Netflix (NFLX) membukukan kenaikan pendapatan dan laba pada kuartal III 2026. Namun, pertumbuhan penjualannya melambat menjadi 11,8%, tingkat terendah dalam hampir tiga tahun menurut laporan Reuters.
Di balik pertumbuhan dua digit tersebut, terdapat sejumlah perubahan dalam kinerja bisnis Netflix. Laju pendapatan di beberapa wilayah mulai melambat, sementara perusahaan memangkas target pendapatan iklan tahunan dari sekitar US$3 miliar menjadi US$2,7 miliar.
Perlambatan ini tidak terjadi secara merata. Amerika Latin masih mencatat pertumbuhan regional tertinggi sebesar 17%, sedangkan AS dan Kanada tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan sekitar 44% dari total penjualan.
Di sisi lain, laba bersih Netflix meningkat 44% secara tahunan. Namun, kenaikan tersebut juga perlu dilihat bersama faktor pembanding tahun sebelumnya, ketika perusahaan mencatat beban pajak nonpenghasilan yang cukup besar di Brasil.
Semua Wilayah Masih Tumbuh Dua Digit
Pendapatan Amerika Serikat dan Kanada atau UCAN mencapai sekitar US$5,63 miliar, naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kawasan ini menyumbang sekitar 44% pendapatan Netflix.
Di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika atau EMEA, pendapatan mencapai US$4,11 miliar, tumbuh 11%. Wilayah tersebut menjadi sumber pendapatan terbesar kedua setelah UCAN.
Amerika Latin atau LATAM menghasilkan sekitar US$1,60 miliar, naik 17%. Sementara itu, Asia Pasifik atau APAC membukukan US$1,54 miliar, meningkat 12%.
Jika digabungkan, wilayah di luar AS dan Kanada menyumbang sekitar 56% pendapatan. Persentase tersebut merupakan perhitungan dari pendapatan regional, bukan proporsi pelanggan.
Perlambatan Tidak Terjadi di Semua Pasar
Pada kuartal II, pertumbuhan tahunan pendapatan EMEA berada di sekitar 14%, LATAM 21%, dan APAC 16%. Ketiganya melambat pada kuartal III.
Sebaliknya, pertumbuhan UCAN meningkat dari sekitar 10% menjadi 11%. Jadi, meskipun pertumbuhan total perusahaan menurun, pasar AS dan Kanada tidak mengalami perlambatan dengan pola yang sama.
Perubahan kurs juga mempengaruhi angka regional. Pertumbuhan LATAM mencapai 17% dalam pelaporan dolar AS, tetapi sekitar 12% setelah pengaruh kurs dinetralkan. Di EMEA, angkanya masing-masing 11% dan 9%.
Perbedaan tersebut membantu menjelaskan mengapa kenaikan pendapatan dalam dolar tidak selalu menggambarkan perubahan permintaan pelanggan secara langsung. Pendapatan turut dipengaruhi harga paket, iklan, dan konversi mata uang.
Data regional tersebut menunjukkan bahwa perlambatan pertumbuhan Netflix terutama terlihat di pasar internasional, meskipun seluruh wilayah masih mencatat kenaikan pendapatan dua digit. Hal ini menjadi penting karena wilayah di luar AS dan Kanada menyumbang lebih dari separuh pendapatan perusahaan.
Dengan kontribusi tersebut, perubahan pertumbuhan di EMEA, LATAM, dan APAC dapat memengaruhi laju pendapatan konsolidasi Netflix, bahkan ketika bisnis di pasar domestiknya tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil.
Laba Naik 44%, Ada Faktor Pembanding Tahun Lalu
Netflix mencatat laba bersih US$3,66 miliar, naik sekitar 44% dari setahun sebelumnya. Laba per saham dilusian meningkat menjadi US$0,87, dibandingkan US$0,59 pada kuartal III 2025.
Margin operasi naik menjadi 34,6%, dari 28,2%. Perusahaan menyatakan pencapaian di atas proyeksinya terutama berkaitan dengan waktu pencatatan biaya.
Namun, perbandingan tahunan juga memiliki faktor khusus. Pada kuartal III 2025, Netflix membukukan beban sekitar US$619 juta terkait sengketa pajak non penghasilan di Brasil. Beban itu dicatat sebagai biaya pendapatan dan menekan margin operasi tahun lalu lebih dari lima poin persentase.
Karena basis pembanding tersebut lebih rendah, kenaikan margin tahunan perlu dibaca bersama perubahan biaya. Selisih margin yang besar tidak seluruhnya menggambarkan peningkatan efisiensi operasional berulang.
Target Iklan Turun, Proyeksi Tahunan Jadi US$51,1 Miliar
Netflix kini memperkirakan pendapatan iklan 2026 sekitar US$2,7 miliar, turun dari target sebelumnya sekitar US$3 miliar. Perusahaan mengaitkan revisi itu dengan peluncuran sejumlah kemampuan produk iklan yang lebih lambat dari perkiraan.
Revisi sebesar US$300 juta atau sekitar 10% tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bisnis iklan Netflix belum berjalan sesuai jadwal awal. Padahal, iklan menjadi salah satu sumber monetisasi yang dikembangkan perusahaan di luar pendapatan langganan.
Keterlambatan peluncuran fitur iklan dapat memengaruhi kemampuan Netflix memperluas layanan kepada pengiklan dan merealisasikan pendapatan yang sebelumnya ditargetkan. Namun, revisi tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan penurunan permintaan iklan karena perusahaan secara khusus mengaitkannya dengan jadwal pengembangan produk.
Untuk keseluruhan 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan US$51,1 miliar dan margin operasi 31,5%. Pendapatan tersebut sekitar 0,2% di bawah titik tengah rentang proyeksi sebelumnya.
Pada kuartal IV, perusahaan memperkirakan pendapatan sekitar US$13,44 miliar dengan margin operasi 26%. Proyeksi margin itu sudah memasukkan dampak negatif sekitar 1,2 poin persentase dari pengurangan karyawan. Seluruh angka tersebut masih merupakan perkiraan manajemen.
Dengan demikian, perkembangan bisnis iklan dan realisasi pertumbuhan pendapatan regional menjadi dua indikator penting untuk menilai kemampuan Netflix mempertahankan ekspansi bisnisnya menjelang akhir tahun.
Apa yang Perlu Diperhatikan dari Pertumbuhan Netflix?
Associated Press melaporkan saham Netflix (NFLX) turun sekitar 4,1% menjadi US$65,90 dalam perdagangan setelah jam bursa pada 20 Oktober, setelah hasil keuangan diumumkan. Angka ini merupakan pergerakan pada waktu pelaporan, bukan harga penutupan sesi reguler berikutnya.
Namun, di luar respons jangka pendek pasar saham, laporan kuartal III Netflix memperlihatkan beberapa indikator bisnis yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.
Pertama, pertumbuhan pendapatan regional. Perlambatan di EMEA, LATAM, dan APAC menjadi relevan karena pasar internasional menyumbang sekitar 56% dari total pendapatan perusahaan.
Kedua, realisasi target iklan. Penurunan proyeksi pendapatan iklan menjadi US$2,7 miliar menunjukkan adanya perubahan jadwal pengembangan produk yang dapat memengaruhi kontribusi bisnis tersebut terhadap pendapatan Netflix.
Ketiga, keberlanjutan margin operasi. Kenaikan margin kuartal III perlu dibandingkan dengan dampak biaya khusus pada tahun sebelumnya serta pengeluaran restrukturisasi yang diperkirakan memengaruhi margin kuartal IV.
Ketiga indikator tersebut dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai pertumbuhan Netflix, bukan hanya berdasarkan kenaikan laba atau pergerakan harga saham setelah laporan keuangan.
Bisnis Netflix Masih Tumbuh. Bagaimana dengan Sahamnya?
Pertumbuhan pendapatan, ekspansi pasar global, hingga strategi iklan bisa menjadi faktor penting dalam menilai prospek perusahaan. Pantau saham Netflix (NFLX) dan berbagai saham AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan earnings, analisis bisnis, dan sentimen Wall Street terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi saham memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Informasi ini bukan rekomendasi investasi. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- Netflix - Laporan Kuartal III 2026
- Netflix - Laporan Kuartal III 2025






