan aktivitas pembelian.
Sebaliknya, penurunan yang berkelanjutan di bawah US$1,25 dapat meningkatkan perhatian terhadap area US$1,00 sebagai skenario penurunan berikutnya dalam analisis teknikal yang dikutip Cryptonews.
Di sisi atas, US$1,33 menjadi resistance terdekat, sementara US$1,39 merupakan level berikutnya yang perlu diperhatikan. Analisis teknikal yang lebih luas juga menempatkan US$1,56 sebagai area penting untuk mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat, dengan US$2 sebagai skenario lanjutan apabila harga mampu bertahan di atasnya.
Level-level tersebut merupakan referensi analisis teknikal, bukan kepastian pergerakan harga.
Dari sisi aktivitas jaringan, volume pembayaran XRP Ledger tercatat sekitar 119,5 juta XRP pada 17 Oktober, turun 72,3% dibandingkan hari sebelumnya. Angka itu juga berada di bawah rata-rata 30 hari yang dilaporkan sekitar 629,3 juta XRP.
Penurunan aktivitas jaringan tersebut menambah indikator yang perlu dicermati, meskipun volume pembayaran XRP Ledger tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran permintaan investasi terhadap XRP.
Dalam waktu dekat, terdapat beberapa perkembangan utama yang akan memengaruhi penilaian pasar: perubahan cadangan XRP di bursa, kembalinya aktivitas pembelian whale, arah arus dana ETF spot, serta kemampuan harga mempertahankan support US$1,25.
Jika cadangan bursa terus meningkat tanpa diimbangi permintaan yang memadai, risiko tekanan harga dapat bertahan. Sebaliknya, penurunan cadangan yang disertai pemulihan permintaan dapat mengurangi kekhawatiran terhadap tambahan pasokan.
Dengan demikian, lonjakan 6,05 miliar XRP yang masuk ke bursa menjadi indikator penting perubahan aktivitas pasar, tetapi belum cukup untuk memastikan terjadinya aksi jual besar-besaran. Investor perlu memperhatikan data transaksi, kondisi likuiditas, dan perkembangan harga secara bersamaan sebelum mengambil keputusan.
6 Miliar XRP Masuk Bursa. Sudah Pantau Pergerakannya?
Aktivitas whale melambat, cadangan XRP di bursa meningkat, dan harga masih menguji area US$1,25–US$1,30. Pantau pergerakan XRP dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Dapatkan juga update pasar, tren ETF kripto, dan perkembangan Bitcoin serta altcoin terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi aset kripto memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Informasi ini bukan rekomendasi investasi. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- CoinTelegraph: XRP 30-day exchange inflows pass 6B tokens as whales move to the sidelines
- Cryptonews: XRP Price Warning: Leverage Resets as $11.8B in Reserves Loom
- CoinPaper: XRP News: 6.05 Billion Tokens Flow to Exchanges as Whale Activity Signals Potential Selling






