Perusahaan manajemen aset Strive (ASST) semakin agresif memperluas dominasinya di ranah corporate treasury berbasis aset kripto. Mengikuti skema akumulasi yang dipelopori MicroStrategy (MSTR), Strive mengonfirmasi pembeli modal sebesar 4.045 koin Bitcoin (BTC) pada rentang 12–16 Oktober 2026, dengan nilai rata-rata akuisisi mencapai US$82.803 per koin.
Strive Borong 4.045 BTC: Rincian Transaksi dan Lonjakan Cadangan Korporasi
Aksi akuisisi Bitcoin senilai total US$335 juta ini dieksekusi secara bertahap dalam dua gelombang utama. Laporan resmi SEC Form 8-K tertanggal 19 Oktober 2026 mencatat bahwa Strive membeli 2.822 BTC pada periode 12–13 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan akumulasi 1.223 BTC pada 14–16 Oktober dengan harga rata-rata eksekusi sebesar US$81.734 per koin.
Pembelian berskala besar ini mendongkrak total kepemilikan Bitcoin Strive secara signifikan dari 32.773 BTC pada pekan sebelumnya menjadi 36.818 BTC. Kenaikan persediaan sebesar 4.045 BTC hanya dalam kurun waktu satu minggu ini mengukuhkan posisi Strive di jajaran entitas publik pemegang cadangan Bitcoin terbesar di dunia.
Mekanisme Pendanaan: Eksekusi Warrant dan Dampak Dilusi Saham Class A
Strategi penggalangan dana Strive bertumpu pada eksekusi warrant, yakni hak bagi pemegang saham untuk membeli saham baru pada harga yang telah ditentukan. Sepanjang 12–13 Oktober 2026, eksekusi instrumen ini menghasilkan penerbitan 13.674.703 saham Class A baru dan mengucurkan dana segar senilai US$369,2 juta ke kas perusahaan. Seluruh sisa instrumen traditional warrant yang tidak dieksekusi hingga batas waktu 13 Oktober secara otomatis hangus.
Penerbitan belasan juta saham baru tersebut mendorong lonjakan jumlah saham Class A yang beredar sebesar 13,5%, bergerak dari 101,2 juta menjadi 114,8 juta saham hanya dalam sepekan. Meskipun penerbitan saham modal ini berisiko menimbulkan dampak dilusi terhadap persentase kepemilikan pemegang saham eksisting, Strive berhasil menutup pekan dengan peningkatan likuiditas kas dan setara kas sebesar US$7,2 juta, menjadikan total cadangan kas kasir mencapai US$317,5 juta.
Transformasi Manajer Aset Anti-ESG Menjadi Raksasa Treasury Bitcoin
Langkah ekspansif ini mempertegas pergeseran fundamental pada model bisnis Strive. Didirikan pada tahun 2022 oleh mantan kandidat presiden AS Vivek Ramaswamy sebagai manajer aset bertema anti-ESG, Strive resmi mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan utama (treasury reserve asset) pada Mei 2025 bersamaan dengan rencana merger dengan Asset Entities.
Langkah rekayasa keuangan perusahaan berlanjut pada September 2025 melalui akuisisi bernilai US$1,3 miliar atas Semler Scientific, produsen perangkat medis yang kala itu menguasai sekitar 5.000 BTC. Sejak transaksi tersebut mendapat persetujuan pemegang saham pada Januari 2026, portofolio Bitcoin gabungan Strive telah melonjak hampir tiga kali lipat—termasuk akumulasi 3.311 BTC senilai US$280 juta pada harga rata-rata US$84.500 per koin yang dilakukan sepekan sebelum transaksi terbaru ini.
Skema Penawaran Saham Preferen $630 Juta dan Implikasinya bagi Pasar Spot
Sebagai langkah lanjutan dalam memperkuat permodalan, Strive tengah mempersiapkan rencana penawaran (offering) saham preferen senilai US$630 juta. Skema struktur modal ini dirancang untuk menghimpun dana tambahan bebas utang yang fleksibel, memungkinkan perusahaan terus menambah eksposurnya terhadap Bitcoin tanpa harus melikuidasi aset kripto yang sudah dipegang.
Bagi ekosistem Bitcoin (BTC), hadirnya akumulasi berkelanjutan dari institusi korporasi menyuntikkan permintaan struktural yang stabil di pasar spot. Kendati demikian, pelaku pasar dan investor pasar modal perlu mencermati rasio risiko jangka panjang, khususnya potensi dilusi ekuitas lanjutan serta beban kewajiban dividen dari penerbitan saham preferen tersebut.
Referensi +
- U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) — Form 8-K Filing Strive Asset Management (19 Oktober 2026)
- Strive Asset Management Corporate Treasury & Investor Relations Update






