Perkembangan artificial intelligence (AI) sering kali dikaitkan dengan nama besar seperti Nvidia, AMD, dan perusahaan teknologi hyperscaler. Namun, pertumbuhan industri tersebut juga bergantung pada perusahaan yang memproduksi chip berdasarkan desain para pengembang semikonduktor, termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSM).
TSMC merupakan salah satu perusahaan manufaktur semikonduktor terbesar di dunia. Perusahaan ini memproduksi chip yang digunakan dalam berbagai produk teknologi, termasuk akselerator AI. Peningkatan permintaan chip AI karena itu turut meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas manufaktur dan teknologi proses canggih yang dimiliki TSMC.
TSMC Jadi Fondasi Produksi Chip AI
Berbeda dari Nvidia yang merancang chip AI, TSMC berperan sebagai perusahaan foundry yang memproduksi chip berdasarkan desain pelanggan. Model bisnis ini membuat TSMC menjadi bagian penting dari rantai pasok semikonduktor global.
Berbagai chip AI generasi terbaru membutuhkan proses manufaktur yang semakin canggih. Kemampuan memproduksi semikonduktor pada node yang semakin kecil memungkinkan TSMC melayani kebutuhan chip berperforma tinggi yang digunakan untuk AI dan data center.
Dalam laporan terbaru, bisnis high-performance computing (HPC) TSMC menyumbang sekitar 66% dari pendapatan kuartal II. Segmen tersebut juga tumbuh sekitar 20% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kontribusi HPC tersebut menunjukkan bahwa peningkatan investasi AI tidak hanya tercermin pada perusahaan perancang GPU, tetapi juga pada perusahaan yang menyediakan kapasitas manufaktur semikonduktor.
AI Dorong Pertumbuhan, TSMC Tingkatkan Produksi 2nm
Permintaan AI membuat prospek TSMC semakin menarik. Perusahaan kini memperkirakan pertumbuhan pendapatan 2026 dalam denominasi dolar AS akan berada sedikit di atas 40%, meningkat dari ekspektasi sekitar 30% pada awal tahun. Laba bersih juga tercatat tumbuh sekitar 77% secara tahunan.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana peningkatan investasi AI diterjemahkan menjadi permintaan nyata terhadap kapasitas manufaktur semikonduktor.
TSMC juga mulai meningkatkan produksi teknologi proses 2 nanometer (2nm). Teknologi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam roadmap manufaktur chip karena memungkinkan produsen menghadirkan performa lebih tinggi dengan efisiensi energi yang lebih baik.
Selain itu, perusahaan terus memperluas fasilitas produksinya di Amerika Serikat. Rencana investasi TSMC di Arizona bahkan telah meningkat menjadi sekitar US$265 miliar, memperlihatkan besarnya komitmen perusahaan untuk memperluas kapasitas manufaktur di luar Taiwan.
Ekspansi Bawa Tantangan Margin dan Geopolitik
Pertumbuhan kapasitas tersebut juga membawa biaya dan risiko baru bagi TSMC. Salah satunya adalah tekanan terhadap margin akibat pembangunan fasilitas manufaktur di luar Taiwan.
Produksi chip di fasilitas baru dapat memiliki struktur biaya berbeda dibandingkan fasilitas TSMC yang sudah matang. Perusahaan memperkirakan peningkatan produksi 2nm dan ekspansi kapasitas di luar negeri dapat menekan margin dalam jangka pendek.
Selain faktor operasional, investor juga perlu memperhatikan kondisi geopolitik Taiwan. Ketegangan di kawasan tersebut tetap menjadi salah satu risiko bagi TSMC mengingat besarnya kapasitas manufaktur perusahaan yang berlokasi di Taiwan.
TSMC juga menghadapi potensi dampak dari kebijakan ekspor teknologi AS. Pembatasan terhadap pengiriman chip canggih ke sejumlah negara dapat memengaruhi pola permintaan dan strategi manufaktur perusahaan.
Dengan demikian, peningkatan permintaan AI perlu dilihat bersamaan dengan kemampuan TSMC memperluas kapasitas tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap profitabilitas, serta perkembangan kebijakan perdagangan dan geopolitik.
Valuasi TSMC di Tengah Boom Chip AI
Selain pertumbuhan bisnis, valuasi TSMC dapat menjadi salah satu indikator yang dibandingkan investor dengan perusahaan lain dalam rantai pasok AI. Berdasarkan analisis 24/7 Wall St., TSMC diperdagangkan sekitar 22 kali forward earnings, dibandingkan sekitar 25 kali untuk Nvidia dan 29 kali untuk ASML.
Namun, perbandingan tersebut tidak secara langsung menentukan apakah satu saham lebih murah atau lebih menarik dibandingkan saham lainnya karena masing-masing perusahaan memiliki model bisnis, profil pertumbuhan, dan risiko yang berbeda.
Nvidia lebih sensitif terhadap permintaan GPU dan belanja infrastruktur AI, sedangkan TSMC memiliki eksposur yang lebih luas terhadap industri semikonduktor melalui bisnis manufakturnya. Kinerja perusahaan juga dipengaruhi utilisasi kapasitas, biaya produksi, belanja modal, dan kondisi geopolitik.
Perkembangan TSMC menunjukkan bahwa pertumbuhan AI melibatkan rantai pasok yang lebih luas daripada perusahaan perancang chip. Manufaktur semikonduktor, advanced packaging, memory, dan peralatan produksi sama-sama menjadi bagian dari peningkatan kapasitas komputasi global.
Bagi investor, pertumbuhan segmen HPC, peningkatan produksi 2nm, perkembangan margin, dan ekspansi kapasitas global TSMC menjadi sejumlah indikator yang dapat dipantau untuk melihat seberapa besar boom AI terus diterjemahkan menjadi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Boom AI Ikut Menggerakkan TSMC
Pertumbuhan HPC, produksi chip 2nm, dan ekspansi kapasitas menjadi bagian dari cerita TSMC di tengah meningkatnya permintaan AI. Pantau TSM dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance
- 24/7 Wall St.





