Tesla (TSLA)Cek TSLA bersiap kembali memperkenalkan Roadster generasi kedua dalam sebuah acara demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Texas, Amerika Serikat.
Acara tersebut menjadi perhatian karena Roadster telah mengalami serangkaian penundaan sejak pertama kali diperkenalkan pada November 2017. Kali ini, Tesla dikabarkan akan memperlihatkan teknologi pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX, dengan kemungkinan demonstrasi kendaraan melayang di udara.
Namun, bagi investor, perhatian tidak hanya tertuju pada kemampuan teknologinya. Kepastian harga, jadwal produksi, dan potensi kontribusi komersial Roadster juga menjadi faktor penting menjelang perdagangan saham Tesla setelah acara berlangsung.
Tesla Jadwalkan Demo Roadster pada 15 Oktober
Tesla mengonfirmasi bahwa acara pengungkapan Roadster terbaru akan berlangsung pada 15 Oktober 2026 pukul 19.55 Central Daylight Time (CDT), atau 16 Oktober pukul 07.55 WIB.
Perusahaan telah memasang penghitung waktu mundur di situs Roadster dan berencana menyiarkan acara tersebut secara langsung melalui akun resminya di platform X.
Jadwal ini mundur dua minggu dari rencana sebelumnya pada 1 Oktober. Tesla menyatakan bahwa penundaan dilakukan karena kondisi cuaca di lokasi demonstrasi, yakni fasilitas pengembangan dan pengujian roket SpaceX (SPCX) di kawasan Waco, Texas.
Acara tersebut direncanakan berlangsung di luar ruangan, sehingga kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaannya.
Menurut laporan The Information yang dikutip Yahoo Finance, Tesla berpotensi memperlihatkan Roadster edisi khusus yang menggunakan teknologi pendorong gas dingin (cold-gas thrusters) hasil pengembangan bersama SpaceX.
Teknologi tersebut dikabarkan dapat memungkinkan kendaraan terangkat atau melayang sesaat dari permukaan tanah. Laporan lainnya menyebut demonstrasi kemungkinan dilakukan menggunakan kendaraan tanpa penumpang yang dioperasikan dari jarak jauh.
Meski demikian, rincian kemampuan tersebut masih berdasarkan laporan dan belum dibuktikan melalui demonstrasi publik yang dijadwalkan.
Elon Musk sebelumnya juga menyampaikan bahwa keberhasilan demonstrasi tidak dapat dijamin. Karena itu, hasil acara pada 15 Oktober akan menjadi perhatian dalam menilai sejauh mana teknologi yang dikembangkan benar-benar dapat ditampilkan.
Roadster Sudah Hampir Sembilan Tahun Menunggu Produksi
Roadster generasi kedua pertama kali diperkenalkan Tesla pada November 2017 sebagai penerus mobil listrik pertamanya yang dipasarkan pada 2008-2012.
Saat diperkenalkan, Tesla menawarkan gambaran mobil sport listrik berperforma tinggi dengan akselerasi 0-60 mil per jam dalam sekitar 1,9 detik, jangkauan hingga 620 mil, dan harga awal yang diumumkan sebesar US$200.000.
Perusahaan juga mulai menerima reservasi dengan pembayaran awal sebesar US$50.000, yang terdiri dari uang muka US$5.000 dan pembayaran lanjutan US$45.000 dalam waktu 10 hari.
Sementara itu, varian Founders Series ditawarkan dengan harga US$250.000. Tesla awalnya menargetkan produksi Roadster pada 2020. Namun, jadwal tersebut terus mengalami perubahan.
Produksi sempat diarahkan ke 2021, kemudian 2022 dan 2023. Pada 2024, Musk kembali membahas kemungkinan produksi pada 2025, sebelum targetnya bergeser ke 2027 atau 2028 pada akhir 2025.
Jadwal demonstrasi juga mengalami sejumlah perubahan sepanjang 2026, termasuk rencana pada April, pertengahan tahun, hingga akhirnya ditetapkan pada Oktober. Hingga menjelang acara terbaru, Tesla belum mengumumkan harga final maupun tanggal pengiriman pasti untuk Roadster generasi kedua.
Perubahan jadwal yang berulang membuat kepastian produksi menjadi salah satu aspek penting, terutama bagi konsumen yang telah melakukan reservasi sejak beberapa tahun lalu.
Demonstrasi teknologi dapat memperlihatkan perkembangan produk, tetapi belum otomatis menunjukkan bahwa Roadster siap memasuki produksi massal atau mulai dikirimkan kepada pelanggan.
Teknologi SpaceX Jadi Sorotan, Tapi Dampak Bisnis Belum Jelas
Keterlibatan teknologi SpaceX menjadi salah satu hal yang membedakan Roadster terbaru dari mobil listrik Tesla lainnya.
Sistem pendorong gas dingin yang dikabarkan akan digunakan bekerja dengan memanfaatkan pelepasan gas bertekanan untuk menghasilkan dorongan.
Musk sebelumnya mengaitkan teknologi tersebut dengan target akselerasi Roadster yang lebih ekstrem, termasuk klaim bahwa kendaraan dapat mencapai 0-60 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik dengan bantuan pendorong.
Namun, klaim performa tersebut belum dapat dianggap sebagai spesifikasi kendaraan produksi yang telah terverifikasi. Selain kemampuan teknis, investor juga perlu mencermati apakah fitur yang ditampilkan dapat diterapkan pada kendaraan komersial, termasuk dari sisi keselamatan, biaya, dan kelayakan penggunaan sehari-hari.
Dari sisi finansial, kontribusi langsung Roadster terhadap bisnis Tesla diperkirakan relatif terbatas dibandingkan skala perusahaan.
Sebagai ilustrasi, varian Founders Series yang sebelumnya ditawarkan seharga US$250.000 memiliki batas 1.000 unit. Apabila seluruh unit tersebut terjual dengan harga yang sama, potensi pendapatan kotornya mencapai US$250 juta.
Nilai tersebut masih kecil dibandingkan kapitalisasi pasar Tesla yang disebut mencapai sekitar US$1,48 triliun dalam laporan sumber. Perhitungan ini juga bersifat ilustratif dan tidak mencerminkan proyeksi pendapatan resmi perusahaan.
Dengan demikian, perhatian investor terhadap Roadster kemungkinan tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang dapat dijual, tetapi juga kemampuan Tesla memenuhi janji pengembangan produk dan merealisasikan teknologi yang telah lama diperkenalkan.
Saham TSLA Hadapi Ujian Setelah Acara Roadster
Menjelang demonstrasi Roadster, saham Tesla berada dalam tekanan. Pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, saham TSLA ditutup di US$375,23, sekitar 25% di bawah level tertinggi dalam 52 minggu sebelumnya.
Investor juga memiliki pengalaman beragam terhadap acara peluncuran produk Tesla. Menurut data yang dikutip BeInCrypto, saham Tesla turun sekitar 6% setelah peluncuran Cybertruck pada 2019, ketika demonstrasi kaca kendaraan tidak berjalan sesuai rencana.
Pada Oktober 2024, saham TSLA juga melemah sekitar 8,3% setelah pengungkapan Cybercab. Penurunan lain sebesar 5,92% tercatat pada 4 September 2026 setelah acara terkait Cybercab yang dinilai belum memenuhi ekspektasi investor.
Meski demikian, pergerakan saham setelah acara sebelumnya tidak dapat digunakan untuk memastikan respons pasar terhadap demonstrasi Roadster kali ini.
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, sesi perdagangan pertama setelah acara, investor akan dapat menilai informasi terbaru yang disampaikan Tesla, termasuk hasil demonstrasi, spesifikasi kendaraan, harga, serta kejelasan jadwal produksi dan pengiriman.
Perhatian pasar kemudian akan beralih ke laporan keuangan Tesla yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Laporan tersebut akan memberikan gambaran lebih luas mengenai kondisi bisnis perusahaan, termasuk kinerja keuangan dan prioritas investasinya.
Bagi investor TSLA, demonstrasi Roadster menjadi perkembangan produk yang layak diperhatikan. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap valuasi saham akan tetap bergantung pada kemampuan Tesla mengubah pengembangan teknologi menjadi produk yang dapat diproduksi, dikirimkan, dan menghasilkan pendapatan.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Tesla di halaman ini.
Roadster Kembali, Saham Tesla Jadi Sorotan!
Tesla bersiap memperlihatkan Roadster terbaru dengan teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX. Pantau pergerakan saham TSLA dan peluang investasi saham AS lainnya di Nanovest, serta ikuti perkembangan teknologi dan pasar global melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: Tesla's Roadster event is back on for Thursday night. Here's what to expect.
- Electrek: Tesla is unveiling the new Roadster for real this time, promise
- BeInCrypto: Could Tesla's Roadster Reveal Trigger Another Stock Crash?






