Saham Nvidia (NVDA) kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, membawa kapitalisasi pasar produsen chip AI tersebut semakin dekat dengan level US$6 triliun.
NVDA ditutup naik sekitar 2,1% di US$237,58, menghasilkan kapitalisasi pasar sekitar US$5,76 triliun. Dalam perdagangan intraday, saham sempat menyentuh US$239,86 dengan valuasi perusahaan mencapai sekitar US$5,78 triliun.
Rekor tersebut terjadi ketika belanja infrastruktur AI global masih menjadi pendorong utama bisnis Nvidia. Namun, setelah kenaikan saham yang membawa perusahaan mendekati valuasi US$6 triliun, perhatian investor juga mulai tertuju pada apakah pertumbuhan laba dapat terus mengimbangi kenaikan harga saham.
Belanja AI Masih Menopang Pertumbuhan Nvidia
Permintaan terhadap infrastruktur AI tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan Nvidia. Perusahaan tidak hanya menyediakan GPU, tetapi juga jaringan dan berbagai sistem komputasi yang digunakan untuk membangun infrastruktur AI.
Pada laporan kuartal II yang dirilis Agustus, Nvidia mencatat pendapatan US$96,2 miliar dan melampaui ekspektasi Wall Street dari sisi pendapatan maupun laba. Untuk kuartal III, perusahaan memperkirakan penjualan berada di kisaran US$105,8 miliar hingga US$110,1 miliar.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian analis tetap positif terhadap prospek Nvidia meski kapitalisasi pasarnya telah melampaui US$5 triliun.
Menurut analisis yang dikutip MarketWatch, Nvidia diperkirakan masih dapat mencatat tingkat pertumbuhan sekitar 70%, sementara sahamnya diperdagangkan di bawah 20 kali estimasi earnings per share untuk tahun fiskal berikutnya. Perbandingan antara pertumbuhan laba dan valuasi tersebut menjadi salah satu alasan sejumlah analis menilai kenaikan kapitalisasi pasar belum otomatis membuat saham Nvidia mahal berdasarkan seluruh metrik valuasi.
BNP Paribas juga menaikkan target harga NVDA menjadi US$345, sekitar 45% di atas harga saham pada Senin. Target analis tersebut mencerminkan ekspektasi terhadap bisnis Nvidia, tetapi bukan jaminan bahwa saham akan mencapai level tersebut.
AMD Ikut Cetak Rekor, Valuasi Teknologi Jadi Sorotan
Nvidia bukan satu-satunya perusahaan semikonduktor yang mencapai rekor baru. Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga mencapai rekor penutupan US$633,91, membawa perusahaan mendekati kapitalisasi pasar US$1,1 triliun.
Rekor kedua perusahaan kembali mengangkat pertanyaan mengenai valuasi sektor teknologi setelah reli panjang yang didorong AI.
Namun, data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan ekspansi valuasi sektor teknologi saat ini masih berbeda dari periode menjelang pecahnya gelembung dot-com. Rasio P/E sektor teknologi meningkat hampir 250% menjelang puncak gelembung teknologi pada Maret 2000, dibandingkan kenaikan sekitar 14% sejak bull market saat ini dimulai pada Oktober 2022.
Perbandingan tersebut tidak berarti risiko valuasi telah hilang. Namun, kenaikan saham teknologi saat ini berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan earnings perusahaan, berbeda dengan hanya melihat perubahan harga saham atau kapitalisasi pasar secara terpisah.
Kinerja perusahaan memory juga menjadi salah satu indikator tambahan bagi industri semikonduktor. Analis yang dikutip MarketWatch menyoroti harga chip memory Micron (MU) yang bertahan sedikit lebih baik dari perkiraan, sementara peningkatan belanja modal AI masih menjadi faktor yang diperhatikan pasar.
Persaingan Chip AI Tetap Jadi Risiko
Meski permintaan AI masih tinggi, Nvidia menghadapi persaingan yang semakin luas. AMD terus mengembangkan sistem rack-scale untuk bersaing dengan Nvidia, sementara pelanggan besar seperti Amazon (AMZN) dan Google (GOOGL) semakin mengembangkan dan menawarkan chip AI kustom mereka sendiri.
Pasar juga terus memperhatikan struktur investasi dalam ekosistem AI. Salah satu isu yang muncul adalah circular investment, ketika perusahaan AI atau pemasok infrastruktur berinvestasi pada pelanggan yang kemudian menggunakan modal tersebut untuk membeli lebih banyak chip dan layanan komputasi.
Faktor tersebut menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas mengenai keberlanjutan belanja AI setelah kenaikan investasi dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Nvidia, pertumbuhan pendapatan, belanja modal hyperscaler, permintaan terhadap generasi GPU berikutnya, perkembangan chip kustom, serta kemampuan mempertahankan margin akan menjadi sejumlah indikator penting setelah kapitalisasi perusahaan mendekati US$6 triliun.
Rekor harga saham menunjukkan ekspektasi pasar terhadap Nvidia tetap tinggi. Selanjutnya, laporan keuangan dan perkembangan belanja infrastruktur AI akan menentukan apakah pertumbuhan fundamental perusahaan dapat terus mengikuti valuasi yang semakin besar.
Nvidia Semakin Dekat ke US$6 Triliun
Rekor baru NVDA datang ketika belanja infrastruktur AI masih tinggi dan pertumbuhan earnings menjadi perhatian pasar. Pantau Nvidia dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Nvidia stock hits all-time high, as market cap closes in on $6 trillion
- Yahoo Finance: Nvidia and AMD just hit record highs, but tech stocks still look cheap
- Morningstar: The case for Nvidia's stock to march even higher after clinching its first record high in months






