Menjelang earnings season, pertanyaannya bukan lagi siapa yang bisa tumbuh. Standarnya mulai bergeser menjadi: seberapa mahal pertumbuhan itu diperoleh?
S&P 500 naik 0,6% pada Selasa dan Nasdaq bertambah 0,45%, membawa keduanya kembali mencetak rekor. Reli tersebut terjadi ketika yield obligasi mulai mereda dan harga minyak relatif stabil. Namun, ekspektasi terhadap perusahaan juga semakin tinggi. Proyeksi earnings S&P 500 untuk Q3 telah meningkat tajam, membuat laporan keuangan berikutnya harus membuktikan bukan hanya pertumbuhan revenue, tetapi juga kualitas laba dan kemampuan menjaga margin.
Konteks itu relevan untuk LLY, NFLX, dan AMZN. Ketiganya memiliki jalur pertumbuhan yang sudah terlihat, tetapi masing-masing harus membayar sesuatu untuk mempertahankannya: Lilly melalui kapasitas produksi dan pengembangan pipeline, Netflix melalui konten dan ekspansi bisnis iklan, serta Amazon melalui pembangunan infrastruktur cloud dan AI.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 7 Oktober 2026
1. Eli Lilly and Company (LLY) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp20.730.341
- Target Price 1: Rp21.070.356
- Target Price 2: Rp21.410.371
- Stop Loss: Rp20.058.811
Mengapa Menarik?
Pertumbuhan Eli Lilly masih ditopang permintaan yang sangat kuat terhadap obat diabetes dan obesitas. Pada Q2 2026, revenue mencapai US$22,97 miliar atau tumbuh 48% YoY, sementara laba bersih meningkat 25% menjadi US$7,09 miliar. Mounjaro dan Zepbound menjadi pendorong utama melalui pertumbuhan volume yang tinggi.
Namun, besarnya permintaan membawa tantangan berikutnya. Lilly perlu terus memperbesar kapasitas manufaktur agar pasokan dapat mengikuti kebutuhan pasar, sementara penurunan harga realisasi dapat membatasi seberapa besar pertumbuhan volume diterjemahkan menjadi pertumbuhan revenue dan margin. Kenaikan biaya operasional serta biaya akuisisi juga perlu diperhatikan.
Di sisi lain, pipeline seperti retatrutide memberikan peluang agar pertumbuhan Lilly tidak berhenti pada Mounjaro dan Zepbound. Dengan ROE 102,29% dan ROA 20,36%, profitabilitas perusahaan tetap kuat. Namun, valuasi P/E 38,64x dan forward P/E 24,39x menunjukkan ekspektasi pasar juga tidak rendah. Karena itu, kemampuan Lilly memperbesar produksi, mempertahankan permintaan, dan mengembangkan generasi obat berikutnya akan menentukan apakah pertumbuhan dapat terus mengejar valuasinya.
2. Netflix, Inc. (NFLX) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp1.230.858
- Target Price 1: Rp1.260.614
- Target Price 2: Rp1.290.370
- Stop Loss: Rp1.174.557
Mengapa Menarik?
Netflix menghadapi situasi yang berbeda. Bisnisnya masih menghasilkan angka yang kuat, tetapi pasar mulai mempertanyakan seberapa cepat pertumbuhan berikutnya dapat berlangsung. Pada Q2 2026, revenue mencapai US$12,56 miliar dengan operating margin 33,4%, menunjukkan skala bisnis streaming masih mampu menghasilkan profitabilitas yang solid.
Salah satu peluang berikutnya berasal dari advertising. Semakin besar basis pengguna paket beriklan, Netflix memiliki sumber monetisasi tambahan selain subscription fee. Ekspansi internasional juga memperluas pasar potensial, sementara skala global memungkinkan biaya konten didistribusikan ke basis pengguna yang jauh lebih besar.
Persaingannya pun terus berubah. Paramount Skydance baru menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Discovery senilai US$110 miliar, membentuk perusahaan hiburan dengan portofolio besar yang mencakup HBO Max, CBS, dan studio film global. Konsolidasi tersebut menunjukkan bahwa pesaing Netflix juga sedang mengejar skala yang lebih besar. Dengan forward P/E sekitar 18,69x dan PEG 1,22x, koreksi saham membuat valuasi lebih ringan, tetapi pertumbuhan advertising, engagement, dan disiplin belanja konten tetap perlu membuktikan bahwa Netflix mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah kompetisi yang semakin terkonsolidasi.
3. Amazon.com, Inc. (AMZN) —BUY
- Range Buy: Rp4.590.728
- Target Price 1: Rp4.693.658
- Target Price 2: Rp4.796.588
- Stop Loss: Rp4.384.868
Mengapa Menarik?
Amazon masih memiliki beberapa mesin pertumbuhan sekaligus. Revenue Q2 2026 mencapai US$200,61 miliar, sementara AWS dan ekspansi AI menjadi dua katalis utama yang memperkuat prospek jangka menengah. Advertising dan bisnis e-commerce juga memberikan diversifikasi yang membuat Amazon tidak hanya bergantung pada satu sumber pertumbuhan.
AWS berada di posisi strategis karena semakin banyak perusahaan membutuhkan kapasitas komputasi untuk menjalankan workload AI. Amazon juga terus membangun chip, data center, dan infrastruktur sendiri untuk menangkap permintaan tersebut. Tren belanja AI secara industri masih kuat. Marvell pada 6 Oktober bahkan menaikkan proyeksi revenue FY2028 menjadi sekitar US$20 miliar karena permintaan chip data center AI yang lebih besar dari perkiraan.
Tetapi ekspansi infrastruktur membutuhkan modal sangat besar. Karena itu, risiko AMZN bukan kekurangan peluang pertumbuhan, melainkan apakah revenue tambahan dari AWS dan AI dapat berkembang cukup cepat untuk mengimbangi capex dan tekanan terhadap arus kas. Dengan forward P/E 23,64x dan EV/EBITDA 10,98x, fokus berikutnya berada pada kemampuan Amazon mengubah pembangunan kapasitas AI menjadi pertumbuhan laba dan free cash flow yang lebih konsisten.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| Eli Lilly and Company (LLY) | Spec. Buy | Rp20.730.341 | Rp21.070.356 | Rp21.410.371 | Rp20.058.811 |
| Netflix, Inc. (NFLX) | Spec. Buy | Rp1.230.858 | Rp1.260.614 | Rp1.290.370 | Rp1.174.557 |
| Amazon.com, Inc. (AMZN) | Buy | Rp4.590.728 | Rp4.693.658 | Rp4.796.588 | Rp4.384.868 |
Kesimpulan
Rekor indeks memberi latar yang positif, tetapi ekspektasi earnings yang semakin tinggi membuat kualitas pertumbuhan menjadi lebih penting. LLY perlu menyeimbangkan lonjakan volume dengan harga dan kapasitas produksi, NFLX perlu memperluas monetisasi tanpa kehilangan disiplin biaya, sementara AMZN perlu menunjukkan bahwa investasi infrastrukturnya dapat menghasilkan return yang sepadan. Menjelang earnings berikutnya, kemampuan mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjaga profitabilitas akan menjadi pembeda utama.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau LLY, NFLX, dan AMZN melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






