Trading dengan leverage memungkinkan investor membuka posisi bernilai lebih besar daripada modal yang dimiliki. Namun, semakin besar eksposur transaksi, semakin besar pula risiko kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan. Salah satu risiko yang perlu dipahami adalah margin call.
Kondisi ini bisa terjadi ketika nilai jaminan dalam akun trading turun hingga tidak lagi memenuhi persyaratan broker. Jika tidak ditangani sesuai ketentuan, posisi yang masih terbuka berisiko ditutup secara paksa dan menyebabkan kerugian.
Lantas, apa itu margin call, bagaimana cara kerjanya, dan kapan kondisi ini bisa terjadi? Simak penjelasan berikut.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Margin Call?
Margin call adalah pemberitahuan atau tuntutan dari broker ketika ekuitas dalam akun margin tidak lagi memenuhi persyaratan jaminan minimum untuk mempertahankan posisi trading. Kondisi ini biasanya terjadi setelah nilai aset atau posisi bergerak berlawanan dengan perkiraan trader, sehingga dana jaminan yang tersedia berkurang.
Margin call berkaitan erat dengan penggunaan margin trading, yaitu fasilitas yang memungkinkan trader membuka posisi dengan dukungan dana pinjaman atau jaminan tertentu. Melalui mekanisme ini, nilai transaksi bisa lebih besar dibandingkan modal yang disediakan sendiri.
Sebagai contoh, seorang trader menggunakan modal US$1.000 untuk membuka posisi senilai US$5.000 dengan leverage 5x. Jika harga bergerak sesuai perkiraan, perubahan nilai posisi dapat memperbesar potensi keuntungan. Sebaliknya, pergerakan harga yang merugikan juga dapat memperbesar kerugian relatif terhadap modal awal.
Ketika kerugian mengurangi ekuitas hingga batas yang ditentukan broker, trader dapat menerima margin call. Tindakan yang diminta bisa berupa penambahan dana jaminan atau pengurangan posisi, bergantung pada aturan produk dan penyedia layanan.
Margin call juga dapat muncul akibat perubahan persyaratan jaminan, meskipun tidak selalu didahului kerugian sebesar yang diperkirakan trader.
Perlu dipahami: Tidak semua aktivitas investasi menggunakan margin. Pembelian aset secara penuh menggunakan dana sendiri, tanpa fasilitas pinjaman atau leverage, umumnya tidak menimbulkan margin call seperti pada akun margin.
Bagaimana Cara Kerja Margin Call?
Margin call muncul ketika tingkat jaminan akun tidak lagi memenuhi ketentuan untuk mempertahankan posisi terbuka. Untuk memahami prosesnya, perhatikan alur berikut.
Dari Pembukaan Posisi hingga Margin Call
Trader membuka posisi dengan margin
Sebagian modal digunakan sebagai jaminan untuk membuka posisi bernilai lebih besar.
Harga bergerak berlawanan
Kerugian yang belum direalisasikan mengurangi ekuitas dalam akun.
Jaminan mencapai batas minimum
Ekuitas atau indikator margin turun hingga ambang yang ditetapkan penyedia layanan.
Margin call muncul
Trader dapat diminta menambah jaminan atau mengurangi posisi. Penutupan paksa juga mungkin terjadi sesuai aturan.
Alur bersifat ilustratif. Beberapa platform dapat menutup posisi secara otomatis tanpa mengirimkan peringatan terlebih dahulu.
Istilah Penting dalam Margin Trading
Untuk memahami margin call, ada beberapa istilah yang sering muncul pada akun trading dengan leverage. Masing-masing menunjukkan aspek berbeda dari nilai posisi, kecukupan jaminan, dan kondisi akun.
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Margin | Dana atau aset yang dijadikan jaminan untuk membuka dan mempertahankan posisi. |
| Leverage | Fasilitas untuk memperoleh eksposur transaksi lebih besar dibandingkan modal yang disediakan. |
| Equity (Ekuitas) | Nilai bersih akun setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian posisi terbuka serta kewajiban yang relevan. |
| Used Margin | Jumlah margin yang sedang dialokasikan untuk mempertahankan posisi terbuka. |
| Free Margin | Ekuitas yang tersisa setelah dikurangi used margin, berdasarkan perhitungan platform. |
| Maintenance Margin | Persyaratan minimum jaminan atau ekuitas yang harus dipenuhi untuk mempertahankan posisi. |
| Margin Level | Rasio antara equity dan used margin yang biasanya ditampilkan dalam persentase. |
Istilah margin level sering digunakan dalam platform trading forex dan derivatif untuk memantau kondisi akun. Semakin rendah persentasenya, semakin dekat akun dengan ambang margin call yang ditetapkan platform.
Pada akun margin saham, kecukupan jaminan juga dapat dinilai melalui perbandingan ekuitas terhadap nilai pasar sekuritas. Karena metode perhitungannya dapat berbeda, trader perlu memahami indikator yang digunakan pada produk masing-masing.
Apa Perbedaan Margin Call dan Likuidasi?
Margin call dan likuidasi merupakan dua istilah yang saling berkaitan dalam trading dengan margin. Perbedaan utamanya terletak pada kondisi yang memicu tindakan serta konsekuensinya terhadap posisi trader.
| Aspek | Margin Call | Likuidasi |
|---|---|---|
| Pengertian | Pemberitahuan atau tuntutan untuk memenuhi persyaratan margin | Penutupan sebagian atau seluruh posisi |
| Pemicu | Jaminan atau ekuitas tidak memenuhi batas yang ditetapkan | Kondisi akun mencapai batas atau ketentuan penutupan posisi |
| Tindakan | Trader dapat diminta menambah jaminan atau mengurangi posisi | Broker atau sistem dapat menutup posisi secara otomatis |
| Dampak | Akun menghadapi pembatasan atau kewajiban pemenuhan margin | Posisi berkurang atau tertutup dan kerugian dapat terealisasi |
Sebagai gambaran, ketika ekuitas turun di bawah batas pemeliharaan margin, broker dapat meminta trader memenuhi kekurangan jaminan. Jika persyaratan tidak terpenuhi, broker dapat menjual aset atau menutup posisi untuk mengurangi eksposur risiko.
Namun, urutan tersebut tidak berlaku secara seragam. Pada beberapa jenis akun dan platform, likuidasi bisa dilakukan secara otomatis, bahkan tanpa pemberitahuan margin call terlebih dahulu.
Apakah Margin Call Berarti Seluruh Modal Langsung Hilang?
Tidak selalu. Margin call menunjukkan bahwa kondisi jaminan akun telah mencapai batas yang ditentukan. Besarnya kerugian bergantung pada nilai posisi, pergerakan pasar, kewajiban akun, dan tindakan yang dilakukan setelah kondisi tersebut muncul.
Meski demikian, risiko kerugian tetap signifikan. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, posisi dapat ditutup pada harga yang kurang menguntungkan. Pada produk tertentu, kerugian bahkan bisa melebihi dana awal yang disetorkan.
Karena itu, memahami mekanisme margin call penting sebelum menggunakan fasilitas leverage. Setiap broker atau platform dapat menerapkan persyaratan margin, batas peringatan, dan prosedur penutupan posisi yang berbeda.
Apa Saja Penyebab Margin Call?
Margin call dapat dipicu oleh berbagai kondisi yang menyebabkan nilai jaminan tidak lagi memenuhi persyaratan broker. Risiko ini dipengaruhi oleh pergerakan harga, besarnya eksposur transaksi, serta ketentuan margin yang berlaku pada masing-masing produk.
Berikut lima faktor yang paling sering berkontribusi terhadap terjadinya margin call.
1. Pergerakan Harga Berlawanan dengan Posisi Trading
Perubahan harga yang tidak sesuai dengan arah posisi dapat mengurangi ekuitas akun. Pada posisi beli (long), kerugian terjadi ketika harga aset turun. Sementara pada posisi jual (short), kerugian muncul ketika harga naik.
Semakin besar perubahan harga yang merugikan, semakin besar pula tekanan terhadap jaminan yang tersedia. Jika kerugian terus bertambah, akun dapat mencapai batas margin yang ditetapkan broker.
2. Penggunaan Leverage Terlalu Tinggi
Leverage memungkinkan trader mengendalikan posisi bernilai besar dengan modal yang relatif kecil. Namun, penggunaan leverage tinggi juga meningkatkan sensitivitas ekuitas terhadap pergerakan harga.
Misalnya, posisi dengan leverage 10x memiliki nilai eksposur sepuluh kali modal yang digunakan. Penurunan harga sebesar 5% pada posisi beli dapat menghasilkan kerugian sekitar 50% dari modal awal yang dialokasikan untuk posisi tersebut, sebelum memperhitungkan biaya.
Karena itu, semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin kecil ruang bagi harga untuk bergerak berlawanan sebelum ekuitas mengalami tekanan besar.
3. Ukuran Posisi Terlalu Besar
Trader juga dapat menghadapi margin call ketika membuka posisi yang terlalu besar dibandingkan total ekuitas akun. Ukuran posisi menentukan besarnya keuntungan atau kerugian dalam nominal uang untuk setiap perubahan harga. Dua trader yang menghadapi perubahan harga sama dapat mengalami dampak berbeda jika nilai posisi mereka tidak sama.
Membuka beberapa posisi sekaligus juga dapat meningkatkan total margin yang digunakan, terutama ketika pergerakan aset saling berkorelasi.
4. Kerugian Akumulatif Mengurangi Ekuitas
Kerugian dari beberapa posisi terbuka dapat menumpuk dan menekan ekuitas secara bersamaan. Kondisi ini perlu diperhatikan ketika trader memiliki beberapa transaksi yang bergerak mengikuti sentimen pasar serupa. Penurunan pada sejumlah aset dapat terjadi dalam waktu berdekatan, sehingga ruang jaminan menyusut lebih cepat.
Biaya pendanaan, bunga pinjaman, atau biaya transaksi tertentu juga dapat mengurangi nilai bersih akun, tergantung produk yang digunakan.
5. Perubahan Persyaratan Margin oleh Broker
Margin call tidak selalu dipicu oleh penurunan harga aset. Broker atau penyedia layanan dapat menyesuaikan persyaratan margin akibat meningkatnya volatilitas, perubahan kondisi pasar, atau kebijakan pengelolaan risiko.
Ketika kebutuhan jaminan meningkat, dana yang sebelumnya mencukupi mungkin tidak lagi memenuhi persyaratan baru. Karena itu, trader perlu memperhatikan pemberitahuan perubahan ketentuan, terutama ketika memegang posisi terbuka dalam kondisi pasar yang bergejolak.
Bagaimana Cara Menghitung Margin Level?
Pada banyak platform trading forex dan derivatif, margin level digunakan untuk menunjukkan kecukupan ekuitas dibandingkan margin yang sedang digunakan.
Rumus margin level adalah:
Margin Level menunjukkan perbandingan antara ekuitas akun dan margin yang sedang digunakan.
Keterangan:
- Equity: Nilai bersih akun setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian posisi terbuka dan komponen lain sesuai perhitungan platform.
- Used Margin: Total dana jaminan yang dialokasikan untuk mempertahankan posisi terbuka.
- Margin Level: Persentase yang menunjukkan perbandingan antara ekuitas dan margin terpakai.
Apakah margin level 100% otomatis berarti margin call? Belum tentu. Batas margin call berbeda menurut broker, produk, dan jenis akun. Ada platform yang menggunakan 100% sebagai ambang peringatan, sementara platform lain menetapkan angka berbeda.
Selain itu, rumus margin level ini tidak dapat diterapkan secara langsung pada seluruh jenis akun margin saham. Pada margin saham, persyaratan pemeliharaan dapat dihitung berdasarkan ekuitas relatif terhadap nilai pasar sekuritas yang dijaminkan.
Kalkulator Margin Level: Coba Hitung Sendiri
Hitung Margin Level Trading
Masukkan ekuitas dan margin yang digunakan untuk melihat tingkat kecukupan jaminan akun.
Margin level berada di atas ambang margin call yang dimasukkan.
Simulasi ini menggunakan rumus equity / used margin × 100%. Hasil bersifat edukatif dan tidak memperhitungkan ketentuan khusus broker, perubahan persyaratan margin, biaya, atau eksekusi likuidasi.
Margin Call dalam Saham, Forex, dan Kripto: Apa Bedanya?
Margin call dapat ditemukan dalam berbagai jenis transaksi yang menggunakan fasilitas pinjaman atau leverage. Namun, mekanisme jaminan, metode perhitungan, dan prosedur penutupan posisi tidak selalu sama.
Margin Call dalam Trading Saham
Dalam perdagangan saham dengan fasilitas margin, investor menggunakan pembiayaan dari perusahaan sekuritas untuk membeli saham. Saham dan aset lain yang memenuhi ketentuan dapat menjadi bagian dari jaminan akun.
Ketika nilai portofolio turun, nilai ekuitas investor relatif terhadap kewajiban pembiayaan ikut berkurang. Jika persyaratan pemeliharaan jaminan tidak terpenuhi, perusahaan sekuritas dapat meminta tambahan dana atau jaminan.
Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, perusahaan sekuritas dapat melakukan penjualan saham sesuai perjanjian dan ketentuan yang berlaku.
Persyaratan margin saham dapat berbeda menurut regulasi pasar, perusahaan sekuritas, dan saham yang memenuhi syarat pembiayaan.
Margin Call dalam Trading Forex
Pada trading forex berbasis margin, trader membuka posisi pasangan mata uang dengan menyediakan sejumlah dana sebagai jaminan.
Platform biasanya menampilkan equity, used margin, free margin, dan margin level untuk membantu trader memantau kondisi akun.
Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi keuntungan atau kerugian posisi secara langsung. Jika margin level turun hingga batas yang ditetapkan, akun dapat menerima peringatan atau mengalami penutupan posisi otomatis.
Ambang margin call dan stop out pada forex bergantung pada ketentuan broker serta produk yang diperdagangkan.
Margin Call dalam Trading Kripto
Dalam perdagangan kripto dengan margin atau derivatif, trader dapat menggunakan leverage untuk membuka posisi dengan nilai eksposur lebih besar dibandingkan jaminannya.
Karena harga aset kripto dapat bergerak tajam, perubahan pasar yang cepat dapat mengurangi nilai jaminan dalam waktu singkat.
Pada sejumlah platform, sistem menggunakan ambang maintenance margin dan mekanisme likuidasi otomatis. Perhitungan dapat mempertimbangkan ukuran posisi, leverage, harga acuan, jenis margin, dan komponen lain sesuai kontrak.
Perlu dibedakan bahwa pembelian kripto di pasar spot menggunakan dana sendiri tanpa pinjaman atau leverage umumnya tidak memiliki mekanisme margin call seperti perdagangan margin atau derivatif.
Tabel Perbandingan Margin Call Berdasarkan Instrumen
| Aspek | Saham Margin | Forex Margin | Kripto dengan Leverage |
|---|---|---|---|
| Jenis transaksi | Pembelian saham menggunakan pembiayaan | Posisi pasangan mata uang menggunakan margin | Posisi kripto menggunakan margin atau kontrak derivatif |
| Jaminan | Ekuitas dan aset yang memenuhi ketentuan | Dana atau ekuitas akun | Aset atau dana yang memenuhi ketentuan platform |
| Indikator risiko | Rasio ekuitas dan persyaratan pemeliharaan | Margin level dan equity | Maintenance margin, margin ratio, atau indikator sejenis |
| Tindakan saat jaminan tidak cukup | Permintaan tambahan jaminan atau penjualan saham | Margin call atau penutupan posisi | Peringatan atau likuidasi otomatis |
| Hal yang perlu diperhatikan | Aturan pembiayaan dan jenis saham | Leverage, spread, serta ambang stop out | Volatilitas, jenis kontrak, dan aturan likuidasi |
Catatan: Tabel ini menggambarkan karakteristik umum. Fitur, persyaratan, dan prosedur aktual dapat berbeda pada setiap penyedia layanan.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Terkena Margin Call?
Ketika akun trading mengalami margin call, keputusan yang diambil dapat memengaruhi besarnya kerugian dan sisa modal yang tersedia. Trader perlu segera memeriksa kondisi akun serta memahami tindakan yang masih dapat dilakukan sesuai ketentuan broker.
Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan ketika menerima peringatan margin call.
1. Periksa Ekuitas dan Posisi yang Masih Terbuka
Langkah pertama adalah melihat kondisi akun secara menyeluruh, termasuk nilai ekuitas, margin yang digunakan, kerugian berjalan, dan posisi yang masih aktif.
Perhatikan posisi mana yang paling banyak mengurangi ekuitas serta apakah beberapa transaksi memiliki eksposur terhadap risiko pasar yang serupa.
Pemeriksaan ini membantu trader memahami sumber tekanan pada akun sebelum mengambil keputusan berikutnya.
2. Pertimbangkan Mengurangi atau Menutup Posisi
Mengurangi ukuran posisi dapat menurunkan eksposur terhadap pergerakan harga berikutnya. Pada sejumlah sistem margin, penutupan posisi juga dapat membebaskan sebagian margin yang sebelumnya digunakan.
Namun, menutup posisi yang sedang merugi berarti merealisasikan kerugian tersebut. Trader perlu mempertimbangkan konsekuensinya terhadap sisa modal dan kondisi akun.
Jika posisi masih terbuka ketika pasar bergerak sangat cepat, kerugian dapat terus bertambah sebelum tindakan berhasil dilakukan.
3. Evaluasi Penambahan Dana Jaminan
Beberapa broker memungkinkan trader menambah dana atau aset yang memenuhi syarat sebagai jaminan untuk memulihkan kecukupan margin.
Meskipun dapat memberikan ruang tambahan bagi posisi terbuka, keputusan ini juga meningkatkan jumlah modal yang terpapar risiko. Menambah jaminan tidak memperbaiki arah pergerakan harga dan tidak menjamin posisi akan kembali menghasilkan keuntungan.
Sebelum menambah dana, trader sebaiknya menilai kembali alasan mempertahankan posisi, potensi kerugian lanjutan, dan kemampuan keuangannya.
4. Perhatikan Batas Waktu dan Aturan Penutupan Paksa
Setiap broker dapat menerapkan prosedur berbeda dalam menangani kekurangan margin. Ada yang memberikan pemberitahuan dan kesempatan memenuhi kewajiban, sementara platform tertentu dapat langsung menutup posisi ketika ambang risiko tercapai.
Karena itu, jangan mengasumsikan bahwa setiap margin call selalu disertai waktu tambahan untuk menyetor dana.
Periksa ketentuan akun, termasuk batas likuidasi, prosedur penutupan posisi, dan kemungkinan saldo negatif.
5. Hindari Keputusan Impulsif
Margin call dapat menimbulkan tekanan psikologis, terutama ketika kerugian terjadi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat mendorong trader menambah leverage, membuka posisi baru untuk mengejar kerugian, atau mempertahankan posisi tanpa mempertimbangkan risikonya.
Keputusan sebaiknya didasarkan pada kondisi akun dan batas kerugian yang mampu ditanggung, bukan semata-mata harapan bahwa harga akan segera berbalik arah.
Bagaimana Cara Menghindari Margin Call?
Risiko margin call tidak dapat dihilangkan sepenuhnya selama trader menggunakan fasilitas margin atau leverage. Namun, pengelolaan posisi dan disiplin risiko dapat membantu mengurangi kemungkinan akun mengalami kekurangan jaminan.
Enam langkah berikut dapat dijadikan pertimbangan.
6 Langkah Mengurangi Risiko Margin Call
Kebiasaan penting sebelum dan selama mempertahankan posisi trading.
Batasi leverage
Sesuaikan eksposur dengan kemampuan menanggung kerugian.
Atur ukuran posisi
Hindari penggunaan modal berlebihan pada satu transaksi.
Rencanakan stop loss
Tentukan batas risiko dengan memahami kemungkinan slippage.
Pantau kondisi akun
Periksa ekuitas dan indikator margin secara berkala.
Sisakan dana cadangan
Jaga ruang finansial tanpa mengabaikan risiko modal tambahan.
Pahami aturan broker
Ketahui ambang margin, biaya, dan mekanisme likuidasi.
Infografis edukatif. Penerapan strategi tetap perlu disesuaikan dengan produk, kondisi pasar, dan profil risiko.
Apakah Margin Call Bisa Membuat Modal Habis?
Ya, margin call dapat berujung pada kerugian yang menghabiskan sebagian besar atau seluruh modal yang dialokasikan untuk trading, terutama jika posisi menggunakan leverage tinggi dan harga bergerak sangat cepat.
Namun, margin call sendiri tidak otomatis berarti seluruh dana sudah hilang. Besarnya kerugian bergantung pada posisi yang dimiliki, perubahan harga, nilai jaminan, serta kapan dan bagaimana posisi ditutup.
Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Likuidasi pada harga yang kurang menguntungkan. Ketika volatilitas tinggi atau likuiditas pasar terbatas, posisi dapat ditutup pada harga yang berbeda dari perkiraan.
- Kerugian yang menghabiskan jaminan. Posisi dengan leverage tinggi dapat kehilangan sebagian besar modal yang dialokasikan meskipun perubahan harga aset terlihat relatif kecil.
- Potensi kewajiban tambahan. Pada produk atau yurisdiksi tertentu, kerugian dapat melampaui dana yang disetorkan. Perlindungan saldo negatif, jika tersedia, bergantung pada ketentuan penyedia layanan dan regulasi yang berlaku.
Karena itu, penting untuk memahami skenario kerugian terburuk yang mungkin terjadi sebelum membuka posisi dengan pembiayaan atau leverage.
Memahami Risiko Sebelum Mulai Investasi
Setelah memahami margin call, investor juga perlu membedakan karakteristik investasi yang menggunakan dana sendiri dengan transaksi yang melibatkan pinjaman atau leverage.
Pada pembelian aset secara spot menggunakan dana sendiri tanpa fasilitas margin, investor umumnya tidak menghadapi kewajiban menambah jaminan akibat perubahan harga. Namun, nilai investasi tetap dapat turun dan menimbulkan kerugian.
Sementara itu, penggunaan leverage menambahkan risiko terkait kecukupan jaminan, biaya pembiayaan, serta kemungkinan penutupan posisi otomatis.
Memahami perbedaan ini dapat membantu investor memilih instrumen dan cara bertransaksi yang sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta toleransi terhadap risiko.
Mulai Jelajahi Pilihan Investasi di Nanovest
Memahami risiko merupakan salah satu langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan mengenali karakteristik setiap instrumen, investor dapat menentukan strategi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
Melalui Nanovest, kamu dapat menjelajahi pilihan aset seperti saham Amerika Serikat, emas, dan aset kripto dalam satu aplikasi.
Kenali Risikonya, Jelajahi Peluang Investasinya
Temukan pilihan saham Amerika Serikat, emas, dan aset kripto melalui aplikasi Nanovest. Pelajari karakteristik setiap aset sebelum menentukan keputusan investasimu.
Jelajahi Nanovest ↗FAQ Seputar Margin Call
1. Apa itu margin call dalam trading?
Margin call adalah pemberitahuan atau tuntutan dari broker ketika jaminan dalam akun margin tidak lagi memenuhi persyaratan yang berlaku. Trader dapat diminta menambah jaminan atau mengurangi posisi.
2. Apa penyebab utama margin call?
Penyebabnya antara lain pergerakan harga yang merugikan, leverage tinggi, ukuran posisi terlalu besar, penurunan ekuitas, dan perubahan persyaratan margin oleh broker.
3. Apakah margin call sama dengan likuidasi?
Tidak. Margin call berkaitan dengan kondisi kekurangan jaminan atau permintaan pemenuhan margin. Likuidasi merupakan proses penutupan posisi, yang pada platform tertentu dapat dilakukan secara otomatis.
4. Apakah margin call selalu terjadi pada level 100%?
Tidak. Angka 100% hanya merupakan salah satu contoh ambang yang dapat digunakan platform. Batas margin call dan stop out bergantung pada broker, jenis produk, dan ketentuan akun.
5. Apa yang harus dilakukan ketika terkena margin call?
Periksa ekuitas dan posisi terbuka, pahami ketentuan broker, serta evaluasi pilihan untuk mengurangi posisi atau menambah jaminan. Penambahan jaminan juga meningkatkan modal yang berisiko mengalami kerugian.
6. Bagaimana cara menghindari margin call?
Risiko dapat dikurangi dengan membatasi leverage, mengatur ukuran posisi, merencanakan stop loss, memantau kecukupan margin, dan memahami ketentuan produk sebelum bertransaksi.
7. Apakah stop loss bisa mencegah margin call?
Stop loss dapat membantu membatasi kerugian, tetapi tidak menjamin margin call dapat dihindari. Harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang ditentukan, terutama ketika volatilitas tinggi atau terjadi gap harga.
8. Apakah margin call bisa membuat saldo negatif?
Pada produk tertentu, kerugian dapat melampaui dana yang disetorkan. Kemungkinan saldo negatif dan perlindungan yang tersedia bergantung pada jenis produk, regulasi, serta ketentuan broker.
9. Apakah membeli saham atau kripto tanpa leverage bisa terkena margin call?
Pembelian aset secara spot menggunakan dana sendiri tanpa fasilitas pinjaman atau leverage umumnya tidak memiliki mekanisme margin call. Namun, harga aset tetap dapat turun dan menyebabkan kerugian investasi.
10. Apakah margin call bisa terjadi saat pasar bergerak naik?
Bisa. Trader yang membuka posisi short dapat mengalami kerugian ketika harga aset naik. Margin call ditentukan oleh kecukupan jaminan terhadap posisi yang dimiliki, bukan semata-mata oleh arah naik atau turunnya pasar.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran keuangan yang dipersonalisasi. Setiap aktivitas investasi dan trading memiliki risiko. Ketentuan margin, leverage, serta likuidasi dapat berbeda berdasarkan produk dan penyedia layanan.
Referensi +
- ICDX: Margin Level Adalah: Mengapa Penting bagi Trader Forex?
- Investor.gov: Investor Bulletin: Understanding Margin Accounts






