Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya menguntungkan perusahaan pembuat GPU seperti Nvidia. Di balik meningkatnya kebutuhan komputasi AI, terdapat komponen penting lain yang semakin mendapat perhatian investor, yaitu chip memori.
Salah satu perusahaan yang berada di posisi strategis dalam tren tersebut adalah Micron Technology (MU). Setelah mencatat pertumbuhan luar biasa sepanjang 2026, Morgan Stanley kembali mempertahankan pandangan positif terhadap saham Micron, meski kenaikan harga sahamnya membuat ekspektasi investor semakin tinggi.
Morgan Stanley Pertahankan Target Saham Micron di US$1.200
Morgan Stanley melalui analis Joseph Moore mempertahankan rating Overweight untuk Micron sekaligus target harga saham sebesar US$1.200. Pada saat laporan tersebut ditulis, saham MU diperdagangkan sekitar US$1.074, sehingga target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 10%.
Meski target harga tidak berubah, Morgan Stanley menaikkan proyeksi kinerja Micron. Estimasi laba per saham (EPS) FY2027 dinaikkan dari US$168,52 menjadi US$182,52, sementara proyeksi pendapatan meningkat dari US$266,9 miliar menjadi US$281 miliar.
Menurut Morgan Stanley, fokus investor kini mulai bergeser dari pertanyaan “seberapa tinggi kinerja Micron bisa naik?” menjadi “berapa lama kondisi positif tersebut dapat bertahan?”
AI Mendorong Permintaan Chip Memori
Ledakan AI menjadi salah satu faktor utama di balik pertumbuhan Micron. Model AI yang semakin besar membutuhkan kapasitas memori yang lebih tinggi dan memori dengan kecepatan lebih cepat.
Pada tahun fiskal 2026, Micron mencatat pendapatan US$133,2 miliar, meningkat 256% dibandingkan tahun sebelumnya. Margin kotor juga mencapai 81,1%, sementara laba per saham melonjak 811% menjadi US$75,52.
Pada kuartal fiskal keempat, pendapatan mencapai rekor US$54,2 miliar atau naik 379% secara tahunan. Pendapatan DRAM mencapai US$39,8 miliar, sedangkan pendapatan data center SSD hampir mencapai US$10 miliar, lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Micron juga memberikan outlook yang kuat. Untuk kuartal pertama fiskal 2027, perusahaan memperkirakan pendapatan mencapai US$61,5 miliar dengan EPS sekitar US$38,15, di atas ekspektasi analis.
Pasokan Memori Masih Ketat
Salah satu faktor yang membuat Morgan Stanley tetap optimistis adalah kondisi pasokan dan permintaan chip memori yang masih ketat.
Micron telah menandatangani 26 strategic customer agreements atau SCA, yaitu kontrak jangka panjang yang membantu pelanggan mengamankan pasokan chip. Pelanggan telah memberikan komitmen senilai sekitar US$32 miliar, sebagian besar dalam bentuk deposit tunai.
Menariknya, lebih dari 75% produksi Micron untuk 2027 telah dipesan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi dan penyedia infrastruktur AI semakin khawatir terhadap ketersediaan DRAM dalam beberapa tahun ke depan.
Morgan Stanley menilai kontrak jangka panjang tersebut menjadi indikasi kuat bahwa pelanggan ingin mengamankan pasokan memori dalam jangka panjang, bahkan ketika kebutuhan AI terus berkembang.
Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor
Meski prospeknya positif, reli saham Micron bukan berarti tanpa risiko. Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan harga dan laba tidak akan terus meningkat dengan kecepatan yang sama.
Perusahaan juga menghadapi potensi perlambatan jika belanja AI mulai menurun atau pelanggan menemukan cara menggunakan memori secara lebih efisien. Selain itu, kontrak jangka panjang dapat membatasi kenaikan harga melalui price ceiling.
Morgan Stanley memperkirakan skenario bullish dapat membawa saham Micron hingga US$1.650, sementara skenario bearish ketika pasar memori kembali mengalami penurunan dapat membawa saham ke sekitar US$675.
Dengan demikian, investor tidak hanya perlu memperhatikan pertumbuhan AI, tetapi juga perkembangan permintaan DRAM, HBM, SSD, belanja modal perusahaan teknologi, serta kemampuan Micron mempertahankan margin dan arus kasnya.
Boom Memori AI Masih Berlanjut?
Lebih dari 75% produksi Micron untuk 2027 telah dipesan saat kebutuhan memori AI tetap tinggi. Pantau MU dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- The Street: Morgan Stanley revisits Micron stock price target amid stellar growth






