ASIC aturan kripto Australia memasuki babak baru. Regulator sekuritas Negeri Kanguru itu membuka konsultasi publik untuk aturan main platform kripto—langkah yang menandai era baru pengawasan aset digital di kawasan Asia Pasifik.
Australian Securities and Investments Commission (ASIC) merilis Consultation Paper 392 (CP 392) pada Kamis (15/10/2026). Isinya, usulan standar permodalan, kustodi, dan perdagangan untuk platform kripto. Ini bagian dari implementasi Undang-Undang Corporations Amendment (Digital Assets Framework) yang disahkan Parlemen April lalu. Dokumen lengkapnya bisa diakses di situs resmi ASIC.
Aturan ASIC: Modal, Kustodi, dan Perdagangan
Ada tiga opsi model permodalan yang diajukan ASIC. Opsi paling ketat menyasar operator yang tidak memiliki pengaturan kustodi pihak ketiga yang memenuhi syarat. Mereka diwajibkan memegang aset berwujud bersih minimal A$14 juta (sekitar US$9,7 juta)—atau 10% dari rata-rata pendapatan tahunan, mana yang lebih tinggi. Detail lengkap ketiga model bisa dilihat di dokumen konsultasi resmi.
Soal perdagangan, ASIC mengusulkan agar platform dilarang bertransaksi untuk kepentingan sendiri. Langkah ini untuk mencegah benturan kepentingan antara operator dan pengguna. Regulator juga mewajibkan pelaporan kuartalan atas dompet yang menyimpan aset pelanggan.
Komisioner ASIC, Alan Kirkland, menyatakan bahwa panduan dan standar yang diusulkan mengakui peran aset digital dan tokenisasi yang semakin besar, termasuk di bagian tradisional sistem keuangan. Menurutnya, proposal ini memberi operator kripto kejelasan lebih besar soal persyaratan lisensi, perlindungan aset pelanggan, dan pemenuhan syarat keuangan dalam kerangka baru.
Kustodi Offshore dan Akses Darurat
Satu usulan yang menuai perhatian: kemungkinan kustodi di luar negeri (offshore) dibuka. ASIC meminta masukan tentang apakah operator Australia harus punya akses darurat ke private key jika induk usaha atau kustodian luar negeri gagal.
Amy-Rose Goodey, CEO Digital Economy Council of Australia, menyebut proposal ini sebagai tonggak penting. “Setelah bertahun-tahun terlibat dalam reformasi regulasi, sangat menggembirakan melihat fokus bergeser ke implementasi praktis,” ujarnya kepada Cointelegraph.
Goodey menambahkan bahwa keputusan untuk tidak mewajibkan kustodi domestik juga signifikan. Menurutnya, hal itu mengakui sifat global pasar aset digital. Ia juga menyoroti perlunya mempertimbangkan dampak pembatasan principal trading dan persyaratan eksekusi terbaik terhadap cara bursa Australia beroperasi dan mengakses likuiditas.
Respons Industri terhadap Aturan ASIC
Shange Chandra, CEO OKX Australia, menyambut baik proposal tersebut. Menurutnya, standar ini akan mendorong konsolidasi industri.
“Standar ini tepat dan cukup berat,” kata Chandra. “Mereka akan memberi reward pada operator yang sudah berinvestasi di kepatuhan, modal, dan kustodi. Mereka akan menantang operator yang menunda investasi tersebut.”
Chandra juga mengusulkan proses lisensi yang lebih ringkas untuk perusahaan mapan dengan rekam jejak kepatuhan yang baik.
Linimasa Implementasi
Konsultasi ini bagian dari roadmap implementasi 18 bulan ASIC, yang dipublikasikan setelah Digital Assets Framework Act disahkan April lalu. Masukan ditutup 27 November 2026. Regulator menargetkan publikasi standar dan panduan final pada Maret 2027.
Undang-undang akan berlaku efektif 8 April 2027. Operator memiliki waktu hingga 7 Oktober 2027 untuk mengajukan lisensi, dan dapat terus beroperasi selama ASIC menilai aplikasi mereka. Roadmap lengkapnya bisa dilihat di halaman resmi ASIC.
Implikasi Aturan ASIC bagi Investor Asia Pasifik
Bagi investor kripto di Asia Pasifik, ASIC aturan kripto Australia bisa menjadi sinyal arah regulasi regional. Kepastian hukum yang jelas sering kali menjadi katalis adopsi institusional. Australia dengan pendekatan konsultatif ini menunjukkan bahwa regulator bisa membuka dialog dengan industri sebelum menetapkan aturan final.
Referensi +
- Australia seeks feedback on crypto platform rules ahead of 2027 rollout
- ASIC's roadmap for digital assets law reform implementation






