Bursa saham Asia bergerak menguat pada Selasa, 6 Oktober 2026, mengikuti penguatan Wall Street yang kembali didorong oleh saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI).
Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan baru setelah investor merespons positif data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober ikut menurun.
Di Asia, Nikkei Jepang naik 1,1%, sementara Hang Seng Hong Kong menguat 0,7%. Namun, saham Korea Selatan justru turun hampir 1% setelah kembali diperdagangkan usai libur.
Nasdaq Cetak Rekor, Saham AI Kembali Memimpin
Rally Wall Street kali ini kembali dipimpin perusahaan teknologi dan AI.
Salah satu yang paling mencolok adalah Nvidia (NVDA), yang sahamnya naik 2,1% dan mencatat rekor penutupan baru. Kenaikan tersebut membawa kapitalisasi pasar Nvidia ke sekitar US$5,76 triliun.
Selain Nvidia, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Microsoft (MSFT), Meta (META), dan Tesla (TSLA) juga ikut menguat. Sentimen positif terhadap AI menjadi salah satu faktor yang membuat investor kembali memburu saham teknologi.
Perhatian investor juga mulai beralih ke musim laporan keuangan kuartal III yang akan dimulai pekan depan. Goldman Sachs memperkirakan laba perusahaan-perusahaan di S&P 500 dapat tumbuh sekitar 27% pada kuartal tersebut, dengan lebih dari separuh pertumbuhan tersebut berasal dari perusahaan yang mendapat manfaat dari investasi infrastruktur AI.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun
Selain perkembangan sektor teknologi, kebijakan moneter AS juga ikut mendorong sentimen pasar.
Data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan ini. Probabilitas kenaikan suku bunga yang sebelumnya sekitar 71% turun menjadi sekitar 23%.
Suku bunga yang lebih rendah atau ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya menjadi sentimen positif bagi saham, terutama saham pertumbuhan dan teknologi yang memiliki valuasi tinggi.
Namun, kondisi pasar belum sepenuhnya bebas risiko.
Yield Treasury Justru Menyentuh Level Tertinggi 24 Tahun
Di tengah rekor Nasdaq, pasar obligasi AS justru menunjukkan tekanan.
Yield Treasury AS 10 tahun sempat mencapai 5,3493%, level tertinggi sejak 2002. Sementara itu, yield Treasury 30 tahun sempat menyentuh 5,7029%, juga berada di level yang sangat tinggi.
Kenaikan yield tersebut dipengaruhi kekhawatiran terhadap inflasi dan besarnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah AS.
Kondisi ini menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan investor. Jika yield terus meningkat, biaya pendanaan dapat ikut naik dan valuasi saham, khususnya saham teknologi, berpotensi mendapatkan tekanan.
Dengan kata lain, pasar saat ini berada dalam kondisi yang cukup unik: saham teknologi dan AI terus mencetak rekor, tetapi pasar obligasi justru memberikan sinyal kehati-hatian.
Apa yang Perlu Dipantau Investor?
Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada dua hal: laporan keuangan perusahaan dan arah kebijakan The Fed.
Musim laporan keuangan kuartal III yang dimulai pekan depan akan menjadi ujian bagi perusahaan teknologi. Investor akan melihat apakah pertumbuhan bisnis dan laba mampu mengimbangi valuasi tinggi yang sudah tercermin dalam harga saham.
Sementara itu, arah suku bunga akan tetap menjadi faktor penting. Data ekonomi berikutnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed.
Bagi investor, reli saham AI seperti NVIDIA memang menunjukkan kuatnya optimisme terhadap pertumbuhan teknologi. Namun, tingginya yield Treasury mengingatkan bahwa pasar masih menghadapi risiko dari inflasi dan kebijakan moneter.
Karena itu, perkembangan AI, earnings perusahaan, suku bunga, dan yield Treasury menjadi beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan untuk melihat arah pasar saham global selanjutnya.
Rally AI Berlanjut, Yield Tetap Perlu Dipantau
Saham AI kembali memimpin penguatan pasar, sementara yield Treasury masih berada di level tinggi. Pantau saham teknologi AS dan perkembangan pasar global melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Reuters: Asian shares track Wall Street higher; Treasury yields near multi-decade highs
- Reuters; Nasdaq notches record high close as investors focus on earnings






