Teknologi boleh berkembang cepat, tetapi membangun infrastruktur untuk menjalankannya membutuhkan waktu, modal, dan eksekusi yang tidak sederhana.
Kontras itu semakin terlihat pada perdagangan Rabu, 7 Oktober. Setelah mencetak rekor sehari sebelumnya, S&P 500 dan Nasdaq sama-sama melemah sekitar 0,2%, sementara Dow Jones turun 0,7%. Yield Treasury AS tenor panjang kembali meningkat akibat kekhawatiran inflasi dan besarnya kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk pembangunan infrastruktur AI.
Tekanan tersebut memberi dimensi baru bagi perusahaan yang sedang agresif berekspansi. Permintaan teknologi memang terus berkembang, tetapi keberhasilan bisnis juga ditentukan oleh biaya pembangunan, ketersediaan kapasitas, dan seberapa cepat investasi dapat menghasilkan pendapatan.
Dalam konteks ini, WMT, APLD, dan DELL menghadirkan tiga pendekatan berbeda. Walmart membawa otomatisasi lebih dekat ke pelanggan, Applied Digital membangun fasilitas komputasi berskala besar, sedangkan Dell memasok perangkat keras yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 8 Oktober 2026
1. Walmart Inc. (WMT) —BUY
- Range Buy: Rp1.930.695
- Target Price 1: Rp1.976.845
- Target Price 2: Rp2.020.083
- Stop Loss: Rp1.855.106
Mengapa Menarik?
Walmart terus memperkuat bisnis e-commerce dengan menjadikan kecepatan pengiriman sebagai keunggulan kompetitif. Bersama Wing, perusahaan berencana memperluas layanan pengiriman drone ke Denver dan Seattle pada 2027, sebagai bagian dari pengembangan jaringan yang ditargetkan mencakup lebih dari 270 lokasi Walmart di AS.
Layanan tersebut memungkinkan pelanggan memesan kebutuhan sehari-hari melalui aplikasi atau situs Walmart untuk dikirim menggunakan drone. Dengan kemampuan terbang hingga 60 mph dan membawa barang seberat maksimal 5 pon, teknologi ini berpotensi mempercepat pengiriman pesanan kecil, khususnya bahan makanan dan kebutuhan mendesak.
Bagi Walmart, manfaatnya bukan sekadar menawarkan pengiriman yang lebih futuristik. Layanan yang semakin cepat dapat meningkatkan frekuensi belanja, memperkuat loyalitas pelanggan, dan membantu Walmart bersaing dalam pasar e-commerce yang semakin mengutamakan kenyamanan. Namun, biaya operasional, regulasi penerbangan, serta kemampuan memperluas layanan secara ekonomis tetap menjadi faktor yang menentukan keberhasilan ekspansi ini.
2. Applied Digital Corporation (APLD) —BUY
- Range Buy: Rp424.701
- Target Price 1: Rp478.470
- Target Price 2: Rp532.239
- Stop Loss: Rp325.228
Mengapa Menarik?
Applied Digital berada pada bagian penting dari rantai pasok AI, yaitu penyediaan fasilitas data center berkapasitas besar. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI, perusahaan terus mengembangkan infrastruktur yang dapat digunakan pelanggan AI dan high-performance computing (HPC).
Peluang pertumbuhan APLD berasal dari peningkatan kapasitas dan kontrak jangka panjang. Semakin banyak fasilitas yang selesai dibangun dan mulai digunakan pelanggan, semakin besar potensi pendapatan berulang dari penyewaan infrastruktur. Model ini memberikan peluang pertumbuhan yang lebih terukur apabila perusahaan berhasil mengamankan pelanggan dan mempertahankan tingkat utilisasi yang tinggi.
Namun, pembangunan data center membutuhkan investasi besar serta akses terhadap listrik, peralatan, dan pendanaan. Ketika biaya pinjaman meningkat, risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek menjadi semakin relevan. Karena itu, katalis utama APLD berikutnya adalah kemajuan konstruksi, penambahan kontrak, dan kemampuan mengubah kapasitas yang dibangun menjadi pendapatan operasional.
3. Dell Technologies Inc. (DELL) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp10.359.154
- Target Price 1: Rp10.889.477
- Target Price 2: Rp11.419.799
- Stop Loss: Rp9.391.316
Mengapa Menarik?
Dell menunjukkan bahwa permintaan infrastruktur AI tidak hanya menguntungkan produsen chip. Pada Q2 FY2027, revenue perusahaan mencapai US$46,97 miliar atau tumbuh 58% YoY, didorong Infrastructure Solutions Group yang melonjak 89% menjadi US$31,78 miliar. Pendapatan AI-optimized server sendiri mencapai US$16,4 miliar.
Kekuatan permintaan terlihat dari pesanan AI server sebesar US$60,9 miliar dan backlog mencapai US$95 miliar pada akhir kuartal. Backlog tersebut mencerminkan pesanan yang belum seluruhnya dipenuhi, sehingga memberi gambaran potensi pendapatan pada periode mendatang. Dell juga menaikkan proyeksi revenue FY2027 menjadi sekitar US$192 miliar, dengan target pendapatan AI-optimized server sebesar US$74 miliar.
Selain permintaan hyperscaler, keterlibatan Dell dalam proyek data center AI senilai US$15 miliar di Jepang memperluas peluang bisnis internasional. Meski demikian, tingginya backlog belum otomatis menjamin peningkatan laba dengan kecepatan yang sama. Ketersediaan komponen, biaya produksi, dan kemampuan memenuhi pesanan secara efisien akan menentukan seberapa besar pertumbuhan revenue dapat diterjemahkan menjadi profitabilitas.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| Walmart Inc. (WMT) | Buy | Rp1.930.695 | Rp1.976.845 | Rp2.020.083 | Rp1.855.106 |
| Applied Digital Corporation (APLD) | Buy | Rp424.701 | Rp478.470 | Rp532.239 | Rp325.228 |
| Dell Technologies Inc. (DELL) | Spec. Buy | Rp10.359.154 | Rp10.889.477 | Rp11.419.799 | Rp9.391.316 |
Kesimpulan
Kenaikan biaya pendanaan mengingatkan bahwa ekspansi teknologi membutuhkan lebih dari sekadar permintaan yang kuat. WMT berupaya mempercepat layanan belanja melalui otomatisasi pengiriman, APLD membangun kapasitas data center untuk memenuhi kebutuhan komputasi, sementara DELL memanfaatkan lonjakan pesanan AI server. Ketiganya menawarkan peluang pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur, dengan efektivitas investasi, kecepatan eksekusi, dan pengendalian biaya sebagai faktor penting yang perlu dipantau investor.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau WMT, APLD, dan DELL melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






