Indeks Nasdaq Composite melesat ke rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin, seiring investor memilih mengabaikan kenaikan yield obligasi Treasury AS dan fokus mencermati data ekonomi terbaru yang dirilis sepanjang hari.
Nasdaq Cetak Rekor, Saham AI Jadi Penggerak Utama
Nasdaq Composite naik 1,05% dan sempat menyentuh level intraday 27.544,07, sebelum akhirnya ditutup di rekor baru 27.477,31. Dow Jones Industrial Average turut menguat 90,94 poin atau 0,18% ke level 51.267,90, sementara S&P 500 naik 0,66% ke 7.773,95.
Sejumlah saham yang terkait tren kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama kenaikan Nasdaq. Saham SpaceX (SPCX) melonjak lebih dari 7%, sementara perusahaan hyperscaler seperti Meta Platforms (META) dan Microsoft (MSFT) masing-masing naik hampir 2% dan lebih dari 1%. Nvidia (NVDA) dan Tesla (TSLA) sama-sama menguat 2%.
Kenapa Saham Teknologi Tak Terpengaruh Yield Tinggi?
Jay Hatfield, pendiri sekaligus CEO Infrastructure Capital Advisors, menyebut pergerakan saham teknologi saat ini layaknya “kebalikan dari perdagangan obligasi”. Menurutnya, strategi pasar saat ini sederhana: beli saham teknologi, jual yang lain, sehingga menciptakan tren yang sulit terbendung.
Hatfield menambahkan bahwa sektor teknologi telah menjadi semacam aset “safe haven” sejak masa pandemi, didukung pertumbuhan laba yang tinggi dan sensitivitas yang relatif rendah terhadap suku bunga. “Biaya utang yang mereka bayar sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, dan permintaan terhadap daya komputasi begitu kuat, sehingga sektor teknologi relatif tidak terdampak suku bunga,” ujar Hatfield.
Yield Obligasi Terus Menanjak ke Level Multi-Tahun
Di saat saham teknologi melesat, yield obligasi juga ikut naik. Yield Treasury acuan tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 5,311%, sementara yield tenor 30 tahun naik lebih dari 3 basis poin ke 5,664%. Kedua yield ini telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring kekhawatiran pasar bahwa inflasi akan membuat The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Pergerakan pasar saham dan obligasi ini terjadi setelah investor mencerna laporan terbaru dari Institute for Supply Management (ISM) soal pertumbuhan ekonomi di sektor jasa. Indeks Purchasing Managers untuk sektor jasa tercatat di 54,9% pada September, kurang lebih sesuai ekspektasi, meski sedikit lebih rendah dibanding laju pertumbuhan bulan sebelumnya.
Fokus Pasar Beralih ke Risalah Pertemuan The Fed
Investor kini mengalihkan perhatian ke The Fed, yang akan merilis risalah pertemuan bulan September, berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas soal pertimbangan di balik keputusan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase bulan lalu.
Pelaku pasar turut memantau pergerakan harga minyak yang melemah pada Senin. Harga minyak Brent ditutup turun 1,89% ke $100,32 per barel, sementara minyak WTI turun 1,8% ke $89,43 per barel.
Pasar Mulai Pulih dari Tekanan Yield Pekan Lalu
Pergerakan ini terjadi setelah pasar saham sempat tertekan sepekan terakhir akibat lonjakan yield Treasury, meski laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan ekspektasi justru membantu meredakan kekhawatiran soal potensi kenaikan suku bunga tambahan bulan ini.
Strategis Citi, Beata Manthey, mencatat bahwa meski dihadapkan pada berbagai tantangan seperti geopolitik dan suku bunga tinggi, pasar saham global telah naik sekitar 12% sepanjang tahun berjalan dan berada tak jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa. Ia menyebut timnya masih berada di kubu optimistis terhadap ketahanan pasar saat ini, meski mengakui ketidakpastian tetap tinggi ke depan.
Saham AI Melaju, Yield Tetap Jadi Perhatian
Nasdaq kembali mencetak rekor saat saham AI menguat, meski yield Treasury masih berada di level tinggi. Pantau saham teknologi AS dan perkembangan pasar berikutnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: Nasdaq closes at fresh record as tech shares rise and traders look past higher yields — CNBC






