Perdagangan memori AI yang selama ini jadi motor reli saham teknologi mulai goyah pekan ini. Bursa Korea Selatan rontok pada Selasa, dan tekanannya menjalar ke Wall Street, termasuk saham SpaceX (SPCX) yang ikut terseret meski bukan produsen memori murni.
Pasar Korea Selatan Rontok, SK Hynix Anjlok 10%
Pasar saham Korea Selatan jatuh tajam pada Selasa, dengan produsen chip memori menjadi korban terbesar. Saham Samsung turun 7,4% dan SK Hynix turun 10,1%.
Pemicunya datang dari China. Perusahaan teknologi CXMT menyoroti kemajuan penting pada arsitektur sel memori baru dalam sebuah acara di Shanghai akhir pekan lalu, dan berencana meluncurkan produk memori berbasis desain tersebut pada akhir tahun. Memori yang lebih murah ini bisa dipakai di data center, yang menjadi tulang punggung perdagangan memori AI.
Kenapa Memori Murah Justru Jadi Kabar Buruk?
Bagi data center yang biayanya besar, harga memori yang lebih murah tentu menguntungkan. Namun bagi produsen chip dan perusahaan yang menjual komputasi data center, itu berarti tekanan pada harga jual.
Saham Micron (MU) dan SanDisk (SNDK), yang melonjak sepanjang tahun ini berkat pesanan chip memori yang tak henti, ikut melemah. SpaceX, yang bertumpu pada pembangunan data center AI dan memosisikan diri sebagai calon produsen chip, turut jatuh karena sentimen yang sama.
Elon Musk: Skala China Menakutkan, Tapi RAM Mungkin Beda
SpaceX juga mengalami penurunan sekitar 4% pada Selasa. Meski bukan produsen memori seperti Samsung dan SK Hynix, perusahaan ini turut terpapar sentimen investasi AI dan pembangunan data center.
Investor mulai mempertimbangkan apakah belanja infrastruktur AI yang besar akan terus menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. Jika biaya komputasi dan harga produk terkait mengalami tekanan, prospek perusahaan yang bergantung pada ekspansi AI juga dapat ikut dinilai ulang.
CEO SpaceX Elon Musk turut menanggapi kemajuan CXMT melalui unggahan di platform X. Ia menilai China memiliki kemampuan besar untuk meningkatkan skala produksi ketika berhasil mengembangkan suatu produk, seperti yang terlihat pada industri baterai lithium dan panel surya.
Namun, Musk juga menyampaikan bahwa RAM mungkin memiliki dinamika berbeda karena industri tersebut pernah memiliki margin keuntungan yang tipis. Dengan demikian, kemajuan teknologi tidak serta-merta menjamin keuntungan besar bagi produsennya.
Wall Street Makin Bertumpu pada Saham AI
Di tengah gejolak ini, Wall Street semakin condong ke perdagangan AI dan teknologi. Survei fund manager terbaru Bank of America menunjukkan proporsi yang overweight saham teknologi naik menjadi 37% dari 30% bulan sebelumnya, tertinggi sejak Agustus 2020. Sebanyak 45% responden juga sepakat bahwa akan ada gelembung AI pada 2027.
Bagi investor, kombinasi posisi yang makin padat di saham teknologi dan sentimen yang mudah berbalik arah membuat koreksi seperti ini layak dicermati.
Saham Chip AI Tertekan, Saatnya Pantau Pasar?
Persaingan teknologi memori dari China kembali menjadi perhatian investor, sementara saham Micron dan perusahaan terkait AI ikut tertekan. Pantau pergerakan saham teknologi AS melalui Nanovest dan ikuti perkembangan industri AI, semikonduktor, serta pasar global di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX stock slammed as AI memory trade crumbles in South Korea






