Setelah mencapai rekor tertinggi, harga emas turun akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury, bagaimana dampaknya ke depan?
Penulis: Mohammad Alparidzy
Harga emas dunia mencetak rekor baru menembus US$2.500 per troy ons, dengan potensi naik hingga US$2.700 di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Harga FLOKI melonjak hingga mencapai titik tertinggi bulanan, mendorong banyak investor untuk mengambil keuntungan dengan banyaknya penjualan aset.
HashKey Group dan Kaia, sebelumnya Klaytn mengumumkan kemitraan untuk mempercepat adopsi teknologi Web3 di Asia, mendukung merger dengan Finschia dan peluncuran mainnet baru Kaia
Dow Jones mencetak rekor baru meski Nasdaq tertekan akibat penurunan saham Nvidia
Laporan inflasi terbaru yang yang mulai stabil, para ekonom memperkirakan adanya sinyal kuat bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga pada bulan September.
Integrasi teknologi kripto dan AI diproyeksikan akan menambah $20 triliun pada ekonomi global di tahun 2030 mendatang.
Saham teknologi memimpin kenaikan pasar AS setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memicu optimisme di kalangan investor dengan data Nasdaq naik 2,4% menjelang laporan CPI.
Bank milik negara Jerman (KfW) mengumumkan penerbitan obligasi tokenisasi berbasis blockchain, sebagai langkah maju dalam digitalisasi keuangan di Eropa


