High-Net-Worth Individual (HNWI) adalah individu yang memiliki kekayaan bersih dalam jumlah tinggi, biasanya diukur berdasarkan nilai aset yang dimiliki setelah dikurangi kewajiban atau utang. Aset tersebut dapat berupa uang tunai, saham, properti, obligasi, bisnis, maupun instrumen investasi lainnya. Istilah HNWI banyak digunakan dalam industri keuangan untuk mengelompokkan individu dengan kapasitas investasi yang besar.
Status HNWI tidak hanya dilihat dari besarnya pendapatan seseorang, tetapi juga dari total kekayaan bersih yang dimiliki. Seseorang dengan penghasilan tinggi belum tentu termasuk HNWI apabila memiliki utang atau kewajiban yang besar. Sebaliknya, seseorang dapat memiliki pendapatan yang tidak terlalu besar tetapi mempunyai aset bernilai tinggi yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Dalam industri keuangan, HNWI umumnya menjadi segmen yang mendapatkan perhatian khusus karena memiliki kebutuhan pengelolaan kekayaan yang lebih kompleks. Mereka dapat melakukan diversifikasi aset ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, properti, emas, hingga aset lainnya. Strategi investasi biasanya disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, serta jangka waktu investasi masing-masing individu.
Di Indonesia, istilah HNWI juga sering digunakan ketika membahas pengusaha, investor, dan tokoh dengan kepemilikan aset yang besar. Namun, seseorang yang disebut HNWI tidak otomatis memiliki seluruh kekayaannya dalam bentuk uang tunai atau saham. Kekayaan dapat berasal dari kepemilikan bisnis, aset properti, investasi, dan sumber lainnya. Karena itu, pembahasan mengenai kekayaan seseorang sebaiknya melihat berbagai sumber aset dan tidak hanya berfokus pada nilai portofolio investasinya.




