Google (GOOGL) memperbesar komitmennya terhadap energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat seiring ekspansi kecerdasan buatan (AI) dan data center.
Perusahaan menandatangani kesepakatan dengan Constellation Energy (CEG) untuk mengamankan total 3.590 megawatt (MW) atau sekitar 3,6 gigawatt (GW) pasokan listrik. Dari jumlah tersebut, 890 MW berasal dari tambahan kapasitas pembangkit nuklir melalui power purchase agreement (PPA) selama 20 tahun.
Kesepakatan tersebut akan mendorong Constellation menginvestasikan lebih dari US$4,3 miliar pada armada pembangkit listriknya. Saham Constellation Energy (CEG) melonjak lebih dari 12% setelah pengumuman tersebut, sementara saham Alphabet (GOOG, GOOGL), induk Google, relatif stabil.
Google Amankan Nuklir Selama 20 Tahun
Bagian utama kesepakatan Google dan Constellation mencakup pembelian 890 MW tambahan tenaga nuklir selama 20 tahun. Kapasitas tersebut tidak berasal dari pembangunan reaktor baru, melainkan peningkatan fasilitas nuklir Constellation yang sudah beroperasi.
Sebanyak 11 unit nuklir di Illinois, Pennsylvania, dan New Jersey akan ditingkatkan melalui berbagai pembaruan, termasuk modernisasi turbin, generator uap, dan sistem kontrol digital. Tambahan listrik dari fasilitas pertama yang selesai ditingkatkan diperkirakan mulai tersedia pada 2028.
Selain kontrak nuklir tersebut, Google menandatangani perjanjian pasokan listrik selama 15 tahun untuk tambahan 2.700 MW dari Constellation di jaringan PJM Interconnection. Berbeda dengan 890 MW sebelumnya, pasokan 2,7 GW tersebut tidak terikat pada satu sumber pembangkit tertentu.
Secara keseluruhan, kedua kontrak membawa pasokan yang diamankan Google menjadi sekitar 3,59 GW.
Kerja sama keduanya juga merambah teknologi. Constellation akan menggunakan Gemini Enterprise milik Google untuk sejumlah kebutuhan operasional, termasuk pemilihan lokasi, manajemen gangguan, dan perlindungan infrastruktur.
Boom Data Center Menekan Jaringan Listrik AS
Kesepakatan tersebut datang ketika perusahaan teknologi membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah semakin besar untuk menjalankan data center dan infrastruktur AI.
Tekanan tersebut mulai terlihat di wilayah PJM, jaringan listrik terbesar di AS yang mencakup 13 negara bagian. Meningkatnya permintaan, yang sebagian besar didorong ekspansi data center, telah membuat harga kapasitas PJM meningkat lebih dari 11 kali lipat sejak 2024 dan berkontribusi terhadap kekurangan daya di jaringan.
PJM bahkan mengusulkan agar pelanggan data center membawa sumber daya listrik sendiri atau menghadapi kemungkinan pemutusan dari jaringan utama ketika permintaan mencapai puncaknya.
Kesepakatan Google dan Constellation menjadi salah satu respons terhadap tantangan tersebut. Melalui kontrak jangka panjang, Google mendapatkan akses terhadap tambahan pasokan listrik, sementara Constellation memperoleh kepastian pendapatan untuk mendanai peningkatan kapasitas pembangkitnya.
Kedua perusahaan juga menyepakati kerangka kerja yang dapat diterapkan di wilayah AS lainnya, termasuk pengembangan pembangkit listrik, penyimpanan baterai, serta sistem demand response yang memungkinkan konsumsi listrik disesuaikan dengan kondisi jaringan.
Nuklir Makin Penting bagi Perusahaan Teknologi
Google bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengamankan tenaga nuklir untuk kebutuhan komputasi.
Dalam dua tahun terakhir, Constellation telah mencapai kesepakatan untuk menghidupkan kembali salah satu reaktor di Three Mile Island, Pennsylvania, guna memasok listrik bagi data center Microsoft (MSFT). Google sendiri juga telah mengontrak proyek untuk menghidupkan kembali pembangkit nuklir milik NextEra Energy di Iowa.
Amazon (AMZN), Microsoft, Meta (META), dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya juga memperluas eksposur terhadap energi nuklir, baik melalui kontrak pembelian listrik maupun investasi pada teknologi seperti small modular reactor (SMR).
Tren tersebut menunjukkan bahwa ekspansi AI tidak hanya meningkatkan permintaan GPU, chip memori, dan jaringan data center, tetapi juga kebutuhan terhadap infrastruktur energi yang mampu memasok listrik dalam jumlah besar secara konsisten.
Bagi investor, realisasi tambahan kapasitas mulai 2028, investasi Constellation senilai lebih dari US$4,3 miliar, perkembangan kebutuhan listrik data center, serta kontrak energi baru dari perusahaan teknologi menjadi beberapa indikator yang dapat diperhatikan. Kesepakatan Google menunjukkan bahwa ketersediaan daya mulai menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur AI, bukan sekadar persoalan kapasitas komputasi.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Google di halaman ini.
Boom AI Kini Ikut Menggerakkan Sektor Energi
Google mengamankan pasokan listrik jangka panjang saat kebutuhan data center terus meningkat. Pantau GOOGL, CEG, dan saham AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Google signs 20-year nuclear deal with Constellation Energy to power AI build-out
- Reuters: Google enters massive 3.6-GW power deal with Constellation Energy






