Menurut Zvi Bodie, ekonom dan penulis buku “Investments”, deposito adalah suatu investasi berjangka yang ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya dengan tingkat bunga yang ditentukan di awal. Deposito memberikan kepastian pendapatan dengan tingkat risiko yang sangat rendah.
Sementara itu, Robert Kiyosaki, penulis buku “Rich Dad, Poor Dad”, menguraikan bahwa deposito adalah bentuk investasi yang aman dan sederhana, cocok bagi mereka yang mencari kepastian dan ketenangan dalam berinvestasi.
Deposito adalah produk perbankan yang mengizinkan kamu untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu, yang biasanya ditentukan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. Jangka waktu ini bisa beragam, mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, bahkan hingga beberapa tahun.
Dalam periode yang telah disepakati tersebut, dana yang kamu depositokan tidak dapat diambil atau ditarik. Inilah yang disebut dengan “periode lock-in” atau periode penguncian. Apabila kamu melakukan penarikan sebelum waktu jatuh tempo, biasanya akan dikenakan penalti atau denda.
Pada akhir periode deposito, atau yang biasa dikenal sebagai jatuh tempo, kamu akan menerima kembali dana pokok plus bunga deposito. Besaran bunga deposito ini telah disepakati di awal dan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga tabungan biasa.
Sebagai contoh, apabila kamu memasukkan dana sebesar 10 juta rupiah ke dalam deposito dengan suku bunga 5% per tahun, maka setelah satu tahun kamu akan menerima kembali 10 juta rupiah ditambah dengan bunga sebesar 500 ribu rupiah. Jadi, total dana yang akan kamu terima adalah 10,5 juta rupiah.
Demikian ulasan tentang deposito, investasi yang aman dan menguntungkan. Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengatur portofolio investasi.




