Nokia memperkuat posisinya sebagai pemasok infrastruktur data center di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi global. CEO Nokia Justin Hotard mengatakan perusahaan teknologi dapat membangun fasilitas tersebut dua kali lebih cepat apabila tidak menghadapi keterbatasan pasokan.
Pernyataan itu menempatkan perhatian pada saham Nokia (NOK) di New York Stock Exchange. Saham perusahaan juga diperdagangkan di Nasdaq Helsinki dengan ticker NOKIA.
Nokia bukan lagi perusahaan yang mengandalkan penjualan ponsel. Bisnisnya kini mencakup jaringan optik, jaringan IP, konektivitas antarpusat data, infrastruktur telekomunikasi, serta teknologi yang menghubungkan rak-rak server di dalam fasilitas komputasi.
Namun, perkiraan pertumbuhan tersebut tetap perlu dibandingkan dengan data permintaan, ketersediaan listrik, pasokan memori, biaya pembangunan, dan kemampuan pelanggan menghasilkan pendapatan dari investasi mereka.
Nokia Sebut Pembangunan Bisa Dua Kali Lebih Cepat
Hotard menyampaikan bahwa kondisi saat ini belum dapat disebut sebagai pembangunan data center yang berlebihan. Menurutnya, pelanggan Nokia kemungkinan akan mempercepat pembangunan hingga dua kali lipat apabila pasokan perangkat dan energi memungkinkan.
Ia juga menilai kebutuhan infrastruktur tidak sepenuhnya bergantung pada peluncuran model komputasi generasi terbaru. Bahkan jika tidak ada model baru selama tiga tahun, kapasitas yang tersedia saat ini masih dapat digunakan untuk memperluas penerapan teknologi ke berbagai produk dan kegiatan perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan CNBC. Nokia tidak menyertakan jumlah pelanggan, kapasitas dalam megawatt, nilai proyek, ataupun perbandingan waktu pembangunan yang menjadi dasar angka dua kali lebih cepat.
Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai penilaian manajemen mengenai permintaan pelanggan, bukan target pembangunan industri yang telah dikonfirmasi.
Memori dan Listrik Menjadi Hambatan Utama
Hotard menyebut pasokan chip memori dan listrik sebagai dua hambatan yang menahan pembangunan data center. Keduanya dibutuhkan dalam jumlah besar ketika operator meningkatkan kapasitas server untuk memproses dan menyimpan data.
Temuan International Energy Agency memperkuat gambaran tersebut. Konsumsi listrik data center global diproyeksikan meningkat dari sekitar 485 terawatt-jam pada 2025 menjadi 950 terawatt-jam pada 2030. Jumlah itu setara dengan sekitar 3% dari total permintaan listrik dunia pada akhir periode tersebut.
IEA juga mencatat konsumsi listrik data center yang berfokus pada komputasi intensif tumbuh sekitar 50% pada 2025. Pada saat yang sama, kekurangan high-bandwidth memory diperkirakan bertahan setidaknya hingga akhir 2027.
Selain pembangkit listrik, proyek membutuhkan sambungan jaringan, gardu induk, transformator, sistem pendingin, baterai, serta izin penggunaan lahan. Keterbatasan salah satu komponen dapat menunda operasional meskipun gedung dan server telah tersedia.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operator membeli prosesor. Ketersediaan memori, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik menjadi bagian dari jadwal penyelesaian proyek.
Pertumbuhan Mulai Terlihat dalam Laporan Nokia
Kenaikan permintaan mulai tercermin dalam laporan keuangan Nokia. Pada kuartal II 2026, penjualan perusahaan tumbuh 9% secara tahunan berdasarkan kurs konstan dan meningkat 8% berdasarkan angka yang dilaporkan.
Pendapatan segmen Network Infrastructure tumbuh 12%. Di dalamnya, Optical Networks mencatat pertumbuhan 20%, sedangkan IP Networks meningkat 16%. Penjualan kepada pelanggan AI dan komputasi awan melonjak 105% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nokia memperkirakan pendapatan Network Infrastructure tumbuh 12%–14% sepanjang 2026 berdasarkan kurs konstan dan portofolio yang sebanding. Perusahaan mengasumsikan gabungan bisnis IP dan Optical Networks dapat tumbuh 18%-20%.
Panduan laba operasi sebanding untuk 2026 berada pada kisaran €2,1 miliar sampai €2,6 miliar. Nokia menjelaskan bahwa revisi dari proyeksi sebelumnya bersifat teknis setelah dua bisnis diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan, sementara pandangan operasionalnya tidak berubah.
Pertumbuhan penjualan kepada pelanggan komputasi menunjukkan adanya permintaan yang terukur. Meski demikian, angka 105% berasal dari basis pembanding tahun sebelumnya dan belum menjelaskan nilai pendapatan, komposisi pelanggan, serta kontribusi laba dari setiap kontrak.
Infinera dan Nvidia Perkuat Posisi Nokia
Nokia memperluas bisnis jaringan optiknya melalui akuisisi Infinera yang selesai pada Februari 2025. Transaksi senilai sekitar €2,5 miliar tersebut memperbesar jangkauan Nokia di Amerika Utara dan memperkuat hubungan perusahaan dengan pelanggan webscale.
Infinera mengembangkan perangkat jaringan optik dan semikonduktor fotonik yang digunakan untuk memindahkan data berkapasitas tinggi. Setelah akuisisi, Nokia menargetkan sinergi laba operasi sebanding lebih dari €200 juta pada 2027.
Peran jaringan optik semakin penting karena pembangunan data center tidak berhenti pada pemasangan server. Operator membutuhkan koneksi berkecepatan tinggi di dalam fasilitas serta jaringan antarpusat data yang dapat berada di kota atau wilayah berbeda.
Hubungan Nokia dengan Nvidia juga meluas. Nvidia menginvestasikan US$1 miliar ke Nokia pada 2025 melalui penerbitan saham baru dengan harga US$6,01 per saham. Kedua perusahaan mengembangkan teknologi jaringan untuk infrastruktur data center serta jaringan seluler generasi berikutnya.
Meski demikian, investasi tersebut tidak berarti seluruh proyek pelanggan Nokia akan menggunakan perangkat Nvidia. Nilai kontrak dan kontribusi pendapatan dari kerja sama tetap bergantung pada pemesanan serta penerapan komersial.
Dampak terhadap Saham NOK dan Rantai Pasok
ADR Nokia dengan ticker NOK ditutup pada US$10,20 pada 5 Oktober 2026, turun 3,77% dalam satu sesi. Dalam periode 12 bulan, saham tersebut telah naik sekitar dua kali lipat.
Kenaikan tersebut berlangsung bersamaan dengan pergeseran strategi Nokia menuju jaringan data center, pertumbuhan bisnis optik, akuisisi Infinera, dan investasi Nvidia. Namun, perubahan harga saham tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu kontrak atau pernyataan CEO.
Nvidia (NVDA) mempunyai hubungan langsung sebagai investor dan mitra strategis Nokia. Sementara itu, produsen memori seperti Micron Technology (MU) dapat diperhatikan dalam konteks pasokan high-bandwidth memory, meskipun Nokia tidak menyatakan Micron sebagai pemasok khusus dalam wawancara tersebut.
Risiko industri juga meningkat seiring bertambahnya nilai investasi. Kajian Brookings memperkirakan pembangunan fasilitas komputasi, sistem listrik, jaringan, chip, dan peralatan terkait membutuhkan sekitar US$10,3 triliun selama 2025-2032.
Sebagian pembiayaan mulai menggunakan perusahaan patungan, kredit swasta, sekuritisasi, kendaraan investasi khusus, kontrak sewa, dan jaminan pinjaman. Struktur tersebut bergantung pada permintaan layanan komputasi, nilai aset, akses terhadap listrik, serta kemampuan penyewa membayar kontrak jangka panjang.
Bagi Nokia, indikator yang dapat dipantau selanjutnya mencakup pertumbuhan penjualan Network Infrastructure, pesanan dari pelanggan AI dan komputasi awan, margin Optical Networks, penambahan kapasitas produksi komponen optik, dan realisasi sinergi Infinera.
Permintaan data center yang kuat dapat memperbesar pasar Nokia. Namun, pendapatan tetap ditentukan oleh kontrak aktual, kemampuan memenuhi pesanan, harga komponen, biaya produksi, dan persaingan dengan pemasok jaringan lain.
Dengan demikian, pernyataan mengenai pembangunan dua kali lebih cepat menunjukkan besarnya permintaan yang dilihat manajemen. Klaim tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pertumbuhan pesanan, kapasitas yang beroperasi, serta arus kas yang dihasilkan pelanggan dan pemasoknya.
Boom AI Tak Berhenti di Chip
Data center membutuhkan lebih dari sekadar GPU, dari memori dan listrik hingga jaringan berkecepatan tinggi. Pantau NOK, NVDA, dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Nokia Q2 2026
- Brookings Institution
- Nokia Stock Information






