Boeing (BA) kembali mendapatkan dorongan dari bisnis pertahanannya setelah Pentagon memilih perusahaan tersebut untuk mengembangkan F/A-XX, jet tempur generasi keenam Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kontrak pengembangan tersebut bernilai lebih dari US$20 miliar dan diberikan setelah Boeing mengalahkan Northrop Grumman dalam kompetisi F/A-XX. Lockheed Martin (LMT) sebelumnya telah tersingkir dari persaingan pada 2025.
Kabar tersebut sempat mendorong saham Boeing sekitar 2%-3% pada perdagangan Rabu pagi, sementara saham Northrop Grumman bergerak turun. Namun, Boeing kemudian kehilangan sebagian kenaikannya dan ditutup di US$186,05 atau turun 0,87%, berdasarkan data pasar yang dicantumkan Yahoo Finance dalam sumber yang diberikan pengguna.
Lebih dari pergerakan saham dalam satu sesi, kontrak F/A-XX memperkuat posisi Boeing dalam bisnis pesawat militer canggih. Perusahaan kini memegang dua program fighter generasi keenam utama militer AS setelah sebelumnya terpilih mengembangkan F-47 untuk Angkatan Udara.
F/A-XX Jadi Penerus Super Hornet
Kontrak senilai lebih dari US$20 miliar tersebut mencakup fase full-scale development F/A-XX, termasuk pembangunan pesawat uji untuk mengevaluasi sistem, integrasi persenjataan, kelayakan terbang, dan performa jet sebelum program bergerak menuju produksi.
F/A-XX dipersiapkan menjadi pesawat tempur berbasis kapal induk generasi berikutnya. Pesawat tersebut direncanakan mulai memasuki layanan pada dekade 2030-an dan secara bertahap menggantikan F/A-18E/F Super Hornet, sekaligus beroperasi bersama armada F-35C milik Navy.
Program ini tidak hanya berfokus pada pesawat baru. F/A-XX menjadi bagian dari konsep Next Generation Air Dominance (NGAD) Angkatan Laut, dengan kemampuan stealth, jangkauan, dan endurance yang lebih tinggi serta integrasi dengan sistem nirawak.
Nilai ekonomi program tersebut juga berpotensi jauh melampaui kontrak awal. Reuters melaporkan F/A-XX dapat berkembang menjadi program bernilai ratusan miliar dolar sepanjang siklus hidupnya ketika produksi meningkat dan apabila terdapat pesanan dari pelanggan internasional. Namun, nilai tersebut merupakan potensi jangka panjang dan bukan nilai kontrak yang sudah diterima Boeing saat ini.
Kontrak awal yang telah diumumkan tetap berfokus pada pengembangan dan pesawat uji. Peluang produksi yang lebih besar baru akan muncul ketika program bergerak menuju tahap operasional.
Boeing Kini Pegang Dua Program Fighter Generasi Keenam
Kemenangan F/A-XX menjadi semakin signifikan karena datang sekitar satu setengah tahun setelah Boeing memenangkan program jet tempur generasi berikutnya milik Angkatan Udara AS.
Pada Maret 2025, Boeing dipilih untuk mengembangkan F-47, jet tempur stealth generasi keenam untuk Air Force. Kontrak pengembangan program tersebut juga diperkirakan bernilai lebih dari US$20 miliar.
Dengan tambahan F/A-XX, Boeing kini menjadi kontraktor utama untuk dua program fighter generasi keenam AS yang diketahui, memberikan dorongan baru bagi bisnis pesawat tempurnya setelah aktivitas pengembangan fighter baru perusahaan relatif terbatas selama beberapa tahun sebelumnya.
Kedua program tersebut juga memperbesar peran fasilitas Boeing di St. Louis, tempat perusahaan melakukan investasi kapasitas manufaktur baru untuk mendukung F-47 dan program pesawat generasi berikutnya lainnya.
Momentum bisnis pertahanan Boeing tidak berhenti di sana. Angkatan Udara AS juga baru menyelesaikan kontrak sekitar US$2,38 miliar untuk produksi F-15EX Lot 7, sementara target armada F-15EX telah dinaikkan menjadi 267 pesawat.
Rangkaian kontrak tersebut memperluas backlog pertahanan Boeing ketika perusahaan pada saat yang sama masih menjalankan bisnis pesawat komersialnya.
Eksekusi Dua Program Besar Jadi Fokus Berikutnya
Besarnya peluang F/A-XX juga membawa tantangan baru. Boeing sekarang harus menjalankan pengembangan F/A-XX dan F-47 secara paralel, sambil meningkatkan produksi program fighter yang sudah berjalan seperti F-15EX.
Reuters mencatat sebelumnya terdapat kekhawatiran mengenai kapasitas engineering dan supply chain Boeing untuk menangani dua program fighter generasi keenam secara bersamaan. Boeing menyatakan telah melakukan investasi untuk mempersiapkan pelaksanaan beberapa program pesawat tempur masa depan secara paralel.
Karena F/A-XX masih berada pada fase pengembangan, perhatian berikutnya akan berada pada kemampuan Boeing menjaga biaya, jadwal pengembangan, kapasitas produksi, dan kesiapan supply chain sebelum program memasuki produksi lebih besar.
Faktor tersebut penting mengingat skala peluang jangka panjangnya. Kontrak lebih dari US$20 miliar yang diumumkan saat ini baru menjadi tahap awal, sementara nilai program dapat meningkat secara signifikan apabila F/A-XX berhasil bergerak dari pengembangan menuju produksi pada dekade berikutnya.
Bagi Boeing, kemenangan F/A-XX sekaligus memperluas sumber pertumbuhan di luar pesawat komersial. Investor selanjutnya dapat mencermati bagaimana kontrak tersebut masuk ke backlog dan pendapatan bisnis Defense, Space & Security, sekaligus perkembangan F-47 dan kapasitas produksi perusahaan.
Boeing Menang Kontrak Besar, Pantau BA
Boeing mengamankan kontrak F/A-XX senilai lebih dari US$20 miliar dan kini memegang dua program fighter generasi keenam utama AS. Pantau BA dan saham AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Boeing stock jumps on $20 billion Navy fighter jet win
- GuruFocus: Boeing Shares Jump on $20 Billion Navy Fighter Jet Contract
- Reuters: Boeing wins US Navy's next-generation fighter contract, Pentagon says






