Harga emas kembali bergerak di sekitar US$3.900 pada perdagangan Asia, Senin, 2 November 2026. Mengutip Investing.com, emas spot (XAU/USD) naik 0,6% menjadi US$3.900,05 per ons troi pada pukul 01.01 GMT atau 08.01 WIB. Kontrak berjangka emas AS naik 0,2% menjadi US$3.908,30.
Pembelian Saat Harga Turun Membantu Emas Pulih
Emas sebelumnya turun sekitar 3,7% pada Jumat, 30 Oktober, menyentuh posisi terendah dalam sekitar setahun. Bloomberg melaporkan bahwa penurunan tersebut menutup kinerja Oktober terburuk emas sejak 2008.
Penurunan harga kemudian menarik sebagian pembeli. Justin Lin, analis strategi Global X ETFs yang dikutip Bloomberg, menyebut investor jangka panjang yang menilai harga mulai menarik sebagai salah satu sumber dukungan awal bagi emas.
Meski demikian, kenaikan 0,6% belum mengimbangi penurunan sesi sebelumnya. Secara matematis, setelah harga turun 3,7%, dibutuhkan kenaikan sekitar 3,84% dari posisi setelah penurunan untuk kembali ke titik awal. Perhitungan ini menjelaskan besarnya pemulihan yang diperlukan, tanpa memprediksi arah harga berikutnya.
Minyak Turun, Keputusan The Fed Tetap Jadi Acuan
Harga minyak turun untuk sesi kedua berturut-turut. Menurut Investing.com, pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengenai pilihan diplomasi dengan Iran membantu meredakan kekhawatiran pasar energi.
Minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan biaya energi dan kekhawatiran inflasi. Bagi emas, kaitannya terletak pada ekspektasi kebijakan moneter: suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. Namun, penurunan minyak saja belum memastikan arah kebijakan atau harga emas.
Keputusan terakhir The Fed juga perlu dibedakan dari ekspektasi pasar. Pada 28 Oktober 2026, bank sentral AS mempertahankan rentang suku bunga acuan 3,75%-4%. Pernyataan resminya menyebut inflasi masih tinggi, sementara dua anggota menginginkan kenaikan 0,25 poin persentase.
Risiko Iran dan Penjualan Saham Teknologi Belum Hilang
Peluang diplomasi belum menghapus risiko konflik. Investing.com melaporkan bahwa ancaman serangan lanjutan AS dan peringatan pembalasan lebih luas dari Iran masih menjadi sumber ketidakpastian.
Tekanan juga datang dari pasar saham. Menurut laporan Bloomberg, penurunan saham teknologi mendorong sebagian investor menjual emas untuk menutup kerugian pada aset lain. Kebutuhan mendapatkan uang tunai dapat membuat emas ikut dijual ketika pasar sedang bergejolak.
Mekanisme ini pernah dijelaskan World Gold Council dalam kajiannya tentang perlindungan portofolio. Investor dapat menjual aset yang mudah dicairkan, termasuk emas, saat menghadapi tekanan likuiditas. Karena itu, peran emas sebagai aset pelindung tidak berarti harganya selalu naik setiap kali saham turun.
Level US$4.000 dan Data Tenaga Kerja Jadi Perhatian
Ole Sloth Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank, menilai pemulihan ke atas US$4.000 per ons troi diperlukan untuk membuat prospek jangka pendek lebih netral. Penilaian yang dikutip Bloomberg ini merupakan pandangan analis, bukan kepastian bahwa harga akan mencapai level tersebut.
Selain pergerakan harga, kalender ekonomi AS menyediakan beberapa informasi berikutnya. Bureau of Labor Statistics menjadwalkan laporan lowongan kerja dan perputaran tenaga kerja atau JOLTS untuk September pada 3 November pukul 22.00 WIB.
Laporan ketenagakerjaan Oktober, yang mencakup data nonfarm payrolls dan pengangguran, dijadwalkan pada 6 November pukul 20.30 WIB. Kedua waktu tersebut dikonversi dari jadwal resmi Eastern Time.
Data tersebut akan memberi informasi tambahan mengenai kondisi pasar kerja. Dampaknya terhadap emas bergantung pada hasil aktual, perbedaannya dengan ekspektasi, serta perubahan penilaian terhadap kebijakan The Fed.
Harga Emas Dunia dan Rupiah Bisa Bergerak Berbeda
Bagi pembaca Indonesia, harga emas dalam dolar perlu dibaca bersama kurs. World Gold Council menjelaskan bahwa harga emas dalam mata uang lain dikonversi menggunakan nilai tukar yang berlaku. Karena itu, pelemahan rupiah dapat meningkatkan nilai konversi emas meskipun harga dalam dolar tidak berubah.
Sebagai ilustrasi, menggunakan harga spot US$3.900,05 per ons troi dan JISDOR 30 Oktober 2026 sebesar Rp18.138 per dolar AS, nilai konversinya sekitar Rp2,27 juta per gram. Angka ini merupakan hasil perhitungan dengan harga emas dan kurs dari waktu berbeda.
Nilai konversi tersebut belum memasukkan premi produk, pajak, biaya, maupun selisih harga beli dan jual. Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai harga pembelian emas batangan atau harga buyback di Indonesia.
Pemulihan XAU/USD ke sekitar US$3.900 menjadi perkembangan awal yang perlu dibaca bersama pergerakan minyak, kebutuhan likuiditas investor, dan data ekonomi berikutnya. Untuk menilai dampaknya dalam rupiah, perubahan kurs dan harga transaksi lokal juga perlu diperiksa.
✨ Market Update • Emas Digital
Emas Mulai Rebound. Saatnya Pantau Harga Lagi?
Harga emas mulai pulih setelah penurunan tajam, sementara keputusan The Fed dan data tenaga kerja AS masih menjadi perhatian pasar. Penasaran bagaimana pergerakan harga emas dalam rupiah? Pantau emas digital melalui Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips.
Investasi emas mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga dan potensi kerugian. Harga emas global dapat berbeda dari harga transaksi dalam rupiah. Sesuaikan keputusan investasi dengan tujuan dan profil risikomu.
Referensi +
- Federal Reserve - Pernyataan FOMC 28 Oktober 2026
- World Gold Counci - Emas dan likuiditas saat pasar tertekan serta metodologi harga dan konversi mata uang.






