Ledakan pembangunan data center AI telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Micron Technology (MU). Kini, produsen memory chip tersebut mulai melihat sumber permintaan berikutnya yang dapat membawa AI keluar dari data center menuju dunia fisik.
CEO Micron Sanjay Mehrotra mengatakan physical AI, terutama kendaraan otonom dan robot humanoid, berpotensi menjadi pendorong signifikan permintaan memory dan storage pada akhir dekade ini. Kebutuhan komputasi pada mesin otonom membuat setiap perangkat membutuhkan kapasitas memory yang jauh lebih besar dibandingkan perangkat konvensional.
Peluang tersebut muncul ketika bisnis Micron sedang mengalami pertumbuhan tinggi. Pada kuartal IV fiskal 2026, perusahaan membukukan pendapatan US$54,23 miliar, naik 379% dari US$11,31 miliar setahun sebelumnya. Adjusted earnings per share mencapai US$33,42, dibandingkan US$3,03 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertanyaannya kini adalah apakah lonjakan permintaan memory yang didorong AI dapat berkembang dari server dan data center menuju jutaan mesin yang beroperasi secara langsung di dunia fisik.
Mobil Otonom Butuh Memory Lebih dari 200 GB
Kendaraan otonom menjadi salah satu contoh paling konkret mengenai bagaimana physical AI dapat meningkatkan kebutuhan memory.
Menurut Micron, kendaraan dengan kemampuan otonom Level 4 atau lebih tinggi umumnya membutuhkan lebih dari 200 GB memory dan beberapa terabyte storage. Kapasitas masing-masing lebih dari satu tingkat magnitudo dibandingkan kendaraan semiotonom Level 2+ dan Level 3 saat ini.
Kebutuhan tersebut berasal dari semakin besarnya volume data yang harus diproses kendaraan. Sistem otonom menggunakan berbagai sensor dan komputasi AI untuk memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan menjalankan kendaraan dengan tingkat intervensi manusia yang semakin rendah.
Bagi Micron, peningkatan tersebut relevan karena perusahaan memproduksi dua jenis memory utama yang dibutuhkan sistem komputasi: DRAM untuk akses data berkecepatan tinggi dan NAND untuk penyimpanan jangka panjang. High-bandwidth memory (HBM), yang merupakan bentuk khusus DRAM, juga telah menjadi komponen penting bagi prosesor AI karena menawarkan kecepatan transfer data tinggi.
Segmen otomotif dan embedded Micron sendiri telah menunjukkan pertumbuhan. Pendapatannya mencapai US$6,82 miliar pada kuartal IV fiskal 2026, naik 375% YoY dari US$1,43 miliar. Namun, angka tersebut mencakup keseluruhan unit bisnis dan bukan hanya kendaraan otonom.
Robot Humanoid Bisa Membawa Memory Kelas Server ke Mesin
Setelah kendaraan otonom, Micron memperkirakan pola kebutuhan komputasi serupa dapat berkembang pada robot humanoid dan berbagai autonomous intelligent systems lainnya.
Perusahaan memperkirakan robot humanoid akan memiliki kebutuhan memory dan storage yang sebanding dengan kendaraan otonom. Dengan asumsi kapasitas memory per unit meningkat bersamaan dengan jumlah robot yang digunakan, physical AI dapat menciptakan sumber permintaan tambahan menuju akhir dekade.
Sejumlah perusahaan saat ini sedang mengembangkan robot humanoid, termasuk Tesla (TSLA) melalui Optimus, Figure, Boston Dynamics milik Hyundai, Unitree Robotics, dan Agility Robotics.
Namun, pasar tersebut masih berada pada tahap awal. Data Reuters yang dikutip sumber menunjukkan hanya sekitar 7.000 robot humanoid untuk layanan industri dan profesional yang terjual secara global pada 2025. Angka ini menunjukkan bahwa peluang permintaan memory dari humanoid masih lebih merupakan potensi jangka panjang daripada kontributor besar terhadap bisnis Micron saat ini.
Micron sendiri mulai mempersiapkan peluang tersebut. Menurut Mehrotra, sejumlah pelanggan physical AI telah menguji produk generasi berikutnya dari perusahaan, sementara Micron meningkatkan investasi pada technology roadmap agar dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut jika adopsinya berkembang.
AI Micron Mulai Meluas dari Data Center
Physical AI berpotensi memperluas sumber permintaan Micron setelah data center menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan.
Pada kuartal IV fiskal 2026, unit Cloud Memory mencatat pendapatan US$16,28 miliar, naik 258% YoY, sedangkan Core Data Center menghasilkan US$18 miliar, melonjak 1.041%. Mobile and Client tumbuh 248% menjadi US$13,11 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan Micron sepanjang tahun fiskal 2026 mencapai US$133,19 miliar, dibandingkan US$37,38 miliar setahun sebelumnya. Diluted EPS meningkat menjadi US$74,33 dari US$7,59 pada fiskal 2025.
Perusahaan juga memproyeksikan momentum tersebut berlanjut dalam jangka pendek. Untuk kuartal I fiskal 2027, Micron memberikan panduan pendapatan US$60 miliar hingga US$63 miliar.
Saham MU sendiri telah naik lebih dari 265% sepanjang 2026 menurut sumber, mencerminkan besarnya ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan bisnis memory di tengah investasi AI.
Bagi investor, perkembangan berikutnya tidak hanya berada pada permintaan HBM dan pembangunan data center. Pertumbuhan kendaraan otonom, komersialisasi robot humanoid, jumlah memory per perangkat, serta adopsi produk Micron oleh pelanggan physical AI dapat menjadi indikator apakah gelombang permintaan AI berikutnya benar-benar mulai bergerak dari server menuju mesin di dunia nyata.
AI Mulai Bergerak dari Server ke Dunia Nyata
Micron melihat kendaraan otonom dan robot humanoid sebagai sumber baru permintaan memory menuju akhir dekade. Pantau MU dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Micron sees future opportunities in humanoid robots, self-driving cars
- The Motley Fool: Micron's Next Big AI Opportunity Could Have 2 Legs





